Saat ini kita berada dalam peradaban benda-benda. Perhatikan rumah kita, benda-benda boleh jadi tersusun rapih di rak-rak atau boleh jadi berserakan. Benda-benda itu buatan manusia: ada benda-benda furnitur: kursi, lemari, miswar, divan, karpet, rak kayu dsb. Ada benda-benda elektronik seperti: TV, radio, komputer, laptop, kamera, printer, hand phone, jam tangan dsb. Selain itu ada benda-benda keperluan dapur, dari kompor, kulkas, panci, penggorengan, coet, piring, sendok, gelas, dsb. Kita juga memiliki pakaian yang disimpan dalam lemari, sepatu-sepatu dan sandal-sandal aneka model yang disusun di rak-rak sepatu. Untuk keperluan sekolah dan upaya menambah iilmu, kita juga punya buku-buku untuk dibaca, atau kita sudah merasa senang ketika buku itu sudah kita miliki walaupun belum sempat dibaca. Untuk keperluan transportasi kita membeli mobil, motor dan sepeda. Fungsi sepeda bagi sebagian kita barangkali hanya sebagai alat olah raga, walaupun sudah mulai trend gerakan “Bike to Work”. Semakin banyak anggota keluarga yang ada di rumah tersebut, semakin banyak benda-benda yang terdapat didalamnya.