Pertanyaan diatas sebenarnya pernah terlontar beberapa tahun lalu ketika saya dan beberapa rekan menyusuri pantai di daerah NTT sepeti Kupang, Soe dan beberapa daeah lainnya. Beberapa pantai yang indah pemandangannya seperti dikuasai oleh perorangan, sehingga akses masuk orang umum ke pantai tersebut jadi susah. Kemarin, sambil berjalan-jalan di pantai Senggigi mataram-Lombok, NTB, saya jadi ingat kembali pertanyaan tersebut. Sekiling pantai Sengggi telah berdiri hotel-hotel (Sheraton, Sentosa dll, restaurant dan warung penduduk). kehadiran bangunan tersebut yang beberapa diantaranya tingginya beberapa lantai tentu saja menghalangi pemandangan dan akses umum dari jalan ke arah pantai tersebut. Pantai yang didepannya ada hotel Sheraton misalnya, seolah menjadi pantai milik Sheraton. Mereka yang tidak menginap di Sheraton tentunya akan merasa kurang leluasa bila berjalan-jalan dipantai didepan hotel tersebut.

Penataan di pantai Kuta Bali barangkali seingat saya agak lebih baik, karena ada jarak yang cukup reasonable antara hotel dengan pantai, tetapi ada juga ya yang masih berbatasan langsung dengan pantai. Saya tidak tahu apakah ada aturan berkenaan dengan jarak hotel dengan pantai. Idealnya menurut saya, pantai dan hotel atau restaurant harusnya dipisahkan oleh jalan raya, agar akses umum terhadap pantai tidak terganggu.