You are currently browsing the monthly archive for April 2008.


Biaya  berdemokrasi itu ternyata memang sangat mahal. Berapa dana harus dikeluarkan negara untuk pelaksanaan pemilu yang lima tahun sekali ? Hitung juga berapa dana yang harus dikeluarkan pemerintah daerah untuk melaksanakan pilkada. Belum lagi berapa dana yang harus dikeluarkan oleh setiap calon ? Katanya hitung punya hitung, dalam setahun kira-kira setiap dua hari sekali di Indonesia berlangsung pilkada, jadi dalam setahun kira-kira berapa banyak dana yang beredar untuk bermacam pemilu dan pilkada-pilkada tersebut ?

Tapi itulah pilihan politik bangsa kita saat ini, yang memilih demokrasi dengan pemilihan langsung untuk pimpinan daerah dan presiden. Kedepan saya kira perlu dipikirkan cara yang lebih efisien dalam pelaksanaan berbagai pilkada sehingga banyak dana pemerintah dan masyarakat yang bisa dihemat, misalnya pilkada secara bersamaan antar provinsi dan kota/kabupaten.  Kasus Sumedang, waktu pencoblosan tanggal 13 April itu, masyarakat Sumedang bukan hanya memilih gubernur Jabar, tetapi juga bupati Sumedang, dan itu tampaknya bisa menghemat banyak dana APBD.

Lima tahun kedepan mungkinkah ketika pilkada Jabar lagi, serentak 26 kota/kabupaten di Jabar juga memilih Walikota/Bupati di tiap kota/kabupaten tersebut ?

Wacana penyatuan pilkada rasanya pernah mencuat beberapa waktu lalu, tetapi tenggelam lagi karena permasalahan teknis barangkali, tapi ini bisa diatasi mestinya. Dengan menyatukan Pilkada provinsi dan kabupaten bukan hanya uang bisa dihemat tetapi juga waktu, dan kita tidak terlalu sering disibukkan dengan issue pilkada disana-disini yang muncul pemberitaannya di media massa secara bergantian.

Saya khawatir dengan sibuknya agenda pilkada di negara kita, perhatian pemerintah, parpol dan masyarakat jadi tersedot untuk pilkada itu sehingga mengganggu konsentrasi untukpembangunan diberbagai daerah. Ada pertimbangan atau pemikiran lain ? 


Teriakan “HaDe, HaDe. HaDe !” itu diucapkan oleh anak-anak usia SD sambil mereka bermain. Anak saya yang kelas IV SD cerita, sehari sebelum pencoblosan anak-anak dikelasnya bikin polling siapa akan pilih calon yang mana. Dari sekitar 40an anak, 5 anak angkat tangan ketika disebut nama Da’i, lalu 5 lagi angkat tangan ketika nama Aman disebut, dan sisanya… 30an anak, dengan penuh semangat mengangkat tangan ketika nama HaDe disebut.

 

Unik sungguh Pilkada Jabar kali ini, HaDe sangat populer dikalangan anak-anak, remaja, pemuda dan ibu-ibu. Beberapa teman dosen di kampus, ibu-ibu, cerita bahwa mereka jauh-jauh hari sudah diwanti-wanti oleh anak-anak mereka yang usia SD agar nanti menyoblos “HaDe”. Seorang bilang, sebetulnya sebelum anaknya merayu dia agar memilih HaDE, dia juga memang akan nyoblos HaDe… jadi klop lah keinginan anak dengan keinginan si ibu. Ibu yang lain cerita lagi, dia bawa anaknya ke TPS dan bahkan anaknyalah yang masih kecil itu dia suruh mencoblos… dan tentu saja “HaDe”.  Lain cerita teman saya, pensiunan dosen ITB, di hari H pencoblosan paginya dia kumpulkan isteri dan dua anaknya yang sudah besar-besar, dan dia ingin mendengar apa yang akan dicoblos mereka nanti. ternyata deadlock ! karena si ayah yang ingin menggiring suara keluarganya ke calon lain, tidak berhasil, lantaran isteri dan kedua anaknya keukeuh mau pilih HaDe. Malah sang anak kemudian ngeloyor sendiri ke TPS dan pulang sambil tersenyum dengan jari kelingking tercelup tinta biru sambil bernyanyi riang: “HaDe, HaDe, HaDe…..” dan sang ayah cuma geleng-geleng kepala, lalu ikutan mencoblos HaDe juga akhirnya 🙂

 

Seorang nenek cerita, ketika masuk ke bilik suara dan membuka kertas bergambar para kandidat, dia melihat dua pasangan yang sudah senior wajahnya terkesan begitu berwibawa…….. tetapi ketika dia lihat foto pasangan HaDe dengan senyum yang lebih lebar, si nenek itupun ikut tersenyum dan bles ! dicobloslah foto HaDe.

 

Ya… itulah sekelumit kisah pencoblosan beberapa waktu lalu. Hari ini, tadi pagi, KPUD Jabar telah menetapkan secara resmi pemenang pilkada Jabar yang pertama kali digelar ini yakni pasangan HaDe dengan suara 7.287.647 (40,50%). Sementara saingan terberatnya Aman berselisih 1 juta suara lebih: 6.217.557 (34,55 %), dan pasangan Da’i yang merupakan gubernur incumbent hanya memperoleh 4.490.901 (24,95 %) suara. Hasil akhir ini memang mengejutkan, diluar dugaan banyak pihak, karena sebelum pilkada digelar, polling-polling selalu menunjukkan pasangan Aman dan Da’i yang akan bersaing ketat, sementara HaDe diprediksi hanya menjadi anak bawang. Tapi rakyat Jabar bicara dan menentukan lain, justru HaDe-lah yang menang.

 

Semoga semua pihak bisa lapang dada menerima hasil Pilkada ini, terutama kubu Aman, tokh janji semua calon saat kampanye: siap menang dan siap kalah !.  Ayo buktikan janji itu. Selamat buat kubu HaDe. Semoga Jabar jadi Hade beneran yeuh kapayunna.

 


Subhanallah, Alhamdulillah AllahuAkbar ! rasanya cuma ucapan itu yang paling layak untuk dikumandangkan menyusul informasi dari berbagai hasil quick count sementara ini (17.52) bahwa pasangan HaDe memenangi pilkada Jabar yang telah digelar hari ini, 13 April 2008. Data yang telah masuk ke lembaga-lembaga survei tersebut telah mencapai 60 % dan biasanya hasilnya tidak akan berubah banyak. Jika kemenangan  itu benar terjadi, maka kemenangan HaDe adalah kemenangan rakyat Jawa Barat yang menginginkan perubahan menuju kondisi yang lebih baik dimasa yang akan datang ! Pada pengamatan banyak pihak, kemenangan HaDe memang menjadi suatu yang fenomenal, mengingat hasil prediksi sebelumnya, dua saingannya yakni Aman dan Da’i lebih dijagokan.   

Pada posting saya sebelumnya tentang pilkada ini, saya memprediksi hasilnya akan ketat, ketiga calon kemungkinan mencapai suara diatas 30 an persen. Hasil quick count sementara ini menunjukkan HaDe bisa mencapai/mendekati 40 %, Aman sekitar 30an % dan Dai 25an % 

Warga jabar yang tadi berduyun-duyun ke TPS-TPS dan  mencoblos pilihannya, mestinya ingin segera tahu siapa yang akan memenangkan Pilkada pertama di Jabar ini dan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur jabar lima tahun kedepan.  Jika benar HaDe memenangkan pilkada ini, sungguh sebuah kemenangan yang luar biasa bagi sosok muda  Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf. Selamat kepada mereka berdua, selamat kepada tim suksesnya, selamat kepada PKS dan PAN, dan kepada seluruh warga jabar yang telah mensukseskan Pilkada pertama di Jabar ini. Semoga kedepan Jabar akan leuwih HaDe ! Amien. 


Subhanallah, Bandung diguyur hujan terus beberapa hari ini dan cukup lebat. Bahkan minggu lalu disertai angin kuat yang menumbangkan beberapa pohon, diantaranya yang berakibat fatal di Dago (depan Borromeus), pohon damar yang besar roboh ke jalan dan menimpa sebuah mobil yang didalamnya ada seorang ibu dosen Kimia UNPAD. Akibatnya luka sangat parah. Saya dengar terakhir sudah mulai membaik kondisinya. Sayangnya ada keprihatian lain, saya dengar berita bahwa ternyata ada tangan iseng yang mencuri laptop si ibu di monbilnya yang ringsek itu. Ya Allah…. sudah seperti apa manusia disekitar kita ya, ada yang terkena musibah, barang-barangnya dijarah, sungguh tidak berperikemanusiaan. Baca entri selengkapnya »


 

Tadi pagi di Metro TV saya lihat laporan VOA tentang pameran anggrek sebuah taman anggrek di Amerika. Rupanya banyak juga pencinta anggrek di Amerika, dan anggreknya juga beraneka jenis kelihatannya. Tentu saja, anggrek disana ditanam didalam rumah kaca (green house) untuk menjaga agar kondisi lingkungannya hangat dan lembab seperti di Tropika, tempat asal dari berbagai jenis anggrek yang menarik. Dengan teknik kultur jaringan, enggrek tropika kita yang khas, endemik, dan tentu saja indah, bisa diperbanyak tak terbatas di negeri orang …  Baca entri selengkapnya »


Tanggapan atas tulisan Wildan Yatim

Oleh: Taufikurahman
(Staf Pengajar Dept. Biologi FMIPA-ITB)

Wildan Yatim dalam tulisannya di Kompas (23 April 2003) berjudul “Ada bantahan terhadap teori evolusi ?” mempermasalahkan pernyataan yang dikemukakan oleh seorang dosen Biologi ITB dalam sebuah seminar di Semarang yang diberitakan di Kompas (8 Oktober 2002) yang menyarankan dilakukannya revisi terhadap silabus pelajaran Biologi, khususnya menyangkut pembahasan tentang teori evolusi. Dosen Biologi ITB yang dimaksud adalah saya. Pandangan tersebut saya sampaikan dalam kapasitas pribadi (bukan institusi Departemen Biologi ITB). Penolakan saya terhadap teori evolusi Darwin bukan seperti yang ditulis Wildan Yatim yaitu semata karena telah membaca buku-buku Harun Yahya. Sudah lama saya meragukan keabsahan teori Darwin, dan saya yakin tidak sedikit orang yang berpendirian seperti saya. Komentar Wildan Yatim tersebut memancing diskusi lebih lanjut, dan tentunya akan semakin menarik dan bernas bila banyak pakar Biologi, Palaentologi dan ilmu-ilmu yang terkait juga turut memberikan pendapatnya dalam suasana diskusi yang sehat, dengan menjunjung tinggi semangat ilmiah.

Baca entri selengkapnya »


For students in my environmental science class, please write down in the space for comment below your environmental project plan which will be conducted in group. Thanks.

April 2008
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • Tidak ada

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

twitter

%d blogger menyukai ini: