Kamis 4 Desember lalu saya berangkat ke Melbourne, Australia untuk mengikuti dan mempresentasikan paper saya di APGC (Air Pollution and Global Change) Simposium yang kali ini mengambil tema “Plant Functioning in a Changing Environment”.  Simposiumnya sendiri berlangsung dari tanggal 7-11 Desember 2008. Penyelenggara simposium APGC kali ini adalah Departement of Forest and Ecosystem Science, Melbourne School of Land and Environment, University of Melbourne yang berlokasi di sebuah kota kecil Creswick. Kota ini terletak disebelah utara Melbourne, berjarak sekitar 135 km dari Melbourne, atau sekitar 2 jam dg mobil/bis.

Simposium ini kalau tidak salah sudah yang ketujuh kali diselenggarakan oleh sekelompok ilmuwan Plant eco-physiologists. Terakhir mereka mengadakan di Jepang dua tahun lalu. Sebelumnya mereka telah menyelanggarakanya di UK, USA, dan beberapa tempat lainnya. Karena disebutnya simposium, bukan conference, pesertanya tidak banyak, sekitar 70an, dari target mereka sekitar 90an. Kendati tidak banyak pesertanya, tetapi simposium ini menurut saya istimewa karena dihadiri oleh ilmuwan dari berbagai negara: USA, UK, Australia, Jepang, Korea selatan, Jerman, Belanda, Kanada, Finlandia, Swedia, Austria, India, Pakistan, Italia, Perancis, Belgia, Thailand, Nigeria, Cina, Taiwan, tentu saja Indonesia (yang diwakili oleh saya dan seorang kolega dari SITH) dan mungkin negara lain yang saya terlewat. Karena tidak banyak pesertanya dan bersifat sederhana, simposium ini menjadi terasa sangat friendly. Saat istirahat sambil menikmati makan siang, snack dan makan makan kami banyak bertukar pikiran tentang berbagai hal, dari soal keilmuan, politik, ekonomi,keluarga, dll. Dengan rekan-rekan dari negara-negara berkembang, termasuk  Jepang kami bahkan banyak bergurau dan tertawa.

Saya mendapat banyak pelajaran penting tentang penelitian-penelitian mutakhir yang dilakukan para peserta dalam bidang ekofisiologi tumbuhan sebagai respons dari pencemaran udara dan perubahan global. Hari pertama tadi jatah topik interaksi antara pemungsian tumbuhan (plant functioning) dengan atmosfer (interaction between plant functioning and the atmosphere). Saya mendapat kesempatan untuk presentasi di hari pertama ini dengan judul paper “Ecophysiological responses of lichen Physcia sp to sulfur dioxide polluted air”. Paper ini hasil kerja bersama dengan M. Muhsin (dosen UNHALU, Palangkaraya) yang telah melakukan penelitian S2-nya dibawah bimbingan saya.

 Hari kedua besok topiknya adalah “interaction between plant functioning and climate change”, dan hari ketiga “Plant functioning and mitigation of global change factors”.