You are currently browsing the category archive for the ‘Obrolan ringan’ category.


Ibu saya diapit oleh dua orang saudara laki-lakinya yang masih tersisa: wak Ait Sunarya dan mang Udin Syafrudin. Bapak saya berdiri disebelah mang Udin, Seorang adik saya dan keluarganya tidak ikut sertya di foto ini karena mereka ada acara di Bandung.  Foto ini diambil di rumah wak Ait Sunarya.

Perjalanan ke Semarang dari Karawang pada hari kedua lebaran kami mulai sore hari. Saya memutuskan tidak masuk tol, khawatir masih macet, tetapi menyusuri jalan raya Karawang-Cikampek. Melewati pasar Johar tadinya kami berniat mampir sebentar di rumah wak Encep alm, tapi ternyata rumah beliau sepi, kelihatannya anak-anak dan cucu-cucunya tidak lagi menempati rumah tersebut, atau mungkin kebetulan mereka sedang keluar rumah. Dalam perjalanan itu, Sambil menyetir mobil, pikiran saya sempat melayang ke masa silam, ketika saya masih kecil dan tiap lebaran ibu-bapak saya mesti mengunjungi rumah uwak di Karawang ini satu persatu, karena ibu aak ke 7 dari 8 bersaudara. Waktu berlalu, dan satu persatu kakaknya ibu berpulang, hingga saat ini menyisakan 3 orang bersaudara. Ketika induk-induknya telah tiada, biasanya silaturahim jadi terputus, karena sudah tidak ada lagi yang dituakan yang biasanya dikunjungi…

Baca entri selengkapnya »


Selasa siang, H-1 menjelang lebaran, kami sekeluarga meninggalkan Bandung menuju Bekasi, targetnya berbuka puasa di rumah orang tua saya di Bekasi . Alhamdulillah perjalanan lancar, soalnya arah Jakarta, yang macet cet jelas arah dari Jakarta keluar tol Cikampek. Ya, tahun ini kami memutuskan shalat Ied di Bekasi. Rabu pagi kami shalat Ied di masjid El-Muwahidien, seperti tahun-tahun sebelumnya ketika saya masih di Bekasi. Di Masjid ini bapak saya, H.A.Zaini Arief, menjadi DKM-nya sejak saya masih kecil dan sejak masjid-nya masih yang lama (sekarang msjid lamanya sudah berganti nama jadi Al Arief). Gambar diatas kami berpose di depan masjid bersama bapak dan ibu saya, oh ya satu anak yang paling besar tidak nampak, karena dia yang mengambil gambar ini.

Baca entri selengkapnya »


Pagi tadi, di pelataran masjid Habiburrahman (PTDI), mobil kijang putih saya gak mau distarter, penyakitnya kumat lagi. Sudah hampir sebulan ini kijang putih saya itu memang sering ngambekgak mau di starter. Gak ngerti salahnya dimana, padahal akinya relatif baru. Kemungkinan bisa dinamo starter, dinamo pengisian, dinamo jalan, kualitas akinya sendiri, kabel-kabel yang tersumbat atau mungkin terbuka, atau apalagi ya ? kalau sudah ngambek begitu, solusinya sementara biasanya didorong atau dipancing dengan aki dari mobil lain.

Karena keseringan kejadian seperti itu dimobil saya selalu tersedia kabel warna merah dan hitam untuk mancing ke aki mobi lain. Nah, pagi tadi mobil-mobil lain di tempat parkiran masjid sudah tinggal sedikit, padahal semalam penuh, karena waktu memang sudah menunjukkan sekitar jam setengah enam, para i’tikafer tentu umumnya sudah memacu kendaraannya di jalan, kembali ke rumah dan mungkin bersiap kerja atau belanja. Jadi, mau mancing ke mobil siapa ?, kalau minta bantuan ke orang belum kenal saya merasa gimanaa gitu. Sebenarnya sih semalam saya sudah janjian dengan teman yang juga bawa mobil untuk habis subuh bantu mancing aki mobil saya, tapi salah saya… habis subuh saya berbaring dan beberapa menit terlelap di masjid, menemani anak saya yang tertidur lagi habis shalat subuh, sehingga ketika teman saya nelpon ke hp, saya gak denger, trus dia berpikir bahwa saya mungkin sudah mencari alternatif solusi lainnya, so he has gone deh.

Isteri saya sebenarnya sudah menawari untuk mendorong mobil seperti beberapa hari lalu setelah beli bakso di Cikutra, waktu itu kebetulan jalan agak turun jadi saya pikir kalau isteri saya mendorong mobil tidak akan perlu keluar tenaga banyak ūüôā dan terbukti, hanya sekali dorongan, mobil meluncur dan hidup lagi. Sayangnya kali ini lahan parkiran datar, dan posisi mobil saya hidungnya membelakangi lahan parkir, sehingga kalau mau didorong harus memundurkan mobil dulu dan mungkin perlu atret berbalik arah. Saya coba nyiram akinya dengan air, sugan awe… ah tetap saja gak jalan. Sambil berpikir “dorong atau minta bantuan mobil lain” tiba-tiba ada seorang “i’tikafer” datang menyapa saya, dan bertanya apakah saya bawa kunci roda karena ban mobilnya kempes. Saya bilang ada, dan saya tanya balik apakah aki mobilnya masih bagus, karena aki mobil saya kayaknya sudah soak sehingga gak bisa distarter. Akhirnya terjadilah barter meminjam, dia meminjam kunci roda dan kemudian dongkrak, dan dia membawakan aki mobilnya untuk jadi pancingan ke aki mobil saya. Done ! Mobil saya jadi bisa jalan lagi, dan mobil dia bisa diganti rodanya ! Alhamdulillah… berkah Ramadhan hari ke dua puluh lima yang harus disyukuri ūüôā


Selain sebagai dosen di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB, saat ini saya diberi amanah sebagai Ketua Asosiasi Akademisi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia, disingkat ASASI. Organisasi ini didirikan di Bandung pada tanggal 1 oktober 2005, dideklarasikan oleh 42 orang pendiri yang merupakan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.  Untuk mengenal lebih dekat ASASI, silakan lihat di http://asasi01.wordpress.com.

Selain itu sejak tahun 2003 saya bersama beberapa teman aktivis lingkungan, mendirikan LSM Lingkungan hidup yang kami beri nama GreenLifeSociety (GLS). Sejak didirikan hingga saat ini saya mengomandani LSM tersebut. Melalui organisasi ini kami mengadakan pelatihan dan advokasi ke masyarakat mengenai lingkungan hidup, diantaranya program pengomposan dan penghijauan. Bersama dengan LSM lingkungan hidup yang lain, GLS tergabung dengan KMBB (Koalisi Masyarakat Bandung Bermartabat). yang diantaranya mengkritisi kebijakan pemkot Bandung saat ini dalam issue lingkungan, diantaranya issue Punclut (kawasan Bandung utara) dan PLTSA. Untuk mengenal lebih dekat dengan GLS, silakan simak program dan diskusi kami di http://greenlifesociety.wordpress.com

Sejak tahun 2007 lalu saya juga diberi amanah oleh Keluarga Alumni Aktivis Salman  (Kalam) ITB untuk mengetuai Kalam ITB cabang Bandung yang daerah operasinya melingkupi Jawa Barat dan Banten. Melalui wadah ini para alumni aktivis Salman ITB bersilaturahim, berkomunikasi dan membangun jejaring untuk kemaslahatan umat.  Melalui Kalam ITB, sejauh ini kami memberikan beasiswa dan program pembinaan kepada para mahasiswa. Saat ini dua puluh siswa sudah diberi beasiswa dan pembinaan.

Selain itu sejak tahun 2005 saya mengetuai Program Pembinaan Sumberdaya Manusia Strategis (PPSDMS) regional II Bandung. yang bernaung dibawah Yayasan Nurul Fikri. Program yang dilakukan adalah pengasramaan atau penyantrenan, pemberian beasiswa dan pembinaan mahasiswa. Angkatan I terdiri dari 20 mahasiswa ITB yang tersebar dari berbagai program studi, berlangsung dari tahun 2005-2006. Angkatan II periode 2006-2008 terdiri dari 20 mahasiswa ITB dan 10 mahasiswa UNPAD. Motto program ini: Creates future leaders. 

Di lingkungan kampus saat ini saya diberi kepercayaan menjadi pengawas Koperasi Keluarga Pegawai (KKP) ITB. Saat ini saya diamanahi sebagai Ketua Pengawas KKP ITB tersebut. Koperasi ini memliki anggota sekitar 3500 orang yang terdiri dari dosen dan karyawan ITB, Politeknik Manufaktur dan Politeknik Bandung. Kegiatan Koperasi selain simpan pinjam juga ada usaha waserda, toko buku dan kedai hijau. KKP ITB tahun lalu dianugerahi sebagai Koperasi terbaik di Indonesia.   

 

 

 


If Indonesia is a wealth and prosperous country, having many holidays probably will do no harm to the people and the development of the country. But realizing  that Indonesia is a country that can be categorized as developing country (not to say a poor country), I think we have to consider the fact that in our country there are too many public holidays !

 

These public holidays mostly related to religious events. In Moslem calender, beside having iedul fitri and Iedul adha, we also have “maulid” and “isra mi’raj” of the prophet (pbuh). Commemorating the prophet birthday and event of Isra mi’raj is fine, the thing is¬†that is¬†it necessary in commemorating those events¬†that it has to be public holidays ? ¬†I don’t think that’s important to make them as public holidays. The same case in christianity, it’s okay that we have public holiday at christmass day, but other events such as the death of Isa (pbuh) and good friday… does it need to be commemorated in public holidays ?

 

Beside those religious related events, some ordinary days can also become holidays if they are being “kejepit”¬† between two holidays, we call it “harpitnas’ (hari kejepit nasional). Those adds more public holidays in the country. I am afraid that too many holidays will do no good¬†to the progress of development in¬†Indonesia. What do you think ?¬†


Sudah dua hari ini gas dirumah saya habis, dan kami belum berusaha maksimal untuk mencari gas lagi karena gas LPG saat ini jadi barang langka dan mahal di Bandung. Untuk keperluan memasak, isteri saya sementara ini memanfaatkan dua buah rice cooker, sebetulnya¬†yang satunya rice cooker lama yang sudah nyaris dibuang, syukurnya masih bisa dipakai¬†dengan baik untuk mengatasi ketiadaan gas di rumah. ¬†Lumayan juga rice cooker bisa untuk memasak sayuran, merebus telor dsb. Memang kalau untuk menggoreng ya susah… ya kalau mau yang digoreng-goreng bisa beli diluar.¬† Lagian, sebetulnya dengan tidak menggoreng-goreng mestinya bisa lebih hemat karena harga minyak goreng juga mahal dan goreng-gorengan sebetulnya juga kurang baik bagi kesehatan. Itu dalam skala rumah tangga, lain halnya tentu buat yang punya usaha ¬†rumah makan dan ¬†penjual gorengan,¬†mutlak harus ada gas.¬†¬†

 

Menjelang kenaikan harga BBM bersubsidi ini, yang katanya akan dilakukan awal Juni, tampaknya gas pun jadi susah diperoleh di pasar, lucunya pernyataan dari orang Pertamina kemarin di koran mengatakan bahwa dia baru tahu kalau di Bandung itu LPG kurang dari wartawan yang kebetulan bertanya pada dia ! Lho kok… apakah mereka tidak memonitor distribusi dan pemasaran tabung gas LPG ? ¬†Di koran PR hari ini, sekilas tadi baca judulnya, gas juga mulai dirasakan kurang di Garut, orang-orang harus antre untuk mendapatkan LPG. Wah, lengkaplah sudah, untuk dapat minyak tanah antre, gas antre, sebentar lagi bensin kayaknya juga antreee.

 

Saya duga, kelangkaan minyak tanah, gas dan bensin di beberapa tempat¬†kemungkinan besar akibat ulah dari para spekulan yang menahan distribusi dan penjualan komoditas tersebut¬† hingga harga betul-betul dinaikkan pemerintah. Selain itu suplai dari Pertamina tampaknya juga berkurang, apakah Pertamina juga menunggu ketetapan kenaikan harga BBM dari Pemerintah¬†untuk mengeluarkan komoditas tersebut dalam jumlah yang mencukupi untuk kebutuhan masyarakat ? Wallahu’alam, yang bisa jawab tentunya orang Pertamina¬†itu¬†sendiri.¬†¬†

 

Pada level keluarga, kelihatannya kita harus siap-siap dengan alternatif bahan bakar yang lain: listrik dengan rice cooker atau electric plate, otomatis ini berarti konsumsi listrik di rumah akan bertambah, mungkin juga kita mesti cari tungku untuk memasak dengan arang dan kayu bakar seperti jaman dahulu, yang mungkin juga masih sehari-hari dilakukan di kampung-kampung hingga saat ini, dan pembakar sate atau barbeque tentu saja dengan arang, batok kelapa dan minyak atau lilinnya (untuk membantu menyalakan arang/batok kelapanya). Seorang teman saya dari Politeknik Manufactur menawarkan untuk membuatkan kompor dengan bahan bakar spirtus, sekedar untuk kondisi darurat. Dia bilang sudah pernah buat dan mencobanya, lumayanlah katanya. Saya bilang saya berminat !

 

Berikutnya perlu ada penyesuaian pola makan,¬†siapkan lebih banyak buah-buahan di rumah dan makanan alternatif lainnya yang tidak perlu dimasak misalnya¬†pisang, apel. pepaya¬†hmm… apa lagi yang tidak perlu dimasak dan kandunagn karbohidratnya lumayan tinggi ¬†? Bagaimanapun kita harus mencari strategi alternatif baik untuk bahan bakarnya maupun bahan yang akan dimakannya (agar bisa mengurangi penggunaan bahan bakar untuk mengkonsumsinya).

 

  


Subhanallah, Alhamdulillah AllahuAkbar ! rasanya cuma ucapan itu yang paling layak untuk dikumandangkan menyusul informasi dari berbagai hasil quick count sementara ini (17.52) bahwa pasangan HaDe memenangi pilkada Jabar yang telah digelar hari ini, 13 April 2008. Data yang telah masuk ke lembaga-lembaga survei tersebut telah mencapai 60 % dan biasanya hasilnya tidak akan berubah banyak. Jika kemenangan¬† itu benar terjadi, maka kemenangan HaDe adalah kemenangan rakyat Jawa Barat yang menginginkan perubahan menuju kondisi yang lebih baik dimasa yang akan datang !¬†Pada pengamatan¬†banyak pihak, kemenangan HaDe memang menjadi suatu yang fenomenal, mengingat hasil prediksi sebelumnya, dua saingannya yakni Aman dan Da’i lebih dijagokan.¬†¬†¬†

Pada posting saya sebelumnya tentang pilkada ini, saya memprediksi hasilnya akan ketat, ketiga calon kemungkinan mencapai suara diatas 30 an persen. Hasil quick count sementara ini menunjukkan HaDe bisa mencapai/mendekati 40 %, Aman sekitar 30an % dan Dai 25an % 

Warga jabar yang tadi berduyun-duyun ke TPS-TPS dan  mencoblos pilihannya, mestinya ingin segera tahu siapa yang akan memenangkan Pilkada pertama di Jabar ini dan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur jabar lima tahun kedepan.  Jika benar HaDe memenangkan pilkada ini, sungguh sebuah kemenangan yang luar biasa bagi sosok muda  Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf. Selamat kepada mereka berdua, selamat kepada tim suksesnya, selamat kepada PKS dan PAN, dan kepada seluruh warga jabar yang telah mensukseskan Pilkada pertama di Jabar ini. Semoga kedepan Jabar akan leuwih HaDe ! Amien. 


Hari ini mulai kampanye Pilkada Jabar euy. Tiga pasang calon yang masing-masing menggunakan singkatan 1. ¬†DA’I (Dani Setiawan-Iwan Sulanjana), 2. AMAN (Agum Gumelar-¬†Nu’man) dan 3. HADE (A. Heryawan-Dede Yusuf) bertarung memperebutkan jabar 1-2.¬† Karena itu, begitu keluar rumah di Bojong Koneng-Cikutra-Pahlawan-Katamso, sudah dipenuhi spanduk, poster dan striker para calon. Rame lah pokokna mah. Pagi ini jam 9 kelihatannya akan ada kampanye bersama di Gasibu, tadi pagi saya lewat depan gedung sate, sudah ada persiapan para petugas kepolisian untuk berjaga-jaga mengamankan jalannya kampanye. Baca entri selengkapnya »


at-fremantle.gif

November 2007 saya sempat jalan-jalan ke Fremantle, lebih kurang 1 jam dari Perth, Australia, makan fish and chips di warung yang terkenal yang nge-claim sebagai penjual fish and chip tertua di daerah itu.¬†Nama¬†warungnya “Cicerellos”.¬†Rasanya… memang enak sih, tapi harganya juga lumayan mahal, satu porsi yang paling murah sekitar 12 dolar-an, kalikan 8 ribuan, sekitar seratus ribuan. Porsinya memang lumayan besar. Tetapi itu harga termurah yang saya beli, karena ada yang harganya sampai diatas 20an dolar, kayaknya jenis ikannya yang membedakan harga tersebut.

Foto diatas saya crop, karena diatasnya ada beberapa orang yang makan juga, saya dengar obrolan mereka dalam bahasa Indo(nesia) asli. Di Perth dan Fremantle ini memang cukup banyak komunitas orang Indonesianya. Saya belanja pernih-pernik, eh yang jaga gadis dari Indonesia. Ada juga toko yang punyanya bahkan orang Indonesia. 


Hari ini kayaknya ¬†banyak rekan-rekan¬†dosen ITB harus bergegas datang ke ATM, untuk mengambil duit yang masih tersisa ditanggal tua ini, buat bayar kekurangan pembayaran pajak, karena hari ini terakhir harus disetorkan ke Bank. Syukur kalau masih cukup sisanya di Bank, kalau tidak…. ya terpaksa dengan berat hati mencari pinjaman pada rekan lain, apa boleh buat. Syukurnya juga buat saya yang dosen biasa ini, kekurangan pembayaran pajak yang harus saya bayar boleh dibilang tidak seberapa, ini dengan perbandingan rekan-rekan lain yang jadi pejabat, kayaknya¬†tidak mendekati¬†sepersepuluhnya dari kewajiban mereka. Mengapa harus membayar kekurangan pajak ? Karena selama ini institusi kami¬†kayaknya tidak tega memotong penuh untuk pph, maklum gaji dosen sendiri masih minim, tapi akhirnya menumpuk disaat-saat terakhir pembayaran pajak ini. Baca entri selengkapnya »

Mei 2021
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • Tidak ada

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

twitter

%d blogger menyukai ini: