Alhamdulillah, tiga pasangan capres-cawapres yang akan bertarung dalam pilpres 2009 yad telah mendeklarasikan diri mereka masing-masing. Diawali oleh JK-Win beberapa hari sebelumnya, dua pasangan berikutnya SBY-Berbudi dan Mega-Prabowo mendeklarasikan diri pada malam yang sama, 15 Mei 2009. Kesepakatan koalisi partai-partai telah ditempuh melalui perjalanan yang cukup alot, panjang, diwarnai berbagai manuver politik, pada akhirnya mengerucut pada tiga pasangan capres dan cawapres ini. Berkenaan dengan hal tersebut, atas nama para akademisi perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam wadah ASASI, dengan ini kami menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada ketiga pasangan calon capres-cawapres ini atas pendeklarasian mereka dan selamat bertarung pada pilres yang akan datang. 

Ketiga pasangan tersebut, pada pandangan kami merupakan tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang dipercayai oleh konsitutennya masing-masing dan dipandang layak untuk memimpin bangsa Indonesia kedepan. Pada tiap pasang ada jenderal (purnawirawan) dan ada sipil, ini adalah perpaduan dan komposisi yang menarik yang merepresentasikan realitas kekuatan militer dan sipil di tengah masyarakat kita. Siapapun yang pada akhirnya nanti akan keluar sebagai pemenang dengan mendapatkan suara terbanyak dari rakyat, artinya pasangan tersebut mendapatkan lebih banyak kepercayaan dari rakyat Indonesia, dan itu harus dihargai dan dihormati oleh pasangan lainnya dan seluruh komponen bangsa ini. 

Kita harus mensyukuri bahwa setelah memasuki era reformasi ini, bangsa kita telah menyepakati suatu mekanisme pemilihan pemimpin dengan cara yang damai yakni melalui pemilihan umum, tanpa melalui kekerasan atau revolusi berdarah . Banyak negara lain di dunia yang masih menumpahkan darah untuk terjadinya perebutan kekuasaan secara paksa, dan itu menelan banyak korban rakyat yang tak berdosa. 

Bangsa Indonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah bangsa yang beradab, bangsa yang menghargai dan menjunjung tinggi hak-hak asazi manusia, yang menghargai suara dari setiap rakyatnya, tidak membedakan agama, ras atau golongan, status ekonomi, semua harus mendapatkan haknya untuk memilih siapa yang mereka pandang layak untuk menjadi pemimpin bangsa ini lima tahun kedepan.

Karena itu kita berharap pilpres yang akan datang akan berlangsung dengan aman, jujur, fair, saling menghormati dan menghargai, tidak saling mengejek atau menjelekkan, tidak saling melakukan pembunuhan karakter pasangan lawan, tidak melakukan money politics dan perilaku tercela lainnya yang mencederai proses demokrasi yang baik. Semoga juga penyelenggara pilpres yakni KPU akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga kekurangan-kekurangan yang terjadi pada pemilihan legislatif yang lalu dapat diperbaiki. Selanjutnya kIta juga berharap bahwa pilpres yang akan datang ini akan disambut hangat dan antusias oleh seluruh masyarakat Indonesia yang turut serta berpartisipasi dalam mensukseskan pilpres ini untuk turut serta menentukan masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. 

Semoga Allah swt memberikan bangsa Indonesia pemimpin yang terbaik yang akan membawa bangsa dan negara ini menuju baldatun thoyyibatun wa robbun ghafuur. 

Bandung, 15 Mei 2009.
Ketua Asosiasi Akademisi Indonesia (ASASI),
Dr. Taufikurahman.

Dinamika politik terus bergulir. Kendati telah mendapat dukungan dari PKS,PAN, PPP dan PKB, saat ini SBY/Demokrat tengah melakukan pendekatan dengan PDIP. Alasan Demokrat mereka ini melakukan silaturahim yang diajarkan oleh agama, dan peluang koalisi terbuka dengan partai apa saja. Silaturahim itu sah-sah saja, demikian juga koalisi dengan siapapun boleh-boleh saja. Tetapi, dalam situasi politik seperti ini siapapun akan membaca dengan jelas bahwa SBY/PD merasa tidak cukup atau masih merasa kurang nyaman dengan hanya mengandalkan dukungan parpol-parpol Islam atau berbasis massa Islam yang sementara ini sudah dia peroleh. Demokrat/SBY khawatir kalau itu akan menjatuhkan popularitas SBY, khawatir ditinggalkan oleh block votes. Karena itu dia berambisi untuk menggaet PDIP dalam koalisi agar kesan kental keislaman itu bisa diencerkan dengan masuknya PDIP. Manuver politik SBY/Demokrat sendirian ini pastinya memcederai fatsoen koalisi bersama parpol-parpol pendukungnya semula, karena mereka merasa tidak diajak kompromi. 

Sejatinya sejauh ini memang parpol-parpol pendukung Demokrat tersebut terkesan memberi cek kosong kepada SBY untuk berkoalisi dengan partai apapun dan untuk mengambil cawapres siapapun. Semua orang waras tahu bahwa hal seperti itu namanya bukan koalisi yang sehat tetapi koalisi yang tidak seimbang, sangat terpimpin, dan tidak mengherankan bila menjadi cenderung otoriter, mentang-mentang suaranya paling besar. Sebuah koalisi yang sehat mestinya didasarkan pada prinsip kompromi antar parpol pendukung, terutama menyangkut pengambilan keputusan-keputusan yang strategis. 

Selain itu dalam penentuan cawapresnya, SBY tampaknya ingin hal itu sepenuhnya menjadi otoritas beliau, dan parpol-parpol pendukungnya cukup mengajukan calon-calon mereka untuk kemudian diseleksi oleh SBY. Rumor yang saat ini beredar bahwa SBY telah memilih Budiono, Gubernur BI, untuk cawapresnya, sebagai strategi untuk menarik hati PDIP. Pilihan ini, tanpa terlebih dahulu berdiskusi dengan parpol lain, juga memicu permasalahan baru, mengingat keputusan itu tidak dikompromikan dulu dengan parpiol-parpol pendukung yang umumnya menginginkan cawapresnya dari salah satu parpol pendukung tersebut. 

Sangat logis bila manuver SBY/PDIP yang terakhir ini akan dianggap oleh parpol-parpol lain pendukung koalisi Demojkrat sebagai mencederai etika dan kesepakatan koalisi, dan karena itu sangat dapat dipahami bila kemudian parpol-parpol tersebut akan berpikir ulang untuk menarik dukungan dari Demokrat. To make it worst, SBY/Demokrat tampaknya sengaja mengulur-ulur waktu pendeklarasian Cawapresnya hingga tanggal 15 mei malam yad, agar tidak cukup waktu bagi parpol-parpol yang telah menyatakan dukunganya untuk melakukan menuver menarik dukungan dan membuat koalisi sendiri, karena waktunya tinggal 1 hari lagi, bahkan kurang. 

Saat ini masih ada waktu buat PKS, PPP, PAN,PKB untuk menarik dukungan kepada SBY/Demokrat dan bikin koalisi sendiri, sangat mungkin juga bila mengajak Gerindra. Biarkan PD/SBY berasyik masyuk dengan PDIP/Megawati. Tinggalkan saja Demokrat dan bikin koalisi sendiri. Kalah tidak menjadi masalah, dan siap menjadi oposisi yang berwibawa. Yang penting mereka harus menunjukkan harga diri sebagai partai-partai yang berdaulat dan bukan sekedar pelengkap pendeerita dalam koalisi tersebut. Strategi ini juga akan menepis sementara anggapan bahwa mereka mendekati Demokrat karena haus kekuasaan.

Pelatihan Pembuatan Biogas dari Limbah Hayati

di SITH ITB

hari Rabu dan Kamis, 6 dan 7 mei 2009

Pembicara: Dr. Taufikurahman, Dr. Robert Manurung, Ir. Sri Harjati PhD, Andreas Widji ST, Irwansyah Idris, H. Cecef Saeful Mikdar.

Informasi lebih lanjut silakan lihat di http://www.sith.itb.ac.id

Saat ini Presiden SBY tengah menimang-nimang beberapa nama yang disodorkan kepada beliau baik oleh berbagai parpol lain yang akan berkoalisi dengannya. Selain dari parpol lain, nama-nama tersebut bisa jadi juga diusulkan oleh  internal partai demokrat sendri, atau bisa jadi juga oleh orang-perorangan yang masing-masing punya interest atau ambisi untuk menjadi cawapres SBY dalam pemilihan Presiden RI yad.

Salah satu nama yang saya percaya sudah ada ditangan SBY adalah Dr. Hidayat Nur Wahid atau HNW, ketua MPR RI saat ini. Nama HNW diusung oleh PKS, partai yang insyaAllah akan berkoalisi dengan Partai Demokrat yang akan mengusung SBY sebagai Capres RI yad.  Nama HNW sudah lama masuk dalam bursa cawapres SBY. Sebelumnya berbagai polling sudah dilakukan berkenaan dengan siapa pasangan yang paling layak mendampingi SBY, diantaranya JK, HNW, Akbar Tanjung, Soetrisno Bachir, Sri Mulyani, dan satu nama lagi yang belakangan muncul: Hatta Rajasa.  Dalam berbagai polling yang dilakukan oleh lembaga survey, pasangan SBY-HNW menduduki peringkat pertama, mengalahkan pasangan SBY-JK sekalipun, sebelum Golkar resmi mengundurkan diri dari koalisi dengan Demokrat.

Dengan berpisahnya Golkar dengan Demokrat dalam koalisi yad, atau cerainya pasangan SBY-JK, maka kemungkinan berpasangannya SBY dengan HNW semakin terbuka lebar, karena PKS menjadi merupakan partai koalisi Demokrat yang  raihan suaranya paling besar, lebih besar dari partai lain yang juga akan berkoalisi seperti PKB. Apalagi PAN sendiri saat ini belum secara resmi menyatakan akan berkioalisi dengan PD, baru sebatas usulan dari Amien Rais. Mencermati langkah-langkah yang sudah dilakukan Soetrisno Bachir dengan pertemuannya bersama Prabowo, tampaknya ditubuh PAN sendiri belum ada kata sepakat apakah akan berkoalisi dengan Demokrat/SBY atau dengan PDIP, Gerindra dan atau Golkar.

….to be continued (insyaAllah).

Jum’at kemaren saya ikutan jum’atan  di masjid dekat jl. mangga. Saya terheran-heran, khatibnya mengkritik fatwa MUI tentang golput, seakan fatwa tersebut dibuat sama sekali tanpa landasan agama, padahal jelas bahwa fatwa MUI tersebut merupakan hasil keputusan dari berkumpulnya para ulama dan organisasi keagamaan di negeri ini, jadi itu bukan fatwa main-main ! Lebih lanjut saya mendapat kesan bahwa khatib mengarahkan audiens bahwa menjadi golput itu merupakan pilihan yang wajar saja.

Yang lebih membuat saya geleng kepala adalah alasan yang dikemukakan khatib tersebut: kalau golput diharamkan, maka anak-anak akil baligh yg belum berhak memilih akan berdosa karena tidak memilih, begitu juga anggota TNI yang tidak boleh milih akan berdosa dan karena itu masuk neraka. Saya tidak habis pikir… dalil yang seperti itu kok dikemukakan di forum khutbah Jum’at yang mulia. Siapapun tahu, fatwa MUI itu hanya mengenai mereka yang punya hak pilih, bukan mereka yang tidak mempunyai hak pilih secara hukum ! Jelas sang khatib, saya gak tahu siapa namanya karena agak telat datang, menurut saya telah memprovokasi umat agar menjadi golput.

Selain itu, dari diskusi dengan beberapa rekan semalam, saya mendapat informasi bahwa  ternyata upaya seperti ini dilakukan dibeberapa tempat dengan menggunakan forum pengajian ibu-ibu. Ada seorang ibu yang sebetulnya dia bukan pembicara tetapi memaksa untuk berbicara dan dia bicara  menantang fatwa golput dan menganjurkan ibu-ibu yang lain agar golput. Teman saya di Bekasi  bilang bahkan disana ada yang menyebarkan issu bahwa kalau saat pemilu nanti umat Islam ikutan memilih, itu menunjukkan jahil murokab, artinya: goblok abis. Walah nekat benar tuduhannya ! Tuduhan yang seperti itu layaknya berbalik buat si penuduh itu sendiri. 

Saya curiga bahwa upaya cukup gencar menentang fatwa MUI tentang golput ini, yang disampaikan oleh kelompok tertentu di forum pengajian bahkan khutbah jum’at,  kendati dibungkus dengan dalil-dalil agama, sebenarnya merupakan sebuah konspirasi yang dilakukan  oleh mereka yang menginginkan suara partai-partai Islam atau yang berbasis umat Islam dalam pemilu yang akan datang jeblok ! Jelas hal tersebut juga menunjukkan bahwa mereka tidak suka dengan munculnya umat Islam berperan dalam pemerintahan. Mereka telah menjadi corong pihak-pihak yang tidak menginginkan umat Islam memiliki kiprah politik yang lebih baik di negeri ini dimasa yang akan datang. Mereka sangat boleh jadi dibiayai oleh pihak luar yang menginginkan hancurnya sendi-sendi politik umat Islam di negeri ini, di negeri yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam. Pola seperti itu biasa dilakukan oleh kolonialis dulu seperti Snouck Horgronje yang menggunakan dalil-dalil AlQur’an dan Hadits untuk melemahkan jihad umat Islam di Aceh. Inggris juga pernah mengunakannya di India dengan mendukung munculnya sebuah aliran yang mengesampingkan semangat jihad umat Islam.

Wahai umat Islam di Indonesia, waspadalah dan jangan dengarkan ocehan para provokator itu, kendati mereka menggunakan dalil-dalil dari AlQur’an dan hadits. Jika mereka bukan orang “jahil murokab”, mereka tidak lain adalah kaki tangan alias cucunguk kolonialis yang anti Islam, yang memperbodoh umat Islam, dan tampaknya senang serta mendapat banyak keuntungan bila umat Islam bodoh dan buta, terutama dalam hal politik . Mereka senang bila yang berkuasa terus di negeri ini adalah orang-orang yang jauh komitmennya dari nilai-nilai Islam, yang akan menguras habis harta kekayaan tanah air ini untuk kepentingan sendiri atau golongan/kelompok mereka, bukan untuk kepentingan rakyat, apalagi umat Islam. Cukuplah sudah pembodohan terhadap umat ini, enough is enough !

Senin besok tanggal merah lagi,  libur peringatan maulid nabi besar Muhammad saw.  Saya hanya merasa bahwa di negara kita begitu banyak hari libur dengan basis peringatan agama. Pertanyaannya, apakah untuk memperingati maulid nabi, isra mi’raj nabi memang harus libur ?

Hari raya dalam Islam sebenarnya cuma dua yakni Idul fitri dan Idul Adha, selebihnya tentu bukan hari raya, tapi hari memperingati peristiwa yang diangap penting dalam sejarah Islam: kelahiran nabi, isra mi’raj nabi, hijrahnya nabi.  Selama hidup baginda Rasulullah saw, setahu saya, ketiga hal tersebut tidak pernah secara spesifik diperingati oleh nabi dan para sahabat.

Alkisah, peringatan maulid nabi dimulai oleh Salahuddin Al Ayubi,  salah seorang panglima besar Islam yang telah membebaskan Paletina dari tangan Romawi. Maksud peringatan maulid oleh Salahudin adalah untuk memberikan semangat pada pasukannya yang akan bertempur.

Kembali ke pertanyaan diawal, apakah untuk memperingati hal tersebut, kita perlu meliburkan diri dari kerja kita ?

Pertanyaan yang sama juga berlaku untuk peringatan atau perayaan persitiwa agama yang lain. Dalam agama Kristen misalnya, bukankah yang paling dianggap penting bagi mereka adalah hari natal atau kelahiran Isa Almasih (Jesus), sehingga itu dijadikan sebagai hari raya.  tetapi mengapa kemudian hari diangkatnya dan wafat Jesus kita harus libur juga ?  Demikian juga halnya dengan agama Hindu, Budha.

My point is, kita tetap dapat memperingati dengan baik berbagai peristiwa dalam sejarah agama kita tanpa harus meliburkan diri dari kerja.

Imagine a pond, a hectic pond where various organisms from phytoplankton, small fishes, big fishes, waterfowl, to snake and owl doing their daily business. Beside that in an ecotone that mark the transition between aquatic ecosystem with terestrial ecosystem, some other organisms including various species of plants and animals are joining the business. You may have seen that sort of pond somewhere, share that with me please …

Apa persamaannya rokok dengan golput ? Keduanya baru-baru ini sama-sama diharamkan oleh MUI. Ada pro-kontra tentu terhadap keputusan MUI tersebut. Anda termasuk berada dipihak yang mana ?

Tentang merokok, semua tahu, begitu banyak mudharat yang dapat ditimbulkannya, dan itu jelas tertulis di bungkus rokok dan iklan rokok itu sendiri, dari kanker,  paru-paru rusak, gangguan kehamilan dan  janin hingga  impotensi. Sebetulnya banyak lagi.  Yang kontra bilang wah gimana ini nasib ribuan orang Indonesia yang bekerja di pabrik-pabrik rokok ? Kalau rokok diharamkan, akan ada sekian ribu mungkin juta orang yang akan kehilangan pekerjaan. begitu kekhawatiran mereka. Tetapi apakah memang benar demikian nayatanya ? Kendati minuman beralkohol jelas haramnya, tokh pabriknya masih banyak berdiri megah di tanah air dan produk-produknya terus dikonsumsi oleh orang-orang dari hotel berbintang hingga nelayan di Indramayu yang kerap kali nekat mengoplosnya dengan ramuan macem-macem dan berakibat ko’it alias dead ! Ada juga yang bilang, wah ini sudah urusan hak asasi manusia, mau merokok kek, gantung diri kek kan urusan dewek. Tapi apakah demikian nyatanya ? Orang yang sudah bunuh diri memang gak bisa dihukum lagi di dunia, cukuplah dia langsung masuk siksa kubur dan kelak neraka jahanam menantinya. Kenapa juga dia disalahkan, bukankah nyawa dia sendiri yang dia hilangkan ? Gak juga, karena dengan bunuh diri berarti dia telah dengan tidak sah merebut hak Tuhan sang pemilik nyawa yang sesungguhnya.

Tentang golput, mengapa diharamkan ? Apa mudharat yang ditimbulkan golput kepada masyarakat, bangsa dan negara  ? Sederhana saja, saya melihat bahwa pemilu merupakan kesepakatan bangsa kita dalam kehidupan berdemokrasi. Kita memang baru dalam berdemokrasi yang sesungguhnya. sehingga disana-sini masih banyak ditemukan kekurangan. Itu jelas. Tetapi kalau kita ingin berpartisipasi dalam memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara ini, ya saluran yang ada diantaranya adalah dengan memilih wakil rakyat yang memang betul-betul berkualitas, dan kesempatan itu ada dalam pemilu ini.  Di Australia sendiri setahu saya, jika ada warga negaranya yang tidak ikutan memilih dalam pemilu, sementara dia sudah terdaftar, dia akan kena denda AUS$100, lumayan mencekik, hampir Rp 800.000.

Jadi, apa dong hubungannya antara merokok dan golput ?  Dan bagaimana kalau seorang yang golput eh… merokok lagi, jadi double ya dosanya. Bangsa kita yang tingkat kesadaran berpolitiknya masih perlu ditingkatkan, pendekatan agama jelas diperlukan. Saya kira pendekatan denda juga perlu dicoba.

Kembalikan Palestina sekarang !*

untuk anak-anak kecil di Gaza, Palestina.

*dari kumpulan puisi TAURA “Panggilan Kemenangan”. Bina Mitra Press.  2003.

 

Telah roboh Jalut, dilempar kerikil si kecil Daud,/dan Palestina dibebaskan dari cengkerangan musuh-musuh Tuhan, /menjadi bumi bagi mereka yang beriman/ yang berjihad penuh kesabaran/ dan Daud dan Sulaiman menjadi penguasa atas kehendak-Nya/gunung-gunung dan semua hewan bertasbih bersama mereka.

Palestina tanah suci, tempat kelahiran para nabi/ ditaburi berkah dalam lintasan sejarah/disana tegak berdiri masjidil Aqsha menjadi saksi/ saat Rasulullah mi’raj ke Sidratul Muntaha menghadap Allah, menerima titah-Nya/ kesana wajah yang khusyu’ telah diarahkan/Al Aqsha kiblat pertama umat yang beriman.

Bergelombang-gelombang musuh-musuh Islam datang menyerang/tuk merebut Palestina tanah yang ditaburi berkah/Umar yang perkasa dengan gemilang menyelamatkan/dan Shalahuddin dengan gagah membebaskan/ mengembalikan Al Aqsha kepangkuan umat Islam/ dari renggutan tentara Salib yang kejam tak berprikemanusiaan.

Wahai umat Islam, galanglah persatuan, bina kekuatan/ telah lama Palestina lepas dari genggaman/ direbut olonialis, diduduki Zionis/ yang menganiaya, mengusir dan membunuh saudara-saudara kita/ anak-anak kecil, para wanita, orang-orang tua renta.

Siapakah lagi yang akan bangkit memimpin umat/ bagaikan Thalut, bagaikan Daud, bagaikan Umar yang perkasa/ bagai Shalahuddin yang gemilang/ dimanakah mereka ?/ tak adakah diantara saudara-saudara ?

Kemanakah pasukan cinta dan berani mati/ yang ridha mengorbankan semua miliknya, termasuk nyawa/ tuk membela harkat dan derajat umat/ menegakkan panji-panji Islam/merebut kembali Palestina/ Wahai Rijal, dimanakah engkau ? bangkit dan siapkan pasukan/ kumpulkan semua batu dan kerikil diseluruh benua/ itulah senjata kita/ ayunkan langkah tegap menuju Palestina/ bersama anak-anak kecil di Gaza sana/ gegap gempitakan Intifadah/ biarkan gemanya nyaring diseantero dunia/ dan jangan berhenti sebelum syeitan, zionis, kolonialis angkat kaki dari tanah suci/ Allahu Akbar ! Allahu Akbar Allahu Akbar !/ bumi dan langit telah lama meradang/ wahai umat bangkitlah/ kembalikan Palestina sekarang, ya sekarang !

Diantara banyak lagu-lagu yang diajarkan ibu ketika saya kecil dulu adalah lagu “satu-satu aku sayang ibu”. Lagu itu sangat sederhana baik nada maupun syairnya sehingga sangat mudah dihafal anak-anak. Secara makna lagu itu juga benar adanya, bahwa yang harus kita sayangi terlebih dahulu adalah ibu, lalu ayah dan pada urutan berikutnya barulah saudara kita. Ini mengingatkan kita juga pada hadis Rasulullah  yang mengajarkan kita untuk lebih memperhatikan, mengasihi dan berbakti pada ibu dengan disebutnya “ibumu” tiga kali ketika seseorang bertanya kepada siapa seseorang harus mengabdikan dirinya (setelah kepada Allah Swt), setelah itu  baru disebut: “ayahmu”. 

 

Ibulah yang dengan susah payah telah mengandung kita selama 9 bulan, lalu kita dilahirkan dengan perjuangan antara hidup-mati, sehingga Rasul mengatakan bila seorang ibu meninggal saat melahirkan anaknya, dia termasuk sebagai syahid. Setelah itu ibu menyusui kita selama lebih kurang dua tahun, untuk memberikan asupan yang terbaik bagi pertumbuhan kita melalui ASI-nya, sebelum kita disapih. Adalah ibu yang mengurus kita dengan kasih sayang, dari  memandikan dan membersihkan kita, memberi makan, menjaga kesehatan, mengajarkan agama dan etika, mengajarkan membaca AlQur’an, mengajarkan cara shalat, membaca dan menulis, berbicara, berjalan, berperilaku yang sopan, menyanyikan lagu-lagu yang menyenangkan hati. Andaipun ibu kita tidak memberikan itu semua karena satu dan lain hal, ibu kita tetap wanita mulia yang telah banyak berjasa pada kita.

 

Beberapa diantara kita mungkin masih beruntung, masih bisa mencium tangan, mencium pipi dan memeluk ibunya. Itu sebuah keberuntungan yang harus kita manfaatkan untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya dengan berbakti kepada ibu kita dimasa tuanya, untuk mencari surga ditelapak kakinya, sebagaimana sabda Rasul “Aljannatu tahta aqddaamil ummahaati”. Namun banyak juga diantara kita yang mungkin ibunya telah berpulang ke rahmatullah, sehingga mereka tidak lagi bisa memeluk hangat ibunya. Kendati begitu, kita masih dapat memanjatkan do’a baginya, karena melalui do’a anak yang shaleh, masih terbuka jalan bagi ibu kita untuk menambah kebaikan baginya di alam kubur sana. Kalau ia masih meninggalkan hutang, baik ibadah maupun mu’amalah, kewajiban kitalah sebagai ahli warisnya untuk segera menyelesaikannya, agar ia tenang di alam sana.

 

Mengingat ibu kita disaat seusai shalat, atau saat malam hening ketika bermunajat kepada Allah swt, baik ibu kita masih hidup ataupun sudah kembali keharibaan-Nya, merupakan salah satu bakti dan amal shaleh kita kepada ibu tercinta. “Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa Robbayaani shagiira”. Ya Allah, ampunilah hambamu ini, juga ampuni kedua orang tuaku yang telah mengasihiku sewaktu aku masih kecil.      

c

 

Juli 2009
S S R K J S M
« Mei    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031