Dalam sebuah blog (totally looks alike), seorang blogger Amerika menggambarkan ekonomi Amerika saat ini seperti kereta api yang mengalami tabrakan; “The US economy totally looks like a train wreck”. Saya tertarik dengan komentar-komentar dibawahnya:

“They are ! Factories are still producing, farms are still growing food, people are still working. its just the banks that have gone to hell”.

Komentar diatas kemudian ditimpali oleh yang lain:

“Well, of course the banks have gone to hell ! They’re run by a bunch of devils”.

Permasalahan ekonomi Amerika tampaknya memang berpusat pada kebijakan perbankan yang tidak karuan ketika mereka dengan mudahnya memberi kredit pada orang yang tidak mampu bayar yang sebenarnya tidak (belum) layak mendapat kredit dari bank (subprime mortgage). Masalah perbankan kemudian merembet pada kebijakan ekonomi secara menyeluruh di Amerika bahkan dunia. Ameika sebagai negara pengimpor banyak produk luar terutama Cina, termasuk juga barang-barang dari Indonesia (tekstil, sepatu, barang kerajinan dll). jelas barang-barang impor dari Cina dari kita akan tertahan atau berkurang untuk masuk Amerika saat ini. Kita harus waspada, negara seperti Cina akan mengalihkan ekspornya ke Indonesia, seperti yang telah ditemukan oleh petugas di pelabuhan Tanjung Priok yang menemukan beberapa container barang impor illegal dari Cina. Seorang komentator di blog diatas berujar:

” Ever see Zeitgeist ? They really are, but run the whole damn world”.

ya, krisis yang bermula dari kebijakan perbankan dan lembaga financial seperti Lehman bros yang kemudian bangkrut trersebut telah merembet ke negara-negara lain, tampaknya mejadi krisis ekonomi global. Anehnya, di kita beberapa orang yang punya uang melakukan rush penukaran rupiah ke valuta asing, perilaku ini bisa membuat parah nilai rupiah kita tentunya.

Harga-harga saham di bursa stock market melorot, bukan hanya di Amerika tapi juga di Jepang, Eropa, Asia tenggara termasuk Indonesia. Ada sebuah pertanyaan menrik di blog tersebut:

“why do we have a stock market from the beginning ?”

stock market, bursa pasar barangkali merupakan operasi dari sistem kapitalisme, dimana harga-harga termasuk saham perusahaan diperjualbelikan dan mekanismenya diserahkan pada mekanisme pasar. Perusahaan-perusahaan berusaha masuk dalam bursa stock exchange yang tentunya merupakan tolok ukur dari kepercayaan masyarakat internasional terhadap eksistensi dan kredibilitas perusahaan mereka. Ketika harga-harga rontok karena kesalahan dalam kebijakan perbankan seperti kausus subprime mortgage ini, dapaknya seperti efek domino: kartu-kartu yang roboh secara berantai. Karena khawatir harga-harga saham anjlog, bursa efek di jakarta tutup selama beberapa hari, kabarnya baru akan buka lagi hari ini.

Ada komentar lain yang juga menarik, dia bilang:

“I’m not sure that train wreck is an accurate depiction. Perhaps if the train were on fire”.

jadi menurutnya kondisi ekonomi Ameika saat ini tidak seperti kereta yang tabrakan, tapi lebih pas seprti kereta yang terbakar. By the way, kemarin saya lihat tayangan TV swasta, ada sebuah gerbong kereta terbakar di kita.. lho… ini aneh ya… yang krisis ekonomi di sono, yang kebakaran gerbong kereta kok di kita sih😦