Seharian tadi saya dari jam 11 sd jam 17 sore saya menguji tiga mahasiswa dalam sidang akhir, dua diantaranya mahasiswa bimbingan saya. Alhamdulillah mereka semua lulus dngan nilai yang memuaskan. Menjadi sarjana tentu merupakan sebuah tonggak sejarah dalam perjalanan hidup seseorang. Yang disidang memang mahasiswa, tetapi ketika pertanyaan menyangkut tentang metodologi penelitian, sebenarnya sang pembimbing juga akan merasa dia ikutan disidang, apalagi bila ada kritik dari penguji (dosen lain) yang mempertanyakan metodologi penelitian yang dilakukan mahasiswa, dosen pembimbingnya tentu akan ikutan merasa jadi “tersangka” kalau ternyata ada dugaan kekeliruan dalam metodologi penelitiannya.

Saya jadi teringat 23 tahun lalu, ketika saya akan sidang, saya menemui pembimbing saya: pak Aat (Prof.Dr. Soeriaatmadja). Saat itu barangkali beliau melihat saya agak nervous saat akan menghadapi sidang, beliau bilang:” kamu yang paling tahu apa yang kamu lakukan dalam penelitian tugas akhir kamu, jadi jangan ragu dalam menceritakan atau menyampaikan apa yang telah kamu teliti”. Saran beliau itu sangat penting, karena kemudian saya jadi merasa “pede” untuk bicara tentang penelitian saya dalam sidang tersebut.

Sidang S1 di Biologi (sekarang SITH) ITB sejak dahulu bersifat komprehensif dengan mengacu pada penelitian yang dilakukan. Karena itu mahasiswa perlu  menyiapkan diri dengan pemehaman dan ingatan akan konsep-konsep dasar  biologi, konsep penyatu dalam Biologi, teknik dan aplikasi Biologi dan pengetahuan penting lainnya yang terkait dengan penelitian yang dilakukan mahasiswa tersebut.