Dahulu ketika listrik belum masuk desa, bila malam menjelang, jalan-jalan di desa hanya diterangi oleh obor atau lampu cempor yang diletakkan penduduk didepan rumahnya, untuk menerangi pekarangan rumah sekaligus membantu menerangi jalan. Sekarang ketika listrik sudah masuk desa, tapi lampu merkuri untuk penerangan jalan umum belum terpasang, penduduk menerangi pekarangan dan jalan didepan rumahnya dengan lampu neon atau bohlam dengan aliran dari rumahnya. Cahaya yang dipendarkan oleh lampu itu lumayan untuk membantu pengguna jalan di malam hari untuk melihat kondisi jalan. Memberi cahaya disekitar rumah dengan lampu itu merupakan sedekah, karena itu membantu orang yang lewat dimalam hari.