Pagi tadi, di pelataran masjid Habiburrahman (PTDI), mobil kijang putih saya gak mau distarter, penyakitnya kumat lagi. Sudah hampir sebulan ini kijang putih saya itu memang sering ngambekgak mau di starter. Gak ngerti salahnya dimana, padahal akinya relatif baru. Kemungkinan bisa dinamo starter, dinamo pengisian, dinamo jalan, kualitas akinya sendiri, kabel-kabel yang tersumbat atau mungkin terbuka, atau apalagi ya ? kalau sudah ngambek begitu, solusinya sementara biasanya didorong atau dipancing dengan aki dari mobil lain.

Karena keseringan kejadian seperti itu dimobil saya selalu tersedia kabel warna merah dan hitam untuk mancing ke aki mobi lain. Nah, pagi tadi mobil-mobil lain di tempat parkiran masjid sudah tinggal sedikit, padahal semalam penuh, karena waktu memang sudah menunjukkan sekitar jam setengah enam, para i’tikafer tentu umumnya sudah memacu kendaraannya di jalan, kembali ke rumah dan mungkin bersiap kerja atau belanja. Jadi, mau mancing ke mobil siapa ?, kalau minta bantuan ke orang belum kenal saya merasa gimanaa gitu. Sebenarnya sih semalam saya sudah janjian dengan teman yang juga bawa mobil untuk habis subuh bantu mancing aki mobil saya, tapi salah saya… habis subuh saya berbaring dan beberapa menit terlelap di masjid, menemani anak saya yang tertidur lagi habis shalat subuh, sehingga ketika teman saya nelpon ke hp, saya gak denger, trus dia berpikir bahwa saya mungkin sudah mencari alternatif solusi lainnya, so he has gone deh.

Isteri saya sebenarnya sudah menawari untuk mendorong mobil seperti beberapa hari lalu setelah beli bakso di Cikutra, waktu itu kebetulan jalan agak turun jadi saya pikir kalau isteri saya mendorong mobil tidak akan perlu keluar tenaga banyak🙂 dan terbukti, hanya sekali dorongan, mobil meluncur dan hidup lagi. Sayangnya kali ini lahan parkiran datar, dan posisi mobil saya hidungnya membelakangi lahan parkir, sehingga kalau mau didorong harus memundurkan mobil dulu dan mungkin perlu atret berbalik arah. Saya coba nyiram akinya dengan air, sugan awe… ah tetap saja gak jalan. Sambil berpikir “dorong atau minta bantuan mobil lain” tiba-tiba ada seorang “i’tikafer” datang menyapa saya, dan bertanya apakah saya bawa kunci roda karena ban mobilnya kempes. Saya bilang ada, dan saya tanya balik apakah aki mobilnya masih bagus, karena aki mobil saya kayaknya sudah soak sehingga gak bisa distarter. Akhirnya terjadilah barter meminjam, dia meminjam kunci roda dan kemudian dongkrak, dan dia membawakan aki mobilnya untuk jadi pancingan ke aki mobil saya. Done ! Mobil saya jadi bisa jalan lagi, dan mobil dia bisa diganti rodanya ! Alhamdulillah… berkah Ramadhan hari ke dua puluh lima yang harus disyukuri🙂