You are currently browsing the monthly archive for Juli 2008.


Indeks pembangunan Manusia (IPM) adalah merupakan satu ukuran keberhasilan pembangunan suatu daerah atau kota, dengan tolok ukur berupa tingkat pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat. Menurut data terakhir (2006), IPM kota bandung jeblok di urutan ke 49 (sumber: BAPPENAS 2006, BPS Pusat 2007). Urutan tersebut bahkan dibawah IPM kota Sorong yang jauh terpencil di timur (Papua). Fakta ini sungguh memprihatinkan kita.

Sebenarnya dijaman kepemimpinan Aa Tarmana sebelumnya, IPM kota Bandung sudah lumayan baik, mencapai urutan ke 14 di tahun 2002, setelah sebelumnya urutan ke 28. Tapi sayang, begitu kepemimpinan beralih pada periode 2003-2008, IPM kota Bandung terus melorot tak terbentung! Tahun 2003 urutan ke 20, tahun 2004 urutan ke 24, tahun 2005 urutan ke 43, dan data terakhir tahun 2006 kota Bandung harus puas bercokol di urutan ke 49. Di Jawa barat sendiri, IPM kota bandung berada pada posisi ke 4, sementara juaranya adalah Depok yang konsisten mempertahankan tingkat IPMnya di tahun 2005 dan 2006 (bahkan Depok juga juara ketiga peringkat IPM tingkat nasional. Itu prestasi kader PKS yang jadi Walikotanya: Dr. nurmahmudi Ismail).

Mengapa IPM kota Bandung sejak tahun 2003 hingga sekarang terus melorot ? Jawabannya jelas, adalah karena pimpinannya, yang disebut oleh media sebagai “matahari tunggal” di kota Bandung saat itu, tidak memiliki visi, misi, strategi dan program yang jelas untuk memajukan kota dan mensejahteraan warga kota Bandung ! Itulah kelebihan “pengalaman” yang dimiliki oleh walikota yang lalu, yakni PENGALAMAN GAGAL dalam membangun dan mensejahterakan warga kota Bandung, sehingga indeks pembangunan manusia kota Bandung berada pada posisi terpuruk. Apakah warga kota Bandung rela bila dalam lima tahun kedepan kota Bandung kembali dipimpin oleh orang yang telah menunjukkan kegagalannya dalam mensejahterakan warga kota Bandung ?

Sekaranglah saatnya kota Bandung dipimpin oleh yang muda dan TReNDI, yang siap membawa perubahan kota Bandung menuju kondisi yang lebih baik . Bandung harus membebaskan dirinya dari kungkungan keterpurukan, dan peluang itu ada didepan mata warga kota Bandung. Keputusan itu ada ditangan warga kota Bandung sendiri, apakah akan membiarkan kota ini semakin terpuruk dengan gaya kepemimpinan yang sebelumnya, ataukah akan bangkit bersama yang muda dan TReNDI, melawan keterpurukan tersebut, dan membawa Bandung menuju kota kreatif, nyaman dan sejahtera ! Semoga Allah swt memberikan kasih sayangnya kepada warga kota bandung sehingga mereka tidak salah dalam memimpin Walikotanya untuk lima tahun kedepan.


Sekarang saatnya bagi yang muda dan TRenDI untuk memimpin Bandung ! Yang sebelumnya dengan klaim “sudah berpengalaman” terbukti telah gagal memimpin kota Bandung, jadi ya..pengalaman gagal gitu dech 😦

“Pengalaman” penguasa Bandung yang lalu adalah berhasil menjadikan Bandung tiga tahun berturut-turut sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia, wah memprihatinkan sekali nasib “kota Kembang” kita ini. Hal tersebut berawal dari ketidakbecusan pemkot Bandung dalam mengelola sampah semenjak musibah Leuwi Gajah , sehingga kota ini mendapat gelaran “Bandung lautan sampah”. Parahnya alternatif yang selanjutnya mereka ajukan untuk menyelesaikan masalah sampah adalah dengan rencana untuk membangun so called “PLTSA” yang sebenarnya adalah sebuah “incinerator” alias pembakaran sampah. Kajian FS PLTSA ternyata menunjukkan biaya tipping fee yang besar 50 Milyar, biaya yang harus dikekuarkan oleh pemerintah kota untuk membayar jasa sebuah perusahaan untuk tolong membakarkan sampah kota Bandung. Uang sebesar itu kalau dibagikan ke RT-RW sekota Bandung insyaAllah cukup untuk membuat RT-RW bergerak mengelola sampah mereka sendiri dengan metoda sederhana pengomposan sampah organik dan daur ulang dan penggunaan kembali sampah anorganik !

“Pengalaman Keberhasilan” lainnya dari pemerintah kota Bandung yang lalu adalah dalam hal mengizinkan pembukaan lahan hijau di daerah lindung kawasan Bandung Utara menjadi jalan dan kawasan perumahan. Coba anda jalan-jalan ke daerah punclut sekarang, kondisinya semakin parah dan memprihatinkan ! Rusaknya ekosistem Bandung utara yang merupakan kawasan lindung akan mengancam kota Bandung dengan banjir pada saat musim hujan, karena hilangnya tegakan pohon yang meresapkan air dan menahan aliran air “run off”, dan kekeringan parah pada saat musim kemarau, karena fungsi “recharge area” kawasan Bandung utara terganggu. Kerusakan kondisi lingkungan di kawasan Bandung utara tersebut sudah tidak dapat ditolerir lagi, harus segera dihentikan !

Ayo Bandung Bangkit jangan terlena oleh tipuan dan klaim-klaim pengalaman dan keberhasilan semu pemimpin yang lalu ! Saatnya Bandung dipimpin oleh yang muda dan TReNDI yang memperhatikan dan mempedulikan rintihan kepedihan rakyat kecil dan tangisan lingkungan !

Analisis atas Pengalaman “keberhasilan” mereka lainnya… tunggu ya di edisi berikutnya.


“Taufik” artinya kesuksesan, keberhasilan, nasib baik atau “good fortune”, kesejahteraan atau “prosperity”. Setiap Muslim tentunya mendambakan Taufik dari Allah swt, dan hanya dari Allah Swt sajalah Taufik itu, sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an: “wamaa taufiqi illa billah”. Selain itu di akhir pidato atau ceramah biasanya diucapkan “wabillahi taufik wal hidayah”. Bersyukurlah setiap muslim yang didadanya ada Taufik dari Allah Swt.

Juli 2008
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Klik tertinggi

  • Tidak ada

RSS Feed yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

twitter

%d blogger menyukai ini: