Mungkin ungkapan yang paling populer saat ini tentang jargon “hidup” adalah yang diungkapkan Soetrisno Bachir (SB): “Hidup adalah perbuatan”. Maksud SB barangkali kalau kita tidak berbuat sesuatu yang baik maka apakah makna dari hidup ini ? Lebih tepatnya, anjuran itu barangkali mestinya berbunyi: “mari isi dan hiasi bidup ini dengan perbuatan baik”. Karena itu, jagon SB itu seperti phrase yang belum seselai, terlalu terbuka kesannya, soalnya perbuatan itu bisa baik bisa tidak baik khan.

Pertanyaan tentang “apakah hidup itu ?” memang sesuatu yang tidak mudah untuk dijawab secara menyeluruh dan memuaskan. Yang jelas, hidup merupakan suatu karunia yang sangat besar dari Yang Maha Hidup (Al Hayyu) kepada siapa saja yang diberi nikmat tersebut: manusia, hewan, tumbuhan, mikrooganisme, bahkan juga makhluk-makhluk non-biologis seperti jin dan malaikat. Karena itu merupakan karunia yang besar maka hidup harus kita syukuri. Jadi hidup adalah nikmat yang harus disyukuri. bagaimanakah cara terbaik untuk mensyukuri nikmat diberi kehidupan oleh Allah Swt ?

Ketika kita menerima kebaikan atau bantuan dari seseorang, baik kita minta atau tidak, sebagai orang yang tahu berterima kasih, pertama kita tentu akan menyampaikan ucapan terima kasih. Jika kita rasa bahwa bantuan itu sangat besar artinya bagi kita, kita tentu akan mengingatnya dan berusaha untuk membalas kebaikan orang tersebut, apakah dengan uang, barang, atau apapun yang dengan senang hati diterima oleh orang yang telah memberi atau menolong kita. Kadang kita bertanya kepada orang tersebut: “bagaimana saya bisa membalas kebaikan anda ?” Soalnya, bisa jadi apa yang kita berikan belum tentu disukai atau diinginkan oleh yang bersangkutan. karena itu mengetahui apa yang disukai oleh si pemberi menjadi penting dalam rangka kita berterima kasih atau membalas budi.

Nah, bagaimana dengan Allah swt yang telah memberi kita nikmat hidup dan berjuta-bermilyar nikmat lainnya ? Sedangkan Allah tidak membutuhkan apapun dari makluk-Nya…. Kita harus bertanya, bagaimana Allah menginginkan kita dalam bersyukur itu ? Jawabannya adalah, kita harus beribadah dengan ikhlas kepada Allah Swt semata, tidak mensyarikatkan Allah swt dalam penyembahan dengan sesuatu yang lain. Jadi, hidup adalah nikmat yang harus kita syukuri dengan cara beribadah kepada Allah swt sepanjang hidup kita.  Wallahu’alam.