You are currently browsing the monthly archive for Mei 2009.


Alhamdulillah, tiga pasangan capres-cawapres yang akan bertarung dalam pilpres 2009 yad telah mendeklarasikan diri mereka masing-masing. Diawali oleh JK-Win beberapa hari sebelumnya, dua pasangan berikutnya SBY-Berbudi dan Mega-Prabowo mendeklarasikan diri pada malam yang sama, 15 Mei 2009. Kesepakatan koalisi partai-partai telah ditempuh melalui perjalanan yang cukup alot, panjang, diwarnai berbagai manuver politik, pada akhirnya mengerucut pada tiga pasangan capres dan cawapres ini. Berkenaan dengan hal tersebut, atas nama para akademisi perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam wadah ASASI, dengan ini kami menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada ketiga pasangan calon capres-cawapres ini atas pendeklarasian mereka dan selamat bertarung pada pilres yang akan datang. 

Ketiga pasangan tersebut, pada pandangan kami merupakan tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang dipercayai oleh konsitutennya masing-masing dan dipandang layak untuk memimpin bangsa Indonesia kedepan. Pada tiap pasang ada jenderal (purnawirawan) dan ada sipil, ini adalah perpaduan dan komposisi yang menarik yang merepresentasikan realitas kekuatan militer dan sipil di tengah masyarakat kita. Siapapun yang pada akhirnya nanti akan keluar sebagai pemenang dengan mendapatkan suara terbanyak dari rakyat, artinya pasangan tersebut mendapatkan lebih banyak kepercayaan dari rakyat Indonesia, dan itu harus dihargai dan dihormati oleh pasangan lainnya dan seluruh komponen bangsa ini. 

Kita harus mensyukuri bahwa setelah memasuki era reformasi ini, bangsa kita telah menyepakati suatu mekanisme pemilihan pemimpin dengan cara yang damai yakni melalui pemilihan umum, tanpa melalui kekerasan atau revolusi berdarah . Banyak negara lain di dunia yang masih menumpahkan darah untuk terjadinya perebutan kekuasaan secara paksa, dan itu menelan banyak korban rakyat yang tak berdosa. 

Bangsa Indonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah bangsa yang beradab, bangsa yang menghargai dan menjunjung tinggi hak-hak asazi manusia, yang menghargai suara dari setiap rakyatnya, tidak membedakan agama, ras atau golongan, status ekonomi, semua harus mendapatkan haknya untuk memilih siapa yang mereka pandang layak untuk menjadi pemimpin bangsa ini lima tahun kedepan.

Karena itu kita berharap pilpres yang akan datang akan berlangsung dengan aman, jujur, fair, saling menghormati dan menghargai, tidak saling mengejek atau menjelekkan, tidak saling melakukan pembunuhan karakter pasangan lawan, tidak melakukan money politics dan perilaku tercela lainnya yang mencederai proses demokrasi yang baik. Semoga juga penyelenggara pilpres yakni KPU akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga kekurangan-kekurangan yang terjadi pada pemilihan legislatif yang lalu dapat diperbaiki. Selanjutnya kIta juga berharap bahwa pilpres yang akan datang ini akan disambut hangat dan antusias oleh seluruh masyarakat Indonesia yang turut serta berpartisipasi dalam mensukseskan pilpres ini untuk turut serta menentukan masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. 

Semoga Allah swt memberikan bangsa Indonesia pemimpin yang terbaik yang akan membawa bangsa dan negara ini menuju baldatun thoyyibatun wa robbun ghafuur. 

Bandung, 15 Mei 2009.
Ketua Asosiasi Akademisi Indonesia (ASASI),
Dr. Taufikurahman.


Dinamika politik terus bergulir. Kendati telah mendapat dukungan dari PKS,PAN, PPP dan PKB, saat ini SBY/Demokrat tengah melakukan pendekatan dengan PDIP. Alasan Demokrat mereka ini melakukan silaturahim yang diajarkan oleh agama, dan peluang koalisi terbuka dengan partai apa saja. Silaturahim itu sah-sah saja, demikian juga koalisi dengan siapapun boleh-boleh saja. Tetapi, dalam situasi politik seperti ini siapapun akan membaca dengan jelas bahwa SBY/PD merasa tidak cukup atau masih merasa kurang nyaman dengan hanya mengandalkan dukungan parpol-parpol Islam atau berbasis massa Islam yang sementara ini sudah dia peroleh. Demokrat/SBY khawatir kalau itu akan menjatuhkan popularitas SBY, khawatir ditinggalkan oleh block votes. Karena itu dia berambisi untuk menggaet PDIP dalam koalisi agar kesan kental keislaman itu bisa diencerkan dengan masuknya PDIP. Manuver politik SBY/Demokrat sendirian ini pastinya memcederai fatsoen koalisi bersama parpol-parpol pendukungnya semula, karena mereka merasa tidak diajak kompromi. 

Sejatinya sejauh ini memang parpol-parpol pendukung Demokrat tersebut terkesan memberi cek kosong kepada SBY untuk berkoalisi dengan partai apapun dan untuk mengambil cawapres siapapun. Semua orang waras tahu bahwa hal seperti itu namanya bukan koalisi yang sehat tetapi koalisi yang tidak seimbang, sangat terpimpin, dan tidak mengherankan bila menjadi cenderung otoriter, mentang-mentang suaranya paling besar. Sebuah koalisi yang sehat mestinya didasarkan pada prinsip kompromi antar parpol pendukung, terutama menyangkut pengambilan keputusan-keputusan yang strategis. 

Selain itu dalam penentuan cawapresnya, SBY tampaknya ingin hal itu sepenuhnya menjadi otoritas beliau, dan parpol-parpol pendukungnya cukup mengajukan calon-calon mereka untuk kemudian diseleksi oleh SBY. Rumor yang saat ini beredar bahwa SBY telah memilih Budiono, Gubernur BI, untuk cawapresnya, sebagai strategi untuk menarik hati PDIP. Pilihan ini, tanpa terlebih dahulu berdiskusi dengan parpol lain, juga memicu permasalahan baru, mengingat keputusan itu tidak dikompromikan dulu dengan parpiol-parpol pendukung yang umumnya menginginkan cawapresnya dari salah satu parpol pendukung tersebut. 

Sangat logis bila manuver SBY/PDIP yang terakhir ini akan dianggap oleh parpol-parpol lain pendukung koalisi Demojkrat sebagai mencederai etika dan kesepakatan koalisi, dan karena itu sangat dapat dipahami bila kemudian parpol-parpol tersebut akan berpikir ulang untuk menarik dukungan dari Demokrat. To make it worst, SBY/Demokrat tampaknya sengaja mengulur-ulur waktu pendeklarasian Cawapresnya hingga tanggal 15 mei malam yad, agar tidak cukup waktu bagi parpol-parpol yang telah menyatakan dukunganya untuk melakukan menuver menarik dukungan dan membuat koalisi sendiri, karena waktunya tinggal 1 hari lagi, bahkan kurang. 

Saat ini masih ada waktu buat PKS, PPP, PAN,PKB untuk menarik dukungan kepada SBY/Demokrat dan bikin koalisi sendiri, sangat mungkin juga bila mengajak Gerindra. Biarkan PD/SBY berasyik masyuk dengan PDIP/Megawati. Tinggalkan saja Demokrat dan bikin koalisi sendiri. Kalah tidak menjadi masalah, dan siap menjadi oposisi yang berwibawa. Yang penting mereka harus menunjukkan harga diri sebagai partai-partai yang berdaulat dan bukan sekedar pelengkap pendeerita dalam koalisi tersebut. Strategi ini juga akan menepis sementara anggapan bahwa mereka mendekati Demokrat karena haus kekuasaan.


Pelatihan Pembuatan Biogas dari Limbah Hayati

di SITH ITB

hari Rabu dan Kamis, 6 dan 7 mei 2009

Pembicara: Dr. Taufikurahman, Dr. Robert Manurung, Ir. Sri Harjati PhD, Andreas Widji ST, Irwansyah Idris, H. Cecef Saeful Mikdar.

Informasi lebih lanjut silakan lihat di http://www.sith.itb.ac.id

Mei 2009
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Klik tertinggi

  • Tidak ada

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

twitter

%d blogger menyukai ini: