Rabu kemaren saya menerima undangan mahasiswa KImia ITB untuk memberikan ceramah di acara buka bersama mereka. Tempatnya di lapangan parkir belakang Basic Science B dekat gedung Kimia. Acaranya ternyata heboh juga, didahului dengan penampilan tiap angkatan dengan kehebohan para supporter masing-masing. Selain itu, mereka juga mendatangkan anak-anak dari Yayasan Bunda Air, sebuah Yayasan yang menampung dan membina anak-anak jalanan.

Selama 30 menit saya berbicara tentang silaturahim dan kebersamaan, sesuai permintaan panitia. Bahwa silaturahim bisa menambah rizki dan umur kita. Untuk bersilaturahim dengan baik dibutuhkan kemampuan personal terutama dalam berkomunikasi. Tidak sedikit mahasiswa dan bahkan alumni ITB yang secara intelektual tidak masalah, tetapi memiliki kemampuan komunikasi yang kurang baik, kurang mampu menyampaikan gagasan, kurang mampu meng-apresiasi pandangan dan kerja orang lain, kurang mampu bekerja sama dalam sebuah team work. Kebersamaan dalam tim harus dibangun dengan ikatan emosi.

Karena itulah saya menyarankan para mahasiswa untuk memperat rasa kebersamaan dengan membangun rasa kepeduilian terhadap sesama, terhadap teman, terhadap orang lain. Saya tekankan pentingnya menjalin tali kasih sayang dalam kebersaam ini, salah satunya dengan saling memberi dan menerima. Saya tanya, apakah mereka pernah saling tukar-menukar kado misalnya dengan sesama teman ? Jawabnya beluum. Saya anjurkan mereka untuk melakukan itu sebagai salah satu cara untuk menjain rasa persaudaraan atau persahabatan.