Saya baru saja menyelesaikan membaca novel tentang Ibnu Khaldun sang mahaguru. Novel ini bercererita tentang kehidupan Ibnu Khaldun di Mesir hingga wafat, sedangkan kisah sebelum beliau ke Mesir hanya sekilas diceritakan. secara umum novel ini menarik, tertama setelah bagian sepertiga hingga akhir buku, karena di awal-awal terkesan monoton dengan pernyataan-pernyataan Ibnu Khaldun yang didiktekan kepada penulisnya.

Ibnu Khaldun hidup di era kerajan Mamluk, beberapa kali diangkat dan diturunkan dari jabatannya sebagai Hakim. Kasus-kasus penurunan beliau sebagai Hakim sering terjadi karena ada klik, hasutan dari orang yang akan menggantikannya. Selain sebagai Hakim, Ibnu Khaldun juga mengajar di madrasah dan memiliki mahasiswa yang berguru kepadanya.

Banyak hal yang menarik dari novel tentang Ibnu Khaldun ini, diantaranya bahwa sebagai pemikir, ahli sejarah dan hukum, dan penulis dari buku monumentalnya Al Muqadimah, Ibnu Khaldun banyak membaca buku-buku dari pemikir sebelumnya. Saya rasa ini pelajaran penting, walaupun tampaknya sederhana, yakni kalau anda ingin menjadi pemikir maka anda harus banyak membaca pemikiran-pemikiran orang lain terlebih dahulu.

Selain berinteraksi dengan dua generasi raja Mamluk, dalam novel tersebut juga diceritakan, bagaimana Ibnu Khaldun berinteraksi dengan Timur Lang, keturunan Genghis Khan, yang kendati masuk Islam, tapi masih bertindak kejam terhadap kaum muslimin yang daerahnya mereka taklukkan. Tugas Ibnu Khaldund dan para kaum intelektual saat itu digambarkan oleh penulis untuk bernegosiasi agar Timur Lang tidak mengirim pasukannya untuk menundukkan Mamluk.  Tugas ini berhasil mereka lakukan dengan baik.

Hal yang menarik lainnya dari novel ini adalah kehidupan keluarga sang Mahaguru, dikisahkan secara flashback keluarganya tenggelam di laut ketika berniat akan menyusul sang Mahaguru ini. Musibah itu tentu sangat memukul Ibnu Khaldun. Ibnu Khaldun selanjutnya menikah dengan mantan isteri penulisnya setelah penulis Ibnu Khaldun tersebut wafat.