Ahad, 12 Oktober kemaren di Villa Istana Bunga Cisarua, kami sekeluarga menghadiri acara silaturahim keluarga besar H. Kaidan. sebetulnya pada saat bersamaan kantor saya (SITH ITB) juga mengadakan acara yang sama di Lagenta, masih di daerah Cisarua juga. rencana sebelumnya saya juga mau menyempatkan diri ke acara kantor, tetapi ternyata saya tidak bisa mencuri waktu, acara keluarga H. Kaidan padat banget.

Haji Kaidan alm. adalah bapak dari nenek saya (Hj. Mujenah) dari isteri pertama beliau: Saanih. Dari buyut saya Saanih ini H. Kaidan dikaruniai lima orang anak: H.Ibnu Hajar, Hj. Mujenah, H. Gozali, Arfiah dan H. Muhammad Ali. Setelah buyut saya Saanih meninggal, H. kaidan menikah lagi dengan gadis Bekasi lainnya yakni Umroh (buyut Meroh). dari buyut Umroh ini, H. Kaidan dikaruniai empat orang anak lagi: Siti Hawa (Nyai Titi), Aki Yusuf (Uu), nyai Fatmah dan Aki Husin. Saya sendiri tidak sempat bertemu dengan kedua buyut saya ini, tetapi dengan isteri kedua dari buyut saya (buyut Umroh), saya sempat bertemu hingga mungkin sampai saya usia SMA.

Kaidan dalam bahasa Arab artinya teman atau sahabat, sedang dalam bahasa jepang artinya asing atau misterius… wah kok bisa kebalikan gitu ya artinya🙂 Saya yakin pisan bahwa asal nama dari buyut saya itu adalah dari bahasa arab yang artinya teman.

Nah, yang datang pada acara silaturahim kemarin adalah dari keturunan H. Ibnu Hajar, sedang dari keturunan Mujenah cuma saya sekeluarga yang hadir, sedang dari yang lainnya tidak bisa hadir. Dari jalur H. Ibnu Hajar yang menikah dengan Hj. Khadijah (nyai Ijah), Allah mengkaruniai mereka 10 orang anak: Sofiah, Hj. Zainudin, Hj, Nurhasan, Hj. Dadang Hasbullah, , Hj. Neneng, , Hj Enen, Enday, H. Husni, Hj. Anis Taruno, dan Hj. Oha (urutannya mungkin perlu dikoreksi lagi). Saat ini yang masih ada tinggal 4 orang: Hj. Neneng, Hj. Enen, H. Husni dan Hj. Oha. Dari masing-masing anak aki Ibnu Hajar tersebut semuanya memiliki keturunan, jumlahnya antara 4-9 anak. Anak-anaknya itu juga sudah punya anak lagi. Jadi dari jalur Ibnu hajar saja sudah lebih dari 100 keturunan, demikian juga dari jalur Mujenah sekitar 100 keturunan. Yang agak sedikit mungkin dari jalur H.M. Ali, karena anaknya hanya tiga yakni mang Diding, mang Lukman dan cing Nina, dan masing-masing dikaruniai 2-3 anak. Jadi berapa total keturunan H. kaidan atau the Kaidan’s big family ? wah belum dihitung, tapi taksiran saya … bisa lebih dari 600an jiwa.

Keturunan H.Kaidan banyaknya di Bekasi, Jakarta, Bandung, Depok. Ada satu-dua yang tinggal di Bogor, cianjur dan Garut. Kami bercita-cita sekali waktu akan silaturahim keluarga besar ini, insyaAllah sometime di Bekasi nanti.

Tambahan: H. Kaidan adalah anak dari Jiman. Jiman ini punya saudara namanya Kiman dan Kimun. Kimun dan keluarganya tinggal di Tanjung Pura Karawang, Kayaknya dari jalur itulah dulu ketika lebaran kami juga mengunjungi keluarga di TanjungPura Karawang ini. Dari keluarga Tanjung Pura ini  nyai  H. Khadijah yang menjadi isteri kong (aki) Ibnu Hajar berasal. Dari jalur ini teh Nunuy berkerabat dengan Deden-Dadang-Ani nya wak H. Sirodj (alm)