Saat ini Presiden SBY tengah menimang-nimang beberapa nama yang disodorkan kepada beliau baik oleh berbagai parpol lain yang akan berkoalisi dengannya. Selain dari parpol lain, nama-nama tersebut bisa jadi juga diusulkan oleh  internal partai demokrat sendri, atau bisa jadi juga oleh orang-perorangan yang masing-masing punya interest atau ambisi untuk menjadi cawapres SBY dalam pemilihan Presiden RI yad.

Salah satu nama yang saya percaya sudah ada ditangan SBY adalah Dr. Hidayat Nur Wahid atau HNW, ketua MPR RI saat ini. Nama HNW diusung oleh PKS, partai yang insyaAllah akan berkoalisi dengan Partai Demokrat yang akan mengusung SBY sebagai Capres RI yad.  Nama HNW sudah lama masuk dalam bursa cawapres SBY. Sebelumnya berbagai polling sudah dilakukan berkenaan dengan siapa pasangan yang paling layak mendampingi SBY, diantaranya JK, HNW, Akbar Tanjung, Soetrisno Bachir, Sri Mulyani, dan satu nama lagi yang belakangan muncul: Hatta Rajasa.  Dalam berbagai polling yang dilakukan oleh lembaga survey, pasangan SBY-HNW menduduki peringkat pertama, mengalahkan pasangan SBY-JK sekalipun, sebelum Golkar resmi mengundurkan diri dari koalisi dengan Demokrat.

Dengan berpisahnya Golkar dengan Demokrat dalam koalisi yad, atau cerainya pasangan SBY-JK, maka kemungkinan berpasangannya SBY dengan HNW semakin terbuka lebar, karena PKS menjadi merupakan partai koalisi Demokrat yang  raihan suaranya paling besar, lebih besar dari partai lain yang juga akan berkoalisi seperti PKB. Apalagi PAN sendiri saat ini belum secara resmi menyatakan akan berkioalisi dengan PD, baru sebatas usulan dari Amien Rais. Mencermati langkah-langkah yang sudah dilakukan Soetrisno Bachir dengan pertemuannya bersama Prabowo, tampaknya ditubuh PAN sendiri belum ada kata sepakat apakah akan berkoalisi dengan Demokrat/SBY atau dengan PDIP, Gerindra dan atau Golkar.

….to be continued (insyaAllah).