You are currently browsing the category archive for the ‘Lansekap tumbuhan’ category.


 

Tadi pagi di Metro TV saya lihat laporan VOA tentang pameran anggrek sebuah taman anggrek di Amerika. Rupanya banyak juga pencinta anggrek di Amerika, dan anggreknya juga beraneka jenis kelihatannya. Tentu saja, anggrek disana ditanam didalam rumah kaca (green house) untuk menjaga agar kondisi lingkungannya hangat dan lembab seperti di Tropika, tempat asal dari berbagai jenis anggrek yang menarik. Dengan teknik kultur jaringan, enggrek tropika kita yang khas, endemik, dan tentu saja indah, bisa diperbanyak tak terbatas di negeri orang …  Baca entri selengkapnya »


 

 

Pernah lihat pohon sapu tangan ? Di kampus ITB lumayan cukup banyak ditanam, beberapa sudah cukup tinggi. Pohon ini menariknya adalah daunnya yang masih muda berwarna terang dan melambai-lambai karena posisinya daunnya merunduk, kontras dengan daun tua yang berwarna hijau gelap.   Ceritanya, tadi pagi ketika saya mengajak mahasiswa yang ikut kuliah lansekap tanaman untuk mengenali bentuk dan tekstur pohon, kami mendekati pohon sapu tangan itu didepan Planologi . Baca entri selengkapnya »


 plant-form.jpg

(sumber: Norman K. Booth, 1990. Basic Elements of Landscape Architectural Design, Waveland Press, Inc. Illinois). 

Plant form atau bentuk pohon merupakan suatu karakteristik pohon secara visual yang menunjukkan keseluruhan bentuk (shape) dan pola pertumbuhan, atau outline silhoutte pohon. Bentuk tumbuhan merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan struktur komposisi tumbuhan, mempengaruhi kesatuan dan keanekaan, berperan sebagai aksen atau latar belakang, dan mengkoordinasikan vegetasi dengan bangunan atau elemen desain lainnya.

Menurut Booth (1990), ada tujuh bentuk umum pohon yakni fastigiate (ramping & meruncing), columnar (lonjong), spreading (melebar), rounded (bulat), pryramidal (piramid), weeping (merunduk) dan picturesque (seperti lukisan).

Buat mahasiswa S2 Arsitek, coba anda sebutkan dalam komentar dibawah beberapa contoh untuk pohon dengan kategori diatas. 


Pemilihan pohon tepi jalan (wayside trees) harus memperhatikan beberapa kriteria, diantaranya:

1. Sistem percabangan tidak ekstensif, agar tidak mengganggu kabel listrik, telpon, dan tidak menimbulkan gangguan pada kendaraan dibawahnya. Cabang yang ekstensif sebenarnya bagus untuk memberi naungan yang rimbun dan luas, tetapi potensi untuk menimbulkan kecelakaan bila cabangnya jatuh karena angin atau hujan yang lebat harus jadi pertimbangan utama. Baca entri selengkapnya »


Buat mhs S2 AR-ITB yang mengambil kuliah saya, seperti yang saya sampaikan pada kuliah tadi dan sebelumnya, saya minta anda untuk membuat suatu studi kasus lansekap tanaman yang ada di suatu lokasi. Tulisan mohon diletakkan di box komentar dibawah ini, dan fotonya nanti ditampilkan dlm pwr point waktu kuliah yad. Ok ya, saya tunggu tulisan anda.


Buat para mahasiswa S2 Arsitektur, berikut adalah beberapa references yang saya gunakan dalam perkuliahan kita

1. Booth, N.K. 1983. basic Elements of landscape Architectural Design. Waveland Press Inc. Illinois

2. Halle, F. dan R.A.A. Oldeman. 1975. An essay on the architecture and dynamics of grwoth of tropical trees. Penerbit Universiti Malaya, Kuala Lumpur

3.  Bell, A.D. 1991. Plant form: an illustrated guide to flowering plant morphology. Oxforn University Press. Oxford.

4. Blaumgardt J.P. 1994. How to identify flowering plant families; a practical guide for horticulturists and plant lovers. Timber Press, Portland, Oregon.


Selepas kuliah di gedung Arsitektur pagi tadi, saya cek lagi ternyata pohon pinus (Pinus mercusii) masih tegak berdiri disisi koridor pejalan kaki atau pergola yang menghubungkan  kampus dari jl Ganseha ke arah gedung FSRD, mungkin sekitar 7 tegakan, tidak dihitung persis. kehadiran pohon pinus tersebut kemungkinan besar luput dari pandangan pejalan kaki karena tertutup pergola. Saya terpikir sebaiknya ditanam bambu-bambu diantara pinus tersebut yang akan memberikan aksen khas dan lebih tampak karena daun-daunnya muncul sejak dari dekat permukaan tanah, kendati pohonnya nanti telah tumbuh besar. Anakan bambu akan terus bermunculan sehingga kehadiran tanaman itu akan terlihat jelas dari pandangan orang yang berjkalan dibawah pergola. Alternatif lain selain bambu mungkin perdu berbunga seperti kemuning atau Rhododendron (dengan bunganya yang berwarna merah). Baca entri selengkapnya »


Pohon di taman

Negara-negara maju sangat memperhatikan kehadiran taman hijau atau lahan terbuka hijau di kota mereka. Di Perth sebagai contoh kita akan menjumpai banyak sekali taman-taman kota. Menariknya, beberapa taman kota dilengkapi dengan fasilitas barbeque, tinggal memutar knop untuk mengeluarkan gas. Di Universitas tempat saya belajar dulu, di Swansea, Wales, UK, Universitas berada pada lahan yang berdekatan dengan taman kota yang mereka namakan Singleton Park. Ini sebuah taman rumput yang luas dengan pohon-pohon ditepinya.  Taman yang terkenal di London, Hyde Park, yang biasa dipakai untuk konser musik atau demo, merupakan taman kota yang sangat luas, kalau konser puluhan ribu orang bisa masuk ke Hyde Park, tidak masalah. Baca entri selengkapnya »


Pendahuluan

            Sebagai salah satu cabang dari ilmu Ekologi, lansekap diterjemahkan sebagai bentang alam, baik itu berupa hutan, perkebunan, perumahan, sungai dan danau, pegunungan, atau ramuan dari seluruh elemen tersebut yang terjangkau sejauh mata memandang. Bentang alam karenanya dapat merupakan mosaik ekosistem-ekosistem yang berbeda, didalamnya terjalin interaksi ekologis seperti siklus materi dan aliran energi. Baca entri selengkapnya »


kayu-putih.jpg

Pohon pinggir jalan  

Jenis tumbuhan apa yang cocok untuk ditanam di suatu lokasi sangat tergantung pada berbagai hal. Pertama tentu tergantung lokasinya: seberapa luas lokasinya, bagaimana letak lokasinya, ketinggian lokasi dari permukaan laut, kondisi lingkungan: suhu, kelembaban, curah hujan, keterdedahan (exposure) dari sinar matahari, dsb.

Berikutnya pertimbangkan karakter tumbuhan yang akan ditanam, meliputi habitus yang akan dipilih (pohon, perdu atau herba), potensi maksimal ketinggian tumbuhan, luas mahkota (kerimbunan), daya tahan akar, daya rusak akar terhadap struktur diatasnya, kegunaan tumbuhan: apakah akan diambil buahnya, apakah karena bunganya atau daunnya yang indah ? Beberapa tumbuhan juga bisa dipilih atau tidak dipilih untuk ditanam karena menjadi temoat bersarang atau habitat bagi hewan seperti burung, kelelawar, serangga tertentu dan lainnya. Baca entri selengkapnya »

Mei 2021
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • Tidak ada

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

twitter

%d blogger menyukai ini: