Iedul Fitri sudah lewat setengah bulan, kemarin malam sepulang dari silaturahim ke rumah seorang teman, saya lihat ke langit, bulan sedang purnama, artinya memang pas tengah bulan. Kebetulan sejak awal ramadhan lalu yang equal dengan 1 september, diikuti dengan 1 syawal equal dengan 1 oktober.

Selama sebulan ini, biasanya hingga akhir syawal, masih akan ada disana-sini orang mengadakan acara silaturahim atau silaturahmi atau “halal bil halal”. istilah yang terakhir ini sebetulnya kurang jelas maknanya, karena apa artinya “halal dengan halal” ? gak jelas.

Tradisi selama sebulan acara silaturahim, karena puasanya waktu ramadhan lalu juga sebulan, mungkin cuma ada di negara kita, kalaupun ada yang ketularan paling banter negara jiran. Yang jelas, tradisi seperti ini rasanya tidak akan ditemukan di negara-negara timur tengah. Bagi saudara-saudara kita di Timur tengah, yang namanya perayaan iedul fitri ya satu hari saja pas 1 syawal itu, dan ucapannyapun biasanya cuma “Eid mubarok” dan atau “taqobalallahu minna wa minkum”, tidak ada permintaan “mohon maaf lahir batin”.

Sewaktu saya berinteraksi dengan teman-teman muslim dari berbagai negara semasa kuliah di UK dulu (1987-1993), kami tidak pernah mengadakan acara bersama untuk “bersilaturahim” dan bermaaf-maafan. Hari pertama setelah shalat Ied, biasanya saya kumpul ke rumah teman-teman dari Malaysia yang jumlahnya lebh banyak, kami nyate ! Setelah itu hingga sepekan setalah ied, teman-teman Malaysia ini mengundang atau istilah mereka “menjemput” kami untuk ke rumahnya yang mengadakan “open house”. Wah tiba-tiba jadi teringat dengan roti cane dan laksa yang disuguhkan keluarga-keluarga Malaysia ini…

Bersama dengan teman-teman dari berbagai negara lain dalam wadah “Islamic Society”, di bulan syawal biasanya kami mengadakan “rihlah” atau tamasya bersama keluarga ke tempat-tempat rekreasi. Masih segar dalam ingatan saya kami sekeluarga ikutan acara dengan Islamic Society itu naik bis rame-rame ke sebuah tempat dekat pantai, bikin barbeque dan main bola, riang gembira. Saya ingat waktu main bola itu saya jadi kiper, tetapi begitu ada bola datar datang dan saya coba tendang, ternyata bolanya tidak tertendang, jadilah gol ! teman saya teriak: “Brother Taufik, as a keeper you can catch the ball with your hand !” dan kamipun tertawa…:)