You are currently browsing the monthly archive for Februari 2008.


Selepas kuliah di gedung Arsitektur pagi tadi, saya cek lagi ternyata pohon pinus (Pinus mercusii) masih tegak berdiri disisi koridor pejalan kaki atau pergola yang menghubungkan  kampus dari jl Ganseha ke arah gedung FSRD, mungkin sekitar 7 tegakan, tidak dihitung persis. kehadiran pohon pinus tersebut kemungkinan besar luput dari pandangan pejalan kaki karena tertutup pergola. Saya terpikir sebaiknya ditanam bambu-bambu diantara pinus tersebut yang akan memberikan aksen khas dan lebih tampak karena daun-daunnya muncul sejak dari dekat permukaan tanah, kendati pohonnya nanti telah tumbuh besar. Anakan bambu akan terus bermunculan sehingga kehadiran tanaman itu akan terlihat jelas dari pandangan orang yang berjkalan dibawah pergola. Alternatif lain selain bambu mungkin perdu berbunga seperti kemuning atau Rhododendron (dengan bunganya yang berwarna merah). Baca entri selengkapnya »


Pohon di taman

Negara-negara maju sangat memperhatikan kehadiran taman hijau atau lahan terbuka hijau di kota mereka. Di Perth sebagai contoh kita akan menjumpai banyak sekali taman-taman kota. Menariknya, beberapa taman kota dilengkapi dengan fasilitas barbeque, tinggal memutar knop untuk mengeluarkan gas. Di Universitas tempat saya belajar dulu, di Swansea, Wales, UK, Universitas berada pada lahan yang berdekatan dengan taman kota yang mereka namakan Singleton Park. Ini sebuah taman rumput yang luas dengan pohon-pohon ditepinya.  Taman yang terkenal di London, Hyde Park, yang biasa dipakai untuk konser musik atau demo, merupakan taman kota yang sangat luas, kalau konser puluhan ribu orang bisa masuk ke Hyde Park, tidak masalah. Baca entri selengkapnya »


Pendahuluan

            Sebagai salah satu cabang dari ilmu Ekologi, lansekap diterjemahkan sebagai bentang alam, baik itu berupa hutan, perkebunan, perumahan, sungai dan danau, pegunungan, atau ramuan dari seluruh elemen tersebut yang terjangkau sejauh mata memandang. Bentang alam karenanya dapat merupakan mosaik ekosistem-ekosistem yang berbeda, didalamnya terjalin interaksi ekologis seperti siklus materi dan aliran energi. Baca entri selengkapnya »


kayu-putih.jpg

Pohon pinggir jalan  

Jenis tumbuhan apa yang cocok untuk ditanam di suatu lokasi sangat tergantung pada berbagai hal. Pertama tentu tergantung lokasinya: seberapa luas lokasinya, bagaimana letak lokasinya, ketinggian lokasi dari permukaan laut, kondisi lingkungan: suhu, kelembaban, curah hujan, keterdedahan (exposure) dari sinar matahari, dsb.

Berikutnya pertimbangkan karakter tumbuhan yang akan ditanam, meliputi habitus yang akan dipilih (pohon, perdu atau herba), potensi maksimal ketinggian tumbuhan, luas mahkota (kerimbunan), daya tahan akar, daya rusak akar terhadap struktur diatasnya, kegunaan tumbuhan: apakah akan diambil buahnya, apakah karena bunganya atau daunnya yang indah ? Beberapa tumbuhan juga bisa dipilih atau tidak dipilih untuk ditanam karena menjadi temoat bersarang atau habitat bagi hewan seperti burung, kelelawar, serangga tertentu dan lainnya. Baca entri selengkapnya »


jaca1.jpg  Bulan November 2007 lalu saya berkesempatan jalan-jalan ke kota Perth, Australia, menghadiri konferensi  yang diselenggarakan oleh the Ecological Society of Australia. Begitu menjejakkan kaki di luar bandara, sambutan yang saya terima adalah dari lalat-lalat yang banyak berterbangan di musim panas. Ya, ketika di Eropa dan Amerika musim winter, Australia sedang musim panas. Disepanjang perjalanan di kota Perth, saya tertarik dengan pohon yang banyak ditanam di pekarangan rumah penduduk, bunganya ungu, indah sekali, dan pohonnya umumnya sudah cukup tinggi-tinggi sekitar 10 meteran keatas. Pohon ini lazimnya tidak ditanam di pinggir jalan, tetapi di pekarangan rumah penduduk, tampaknya karena mahkota pohon ini cukup luas membentang dan boleh jadi akan menghalangi lalu lintas di jalan bila ditanam di pinggir jalan. Tetapi kehadiran banyak tumbuhan ini tak tertutupi karena sangat dominan dan warna ungunya sangat mencolok. Pohon ini dikenal dengan nama Jacaranda.

Baca entri selengkapnya »


Sejak lebih kurang setahun yang lalu, media di kota Bandung memberitakan kontroversi seputar rencana Walikota Bandung, Dada Rosada, untuk mendirikan sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Rencana tersebut tampaknya sudah merupakan harga mati bagi pak Wali kota, karena beliau tidak melihat adanya alternatif lain dalam pengelolaan sampah di kota Bandung.   PLTSa istilah yang misleading  Sebetulnya istilah PLTSa tersebut misleading, karena yang dimaksud sesungguhnya adalah sebuah insinerator pemusnah sampah yang hasil pembakarannya dikonversi menjadi tenaga uap untuk menggerakkan generator pembangkit listrik. Istilah umumnya yang digunakan diluar adalah Waste to Energy. Kekhawatiran terhadap dioksin  Kontroversi muncul karena banyak hal, diantaranya adalah bahwa para pakar lingkungan dan publik khawatir dengan dampak lingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh PLTSa tersebut, dan yang sangat dikhawatirkan adalah gas beracun yang disebut dioksin. Dioksin biasanya terbentuk dari pembakaran yang tidak sempurna. Efek dioksin bagi manusia bisa fatal. Saat ini pengukuran dan monitoring dioksin sangat mahal dan susah dilakukan. Para pakar lingkungan dan publik meragukan tingkat safety dari PLTSa ini. Baca entri selengkapnya »


NUR SYAZREEN BTE ABDULLAH SIDIT // Februari 18, 2008 at 3:13 pm

Malaysia is a land of fascinating sights and attractions. Rich in colour and contrasts, her multi-faceted charm provides intriguing images that leave visitors to the country in awe. The natural warmth of Malaysia is legendary, wherever one goes, the friendliness and hospitality of the people would prove to be very special experience. Malaysia is a paradise. Its sun-drenched beaches, enchanting islands, diverse flora and fauna, forest retreats and magnificient mountains are among the best in the region.
One of the most famous island in Malaysia is Langkawi Island. Langkawi Island is the main island are richly blessed with a heritage of fabolous myths and legends. As a natural paradise, the island are perhaps unmatched anywhere alse in Southeast Asia. The rustic beauty of the island is in itself a compelling attraction.Nestled against a dramatic backdrop of mountains are ancient lakes and forests, waterfalls and beaches, all of which enhance the wonder that is Langkawi. Baca entri selengkapnya »

Penulis : Tan Pei Err  (peierr86@yahoo.com)

Terengganu – a coastal area where it was once famous with the beautiful sea creature, Turtle! This is a place where I’m born and grew up. I’m a sea-lover; I
started to fall in love with the ocean since the day I knew its existence. Terengganu used to be leatherback turtle (the largest of all living turtles) major nesting site, but due to many different kinds of reasons, including pollution which is the main factor lead to the drop in turtle landing on Terengganu beach. Besides that, extinction of leatherback turtle also goes by prevailing of turtle eggs
consumption and poor hatchery management. I remember, years ago I could see people selling turtle’s eggs everywhere in my hometown, how sad it was! Turtle, please come back… Baca entri selengkapnya »


For students attending Environmental Science in my class, you are requested to write in the comment space below, a short description about the environment conditions either of your home town or the area where you are living in now.


For SITH students attending technical writing class, write down in the comment space below topic(s) that you are interested to write about for an essay asignment.

Februari 2008
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Klik tertinggi

  • Tidak ada

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

twitter

%d blogger menyukai ini: