Kita menyadari atau tidak, dunia terus berubah. Waktu terus berjalan:  detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, tahun terus bergerak, berganti. Yang telah lalu tidak dapat kita rebut lagi. Andaipun kita tidak melakukan apapun merespons perubahan yang terjadi di dunia, Kita juga akan berubah. dengan berlalunya waktu, usia kita bertambah, setiap orang menuju pada tahapan menjadi tua. Dunia memaksa kita untuk berubah, does’nt matter whether you like it or not. Kalau sudah bicara tentang “ketuaan” kita bicara tentang fakta bahwa diri kita berubah, yang tadinya kuat, gagah atau cantik lalu perlahan tapi pasti kehilangan kekuatan dan kegagahan/kecantikannya. Perlahan tapi pasti kulit yang menepel di badan kita yang tadinya kencang jadi mengeriput, gigi-gigi yang tapinya rapih berbaris, mulai tanggal satu persatu. Penglihatan yang tadinya tajam mulai rabun…

Berapa hebatnyapun kita berusaha, jutaan rupiah atau dolar digelontorkan untuk melawan arah perubahan yang menjadikan kita tua dengan karakteristik seperti diatas, kita tidak bisa. Mungkin sedikit bisa menahan, tetapi ketuaan pada akhirnya tidak bisa kita sembunyikan. Degenerasi terus berjalan mengiringi usia. Ya, secara alamiah perubahan akan mengarah pada proses penurunan kualitas, pelepasan atau penurunan  energi, penurunan derajat yang mengarah pada ketidakteraturan dan kekacauan,. Konsekwensinya adalah peningkatan derajat kerusakan, ketidakteruaran, kekacauan, vanish ! Itu barangkali yang secara sederhana digambarkan oleh hukum thermodinamika II: pada sistem yang tertutup, entropi akan meningkat. Entropi ini adalah ukuran dari derajat ketidakteraturan, kekacauan, chaos. BTW, dalam fisika  ‘chaos’ sendiri adalah sebuah konsep yang cukup rumit untuk dipahami, tapi kira-kira intinya dalam chaos itu sendiri ada keteraturan…

Untuk melawan perubahan alami kearah degenerasi atau degradasi, sebuah sistem perlu masukan energi. Kita perlu asupan energi untuk mengembalikan kondisi tubuh yang exhausted sehabis olah raga berat atau bekerja seharian. Kita perlu makan dan minum setiap hari untuk memulihkan kondisi tubuh kita. Setiap saat ada sel-sel tubuh kita yang mengalami kerusakan dan kematian, dan itu perlu diganti dengan sel-sel yang baru. Penggantian sel-sel memerlukan energi. Karena itu kita perlu makan untuk memberi energi bagi pembentukan sel-sel baru ditubuh kita itu. Kita dengan mudah memahami mengapa motor atau mobil perlu di service secara periodik setelah sekian waktu dipakai: oli harus diganti, mesin perlu di tune-up. Sedikit kerusakan yang terjadi pada sistem, apabila dibiarkan, akan membawa kerusakan yang lebih besar, dan itu artinya biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal. Karena itu penting sekali upaya perawatan rutin, dan ini perlu kedisiplinan. Merawat tubuh kita, barang-barang milik kita seperti rumah, komputer, mobil, motor perlu dilakukan on regular basis untuk mendeteksi adanya kerusakan kecil yang bisa mengarah pada kerusakan lebih besar.

Tubuh kita memang berbeda dengan mobil. Ketika lahir ke dunia, seorang bayi mungkin beratnya hanya beberapa kilogram, say 3-5 kg. Kita diberi ASI oleh ibu kita, dan setelah itu makanan dan minuman secara rutin, tubuh kita tumbuh membesar dan mengalami proses perkembangan menuju kedewasaan hingga suatu titik pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal, hingga pertumbuhan dan perkembangan itu terhenti. Kita tidak bertambah tinggi lagi, mungkin jadi gemuk karena kurang aktivitas fisik seperti olah raga, sementara asupan makanan dan minuman terus berjalan seperti sebelumnya bahkan mungkin dengan kualitas dan kuantitas yang semakin bertambah, a matter of life style barangkali.  Mobil tidak mengalami tumbuh dan berkembang dengan sendirinya, karena bukan makhluk hidup. tetapi ada kesamaan antara kita dan mobil itu, yaitu memerlukan asupan energi secara reguler, memerlukan perawatan dan perbaikan bila terjadi kerusakan.