You are currently browsing the monthly archive for November 2008.


Pengumuman 8 tim yang masuk pada babak final kompetisi innovasi bioteknologi untuk mahasiswa SITH ITB telah saya sampaikan di http://taufikurahmanitb.wordpress.com pada halaman News. Selamat kepada mereka yang telah berhasil, dan selamat mempersiapkan diri untuk presentasi tanggal 6 desember di depan tim juri. Kepada yang belum berhasil jangan berputus asa, silakan terus menajamkan kemampuan berinnovasi pada ajang yang lain, dan terima kasih atas partisipasi anda semua.


Linknya: http://www.republik a.co.id/koran/ 24.html

Kamis, 27 November 2008 pukul 08:38:00

Memahami Euforia Atas Kemenangan Obama

Taufikurahman
Dosen ITB, Ketua Asosiasi Akademisi ASASI

Kemenangan telak Barack Obama atas rivalnya John McCain dalam pemilihan Presiden Amerika beberapa waktu lalu disambut dengan suka cita dan kemeriahan, bukan hanya di Amerika, tetapi juga di berbagai belahan dunia. Di Afrika bahkan Presiden Kenya menjadikan hari Kamis 6 November 2008 sebagai hari libur nasional untuk merayakan kemenangan Obama yang ayahnya berasal dari Kenya.

Di Jepang ada sebuah kota yang bernama Obama merayakan kemenangan Barack Obama sebagai kemenangan mereka. Masyarakat Indonesia sejak kampanyenya digelar beberapa bulan lalu sudah sangat berharap Obama menjadi orang nomor wahid di Amerika.

Kita ikut bangga karena Obama pernah tinggal dan bersekolah (SD) di Jakarta. Obama memiliki keterkaitan emosional bukan hanya dengan masyarakat di Amerika, terutama dari Partai Demokrat dan masyarakat kulit hitam di sana, tetapi juga dengan masyarakat di Afrika dan Asia. Karena itu, dapat dipahami di berbagai penjuru dunia menyambut kemenangan Obama dengan gembira dan penuh harapan. Umumnya masyarakat di negara-negara di dunia menaruh harapan besar pada Obama untuk  mengatasi krisis ekonomi global.

Simbol perlawanan terhadap rasialisme
Ketika menyaksikan dan mendengar pidato kemenangan Obama melalui layar TV, banyak orang ikut meneteskan air mata terharu, sebagaimana juga ratusan ribu  para pendukung Obama yang berkumpul di Chicago yang mendengar pidato beliau secara langsung. Terharu karena Obama menjadi simbol kemenangan warga kulit hitam melawan rasialisme di Amerika yang usianya sepanjang sejarah Amerika itu sendiri hingga saat ini.

Dalam pidato kemenangannya, Obama berkisah bagaimana dahulu seorang wanita negro tidak punya hak untuk memilih. Namun, sekarang seorang wanita negro menjadi first lady-nya Amerika.Kemenangan Obama menegaskan bahwa rakyat Amerika, terutama kalangan muda,  pada akhirnya dapat mengesampingkan isu rasialisme, dan melihat secara lebih objektif sosok yang mereka harapkan membawa perubahan terhadap kondisi di Amerika kendati itu seorang kulit hitam. Kemenangan Obama jelas membawa angin segar bagi orang-orang kulit hitam dan kulit berwarna lainnya (hispanik) di Amerika, sekaligus meningkatkan status pengakuan sosial dan harapan karier atau posisi mereka di tengah masyarakat kulit putih Amerika dengan semangat “yes we can” yang digemakan kubu Obama.

Isu perubahan
Kemenangan Obama dari kubu Demokrat tentu bukan hanya merupakan kemenangan warga kulit hitam atas rasialisme, tetapi ada hal lain yang perlu digarisbawahi. Selama kampanye, Obama berhasil menampilkan citra diri sebagai seorang yang benar-benar ingin membawa perubahan kondisi Amerika menjadi kondisi yang lebih baik dengan slogannya: the Change we need.

Tim kampanye Obama telah bekerja luar biasa membangun jaringan akar rumput dan secara maksimal memanfaatkan media internet untuk menjual ide, gagasan, program, baik lewat website, blogs, youtube, dan lainnya untuk memengaruhi terutama suara anak-anak muda atau pemilih mula. Berbagai isu dalam dan luar negeri dibahas dengan baik oleh kubu Obama selama masa kampanye.

Isu kebijakan luar negeri Amerika terutama masalah Irak dan Afghanistan telah direspons secara berimbang dan baik oleh kubu Obama. Janji Obama menarik pasukan Amerika setelah 16 bulan beliau menjabat menjadi presiden menjadi isu yang menarik  banyak kalangan, terutama bagi para keluarga tentara yang berada di Irak.  

Tidak dapat dimungkiri bahwa krisis ekonomi yang menghajar Amerika akhir-akhir ini telah memberikan kontribusi besar terhadap kemenangan Obama. Krisis tersebut bagaimana pun dianggap sebagai bentuk kesalahan Pemerintahan George W Bush yang berasal dari Partai Republik, partainya McCain.

Isu ekonomi tampaknya menjadi pertimbangan utama masyarakat Amerika untuk tidak memilih McCain dan mereka beralih ke figur Obama walaupun program ekonomi yang ditawarkannya barangkali tidak sangat menjanjikan atau tidak berbeda jauh dengan program yang ditawarkan McCain. Yang jelas, kubu Demokrat diuntungkan karena mereka bukan yang memegang kendali pemerintahan saat krisis ekonomi terjadi saat ini.

Tantangan besar menanti
Obama memang baru akan dilantik 20 Januari 2009, tetapi sangat jelas tantangan besar menanti dia, yaitu krisis ekonomi Amerika dan dunia dan dua agenda perang Irak dan Afghanistan yang menyita banyak korban dan keuangan dari pihak Amerika sendiri. Kita berharap Obama akan menepati janjinya untuk menarik mundur pasukan Amerika dari Irak, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kevin Rudd dengan menarik pasukan Australia tidak lama setelah dia menjabat sebagai perdana menteri sesuai janjinya ketika kampanye.

Kita juga berharap bukan hanya di Irak pasukan Amerika akan ditarik, tetapi juga di Afghanistan. Bagaimana pun operasi militer di kedua negara tersebut telah memberi citra negatif Amerika, menelan banyak korban baik warga negara di kedua negara tersebut maupun tentara Amerika.

Operasi militer tersebut juga tentunya telah menghabiskan banyak anggaran belanja pemerintah Amerika. Saat ini anggaran tersebut mestinya lebih banyak difokuskan untuk menangani ratusan ribu orang yang terkena PHK karena banyak perusahaan gulung tikar, termasuk beberapa pabrik General Motor, sekian banyak orang yang tidak bisa membayar kredit perumahan mereka karena secara ekonomi juga mereka sebelumnya sudah bermasalah (kasus sub-prime mortgage).

Obama harus segera menyiapkan tim ekonomi yang andal untuk mengatasi krisis ekonomi, dan penasihat militer yang bijak untuk mengatasi masalah Irak, Afghanistan, konflik Palestina-Israel, hubungan dengan Iran dan Korea Utara. Obama juga akan menghadapi ancaman bagi keselamatan dirinya dan ini menjadi test-case bagi perubahan melawan rasialisme.

Tidak dapat dimungkiri masih banyak orang Amerika yang bersikap rasis dan tidak suka dengan kemenangan Obama. Sejarah Amerika mencatat ditembaknya orang-orang yang mencoba membawa perubahan melawan rasialisme di Amerika, sebut saja Malcolm X dan Martin Luther King yang keduanya juga orang berkulit hitam.

Terbunuhnya Presiden John F Kennedy juga merupakan pelajaran penting akan mahalnya harga sebuah pluralitas bagi masyarakat Amerika. Obama harus menyiapkan diri menghadapi risiko perjuangan melawan rasialisme yang telah berurat akar di masyarakat Amerika. 

Harapan vs skeptisisme dunia Islam
Obama memiliki ayah seorang Muslim dari Kenya, Husein Obama, dan kemudian seorang ayah tiri Muslim dari Indonesia, Lolo Soetoro. Adanya hubungan kekeluargaan Obama dengan orang-orang Muslim di Kenya dan Indonesia memberikan makna dan harapan tersendiri bagi dunia Islam secara menyeluruh, bahwa Presiden Amerika kali ini yang memiliki hubungan kekeluargaan dekat dengan orang Muslim, diharapkan  lebih mengerti Islam, dan mestinya akan lebih menghargai umat Islam.

Kendati demikian, belajar dari pengalaman masa lalu akan sepak terjang Amerika di dunia Islam, selain harapan akan datangnya perubahan yang akan dibawa oleh Obama, dunia Islam juga tampaknya menunggu dengan skeptis, benarkah Obama akan membawa perubahan? Bukankah setiap kebijakan strategis harus dengan persetujuan senat? Selain itu,  bukankah selama ini Presiden Amerika dikelilingi oleh pihak-pihak yang memiliki lobi kuat terutama dari kelompok orang-orang Yahudi, yang notabene selalu memusuhi umat Islam?

Dunia Islam tidak boleh sekadar menunggu kebijakan apa yang akan diambil Obama ketika telah menjabat sebagai presiden nanti. Sebaliknya, negara-negara Muslim perlu secara aktif melakukan lobi terhadap Obama. Selain itu, kendati sejauh ini sangat sulit untuk dicapai, negara-negara Muslim harus membangun kebersamaan dan persatuan agar tidak mudah diintervensi oleh pihak asing, yang berupaya menancapkan hegemoninya di negara-negara Muslim dan memungkinkan mereka dengan leluasa mengeksploitasi sumber daya alam dari negara-negara Muslim tersebut.

Ikut bergembira dan menaruh harapan besar atas kemenangan seorang Barack Obama sebagai presiden berkulit hitam pertama di Amerika rasanya sah-sah saja, bahkan merupakan ekspresi keberpihakan kita terhadap nilai-nilai universal. Sejatiya, umat manusia sejak dahulu disatukan oleh nilai-nilai universal keadilan, kesetaraan, kasih sayang dan kecenderungan kepada kebenaran. Kejujuran masyarakat dunia  dalam mengekspresikannya menjadi sangat penting untuk membangun kemanusiaan yang lebih baik dan lebih bermakna di masa depan yang penuh tantangan.

Ikhtisar:
–    Tim kampanye Obama bekerja luar biasa membangun jaringan akar rumput dan secara maksimal memanfaatkan media internet.
–    Dunia Islam masih skeptis dengan Barack Obama.


Beberapa pertanyaan tentang eceng gondok yang masuk ke  blog ini:

> Dari Ikhsan:

assalamu’alaikum. saya ingin melakukan riset ttng eceng gondok…..yang ingin saya tanyakan adalah apakah eceng gondok dapat dijadikan bahan komposit?????dan seberapa kuatnya komposit yang di hasilkan oleh eceng gondok?????? eceng gondok itu dapat menghasilkan biogas y pak????? apakah ada senyawa lain dalam menghasilkan biogas dari eceng gondok???klo ada senyawa apa namany??? tolong y pak jawabannya Trims.

R: Buat Ikhsan, terus terang saya belum melakukan kajian tentang komposit atau biokomposit ini. Tetapi kita tahu bahwa serat eceng gondok punya kekuatan yang cukup baik dan kuat sehingga dapat digunakan untuk tikar, tas, campuran untukkertas daur ulang motif. Eceng gondok juga potensial untuk digunakan sebagai bahan pulp kertas. Akan sangat menarik untuk melihat potensi biokomposit ini. Jeoang dan Cina kalau tdk salah sdh mengembangkan komposit dari serat jagung untuk bahan ponsel.  Tahun depan katanya mereka akan release ini ke pasar.

Untuk menghasilkan biogas dari eceng gondok cukup eceng gondok basah yg sdh dipotong-potong dimasukkan ke dalam wadah misal drum untuk skala menengah atau botol galon aqua untuk skala kecil, tutup dan biarkan berlangsung proses fermentasi oleh bakteri sehingga akan dihasilkan methan. Selain methan gas lainnya CO2, O2, N2 juga. Biogas yang bagus adalah yang porsi methannya tinggi. hsil sementara penelitian saya untuk biogas ini silakan cek di abstrak dalam http://taufikurahmanitb.wordpress.com


I decided to create another blog, namely Taufikurahman’s academic site. The intention is to gather information as complete as possible regarding my research interests, activities and achievement. Since I just started two days ago, the blog is very much still in its early stage, so you will find not much information yet. Nevertheless I have put almost all name of students and their works who conducted their researches for completing their studies under my supervision. If you are interested, please visit http://taufikurahmanitb.wordpress.com


Alkisah, dahulu kala ada seorang penjahat yang telah membunuh 99 orang. Luar biasa. Hingga pada titik tersebut, si penjahat ini rupanya baru merasa bersalah dan ingin bertaubat. Masalahnya, apakah Tuhan akan mengampuni dosa-dosanya yang telah membunuh begitu banyak manusia ? Maka, datanglah ia kepada seorang pendeta, menyampaikan pengakuan dosanya dan bertanya apakah Tuhan masih akan memaafkannya, dan bagaimanakah caranya bertobat ? Sang pendeta, dengan gemetar menjawab bahwa kejahatan yang telah dilakukan oleh orang tersebut sungguh luar biasa, sehingga Tuhan pasti tidak akan sudi mengampuninya. Mendengar pernyataan sang pendeta, si penjahat merasa kesal, lalu dibunuhnya pulalah si pendeta itu, sehingga genaplah 100 orang telah dibunuhnya.

Dalam perjalanan, si pembunuh ini bertemu dengan seorang yang shaleh dan bijak. Ketika pertanyaan yang sama diajukan oleh si pembunuh, orang ini menyarankan si pembunuh untuk pergi ke suatu tempat yang cukup jauh, ditempat tersebut berkumpul orang-orang baik yang bisa membantu mengkondisikan sipembunuh ini untuk menjadi manusia yang baik. Si pembunuh ini mengikuti saran orang tersebut, dan berangkatlah ia ke tempat yang ditunjukkan itu. Dalam perjalanan menuju tempat yang dia harapkan dapat mengubah dia menjadi orang baik, ajal menjemputnya. Kematian si pembunuh ini yang dalam perjalanan menuju tempat orang-orang  baik menimbulkan perdebatan antara dua Malaikat, yang satu mengatakan bahwa orang itu harus dimasukkan sebagai orang jahat, sementara malaikat yang satunya lagi mengatakan bahwa orang itu layak dimasukkan kedalam golongan orang-orang baik, karena dia sudah menunjukkan keinginan kuat untuk bertobat, hanya saja dalam perjalanan ajal telah menjemputnya.  Untuk memutuskannya, mereka sepakat mengukur jarak dari lokasi kematian orang itu, apakah lebih dekat ke tempat dia berasal yang banyak orang-orang jahatnya, atau ke tempat yang akan dia tuju yang banyak aorang-orang baiknya. Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, Tuhan memendekkan jarak lokasi kematian orang tersebut ke tempat yang rencananya akan dia tuju, sehingga si pembunuh itu masuk kedalam kelompok orang-orang yang baik. Cerita tersebut dapat dibaca dalam Riyadusshalihin, kunmpulan haduts-hadits Rasulullah saw.

The message of the strory: Pertama, selama hayat masih dikandung badan, selalu ada kesempatan untuk bertaubat kepada Allah Swt atas segala dosa yang telah kita lakukan, sebesar apapun dosa-dosa tersebut.  Sungguh merupakan akhir yang baik bagi si pembunuh bahwa ajal menjemput ketika dia telah berniat untukbertaubat dan telah berusaha ke arah itu dengan berjalan menuju kampung orang-orang shaleh. Punya niat dan berupaya untuk berubah menjadi lebih baik saja sudah dihitung sebagai sebuah kebaikan. Kedua, untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik kita harus berada dalam lingkungan orang-orang yang baik. Ini merupakan prinsip penting untuk perubahan sikap,perilaku, cara berpikir dan kebiasaan seseorang yanga memang benar-benar ingin berubah meninggalkan kebiasaan lamanya yang buruk.

Alan Deutschman, dalam bukunya “Change or die” (2008)*,  menyimpulkan ada tiga kunci untuk berubah, yakni kunci 3 R: Relate, Repeat dan Reframe.  Relate artinya menjalin hubungan emosional yang baru dengan seseorang atau sebuah komunitas yang dapat memberikan inspirasi dan mempertahankan harapan. Dalam kasus si pembunuh itu, dia bertemu dengan seorang shaleh di jalan yang memberinya arahan benar bagaimana caranya kalau dia ingin berubah, yakni dia harus berpindah ke tempat yang penuh dengan orang-orang baik.  Ketika dia telah berada dalam lingkungan orang-orang baik dan berinteraksi intensif dengan mereka,  hubungan emosional akan terjalin dan akan lebih mampu membuat orang tersebut bertahan pada niat perubahannya, tidak kembali ke kebiasaan semula.  R yang kedua yakni Repeat (mengulangi), maknanya hubungan yang baru membantu seseorang untuk belajar, berlatih dan menguasai kebiasaan-kebiasaan serta keterampilan-keterampilan baru yang diperlukan. R yang ketiga yakni Reframe (membingkai kembali), maknanya bahwa hubungan yang baru dengan orang-orang baik membantu seseorang untuk belajar mengubah cara atau kerangka berpikir sehingga dapat memahami dan mengikuti pola hidup yang sebelumnya asing atau tidak masuk akal.

—–

*) Deutschman, A. 2008. Change or Die. Penerbit Salamadani. Bandung.


Kita menyadari atau tidak, dunia terus berubah. Waktu terus berjalan:  detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, tahun terus bergerak, berganti. Yang telah lalu tidak dapat kita rebut lagi. Andaipun kita tidak melakukan apapun merespons perubahan yang terjadi di dunia, Kita juga akan berubah. dengan berlalunya waktu, usia kita bertambah, setiap orang menuju pada tahapan menjadi tua. Dunia memaksa kita untuk berubah, does’nt matter whether you like it or not. Kalau sudah bicara tentang “ketuaan” kita bicara tentang fakta bahwa diri kita berubah, yang tadinya kuat, gagah atau cantik lalu perlahan tapi pasti kehilangan kekuatan dan kegagahan/kecantikannya. Perlahan tapi pasti kulit yang menepel di badan kita yang tadinya kencang jadi mengeriput, gigi-gigi yang tapinya rapih berbaris, mulai tanggal satu persatu. Penglihatan yang tadinya tajam mulai rabun…

Berapa hebatnyapun kita berusaha, jutaan rupiah atau dolar digelontorkan untuk melawan arah perubahan yang menjadikan kita tua dengan karakteristik seperti diatas, kita tidak bisa. Mungkin sedikit bisa menahan, tetapi ketuaan pada akhirnya tidak bisa kita sembunyikan. Degenerasi terus berjalan mengiringi usia. Ya, secara alamiah perubahan akan mengarah pada proses penurunan kualitas, pelepasan atau penurunan  energi, penurunan derajat yang mengarah pada ketidakteraturan dan kekacauan,. Konsekwensinya adalah peningkatan derajat kerusakan, ketidakteruaran, kekacauan, vanish ! Itu barangkali yang secara sederhana digambarkan oleh hukum thermodinamika II: pada sistem yang tertutup, entropi akan meningkat. Entropi ini adalah ukuran dari derajat ketidakteraturan, kekacauan, chaos. BTW, dalam fisika  ‘chaos’ sendiri adalah sebuah konsep yang cukup rumit untuk dipahami, tapi kira-kira intinya dalam chaos itu sendiri ada keteraturan…

Untuk melawan perubahan alami kearah degenerasi atau degradasi, sebuah sistem perlu masukan energi. Kita perlu asupan energi untuk mengembalikan kondisi tubuh yang exhausted sehabis olah raga berat atau bekerja seharian. Kita perlu makan dan minum setiap hari untuk memulihkan kondisi tubuh kita. Setiap saat ada sel-sel tubuh kita yang mengalami kerusakan dan kematian, dan itu perlu diganti dengan sel-sel yang baru. Penggantian sel-sel memerlukan energi. Karena itu kita perlu makan untuk memberi energi bagi pembentukan sel-sel baru ditubuh kita itu. Kita dengan mudah memahami mengapa motor atau mobil perlu di service secara periodik setelah sekian waktu dipakai: oli harus diganti, mesin perlu di tune-up. Sedikit kerusakan yang terjadi pada sistem, apabila dibiarkan, akan membawa kerusakan yang lebih besar, dan itu artinya biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal. Karena itu penting sekali upaya perawatan rutin, dan ini perlu kedisiplinan. Merawat tubuh kita, barang-barang milik kita seperti rumah, komputer, mobil, motor perlu dilakukan on regular basis untuk mendeteksi adanya kerusakan kecil yang bisa mengarah pada kerusakan lebih besar.

Tubuh kita memang berbeda dengan mobil. Ketika lahir ke dunia, seorang bayi mungkin beratnya hanya beberapa kilogram, say 3-5 kg. Kita diberi ASI oleh ibu kita, dan setelah itu makanan dan minuman secara rutin, tubuh kita tumbuh membesar dan mengalami proses perkembangan menuju kedewasaan hingga suatu titik pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal, hingga pertumbuhan dan perkembangan itu terhenti. Kita tidak bertambah tinggi lagi, mungkin jadi gemuk karena kurang aktivitas fisik seperti olah raga, sementara asupan makanan dan minuman terus berjalan seperti sebelumnya bahkan mungkin dengan kualitas dan kuantitas yang semakin bertambah, a matter of life style barangkali.  Mobil tidak mengalami tumbuh dan berkembang dengan sendirinya, karena bukan makhluk hidup. tetapi ada kesamaan antara kita dan mobil itu, yaitu memerlukan asupan energi secara reguler, memerlukan perawatan dan perbaikan bila terjadi kerusakan.


Pertanyaan diatas sebenarnya pernah terlontar beberapa tahun lalu ketika saya dan beberapa rekan menyusuri pantai di daerah NTT sepeti Kupang, Soe dan beberapa daeah lainnya. Beberapa pantai yang indah pemandangannya seperti dikuasai oleh perorangan, sehingga akses masuk orang umum ke pantai tersebut jadi susah. Kemarin, sambil berjalan-jalan di pantai Senggigi mataram-Lombok, NTB, saya jadi ingat kembali pertanyaan tersebut. Sekiling pantai Sengggi telah berdiri hotel-hotel (Sheraton, Sentosa dll, restaurant dan warung penduduk). kehadiran bangunan tersebut yang beberapa diantaranya tingginya beberapa lantai tentu saja menghalangi pemandangan dan akses umum dari jalan ke arah pantai tersebut. Pantai yang didepannya ada hotel Sheraton misalnya, seolah menjadi pantai milik Sheraton. Mereka yang tidak menginap di Sheraton tentunya akan merasa kurang leluasa bila berjalan-jalan dipantai didepan hotel tersebut.

Penataan di pantai Kuta Bali barangkali seingat saya agak lebih baik, karena ada jarak yang cukup reasonable antara hotel dengan pantai, tetapi ada juga ya yang masih berbatasan langsung dengan pantai. Saya tidak tahu apakah ada aturan berkenaan dengan jarak hotel dengan pantai. Idealnya menurut saya, pantai dan hotel atau restaurant harusnya dipisahkan oleh jalan raya, agar akses umum terhadap pantai tidak terganggu.


“Hello, Chicago.

“If there is anyone out there who still doubts
that America is a place where all things are possible, who still wonders if the
dream of our founders is alive in our time, who still questions the power of our
democracy, tonight is your answer.

Baca entri selengkapnya »


I just wonder, why it should be called a “white house” ? Is that merely because the colour of the house or building is white ? and why they made it white ? Why not blue, yelow, green, brown, or even…. black ? Is there any phylosophical issue or specific intention such as this: it has to be white in colour, because only white people who can occupy the house ? Now, what if one day a black man is elected to occupy the house.. no doubt, he is a breaker of a serie of 43 previously white men occupants.

 

 

obama_white-house

obama-button

 

If the colour of the house is reflecting the skin colour of the occupant, what if the colour of the house this time to be changed into black.. so it will be called black house instead. What do you think ? Do you prefer, a blackman in a white house; or a black man in a black house ?

See the combo breaker… (I got this picture from a friend of mine in a mailing list, thanks to Yoga “the wise janitor” for finding and sending the picture)

serie-white


Today Americans are voting for their next President, either Obama or McCain. The Presidential election in USA today is interesting because one of the candidate, Barack Obama, is an Afro-American, i.e. halfly black man, since his mother is a white American lady, while his father was an African from Kenya. In addition to that, his step father was an Indonesian. Therefore the struggle of Obama to be the President of USA is representing the struggle of non white skin Americans in dominantly white skin American society.

Moreover, the fact that Obama’s father and step father were muslim, he also bring sentiment of muslims all over the world as he is closely related to muslim family. A rumor that Obama is a muslim has been put forward by his oponent to raise religious sentiment to American voters who mostly are christians. In response to the “black” campaign or insinuations from some Republicans, Colin Powell the former State secretary, whom himself is actually a republican, backed Obama for this case as he eloquently stated:

“Well, the correct answer is, he is not a Muslim, he’s a Christian. He’s always been a Christian,” he said. “But the really right answer is, what if he is? Is there something wrong with being a Muslim in this country? The answer’s no, that’s not America. Is there something wrong with some seven-year-old Muslim-American kid believing that he or she could be president? Yet, I have heard senior members of my own party drop the suggestion, ‘He’s a Muslim and he might be associated terrorists.’ This is not the way we should be doing it in America.”

The fact that Obama previously has won the primary election, the race against Hillary Clinton to represent Democrat party for Presidential candidacy, gave us a clear indication that today a racial and religious sentiment was actually not working anymore to American society. That is a very positive progress for the American society itself and will certainly give good impact to the world community.

obama

It is interesting to find the fact that not only Democrats’ supporters and, I believe, many migrants and non white skin people in America who wish Obama will be the next President of USA, but also almost all people around the world, if we can ask them one by one ! Why ? Because people around the world are expecting the change in the policy of American Government from the current repressive and military agresive Superpower into a more humane Superpower. Just like the slogan being used by Obama: CHANGE WE NEED. Obama representing the struggle of justice, the struggle against the racial issue that face mankind, especially in America, Europe and Australia for ages !

Offcouse, there are several other issues for the Americans for deciding who they are going to vote for their next President, such as economy issue which is now pushing America into economic recession, Iraq issue which already devided the two parties as McCain will continue stupid and arrogant Bush policy, while Obama opposed it and promised to withdraw American troops by 16 months after he become the President America. Surely the world need a change in American leadership, from the current arrogant Republican domination to hopefully a much more humble, reasonable and productive democrat leadership.

People all over the world are expecting the emerge of a new American President who will bring peacefull and prosperous world, and that can be offerred more by Barack Obama rather than by McCain. May God give victory to Barack Obama and make American government to act more reasonable and more humane to other countries, especially to muslim countries.

November 2008
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Klik tertinggi

  • Tidak ada

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

twitter

%d blogger menyukai ini: