Lebaran tinggal 12 hari lagi, alhamdulillah ! Anak saya yang paling kecil (7 tahun) setiap hari menghitung, berapa lama lagi puasanya dan tinggal berapa hari lagi lebarannya🙂 Setap lebaran kami selalu kumpul keluarga besar, ke keluarga orang tua saya di Bekasi dan Karawang, dan keluarga mertua saya di Semarang dan Klaten. Perjalanan ke Bekasi mungkin sudah terlalu biasa, cuma 1,5 jam dari Bandung. Yang seru tentu perjalanan “mudik” ke Semarang lewat pantura. Ke Semarang biasanya hari kedua, jarang-jarang sebelum lebaran, ini untuk menghinidari kemacetan di jalan. Selain itu saya juga tidak ingin banyak waktu terbuang di jalan pada saat 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Pernah sih ke Semarang sebelum lebaran, tapi kami banyak berhenti di masjid, selain beristirahat juga untuk beri’tikaf. Tentu saja itu kalau kita bawa kendaraan sendiri, kalau naik kendaraan umum ya tentu tidak bisa sesukanya…

Shalat Ied seringnya di Bandung, biasanya ada saja yang meminta saya untuk menjadi khatib Ied. Dalam hal tidak ada tugas jadi khatib, saya biasanya akan shalat Ied di Bekasi atau di Semarang. Setelah shalat Ied, biasanya kami langsung meluncur…. mudik. Alhamdulillah, perjalanan mudik umumnya lancar, kendati kendaraan yang saya pakai selama ini: Kijang 90 sudah terbilang cukup tua, tapi masih relatif nyaman di kendarai, relatif irit (1500 cc), bandel dan yang penting sangat jarang mogok.

Sepanjang perjalanan, biasanya di mobil riuh rendah dengan suara anak-anak, maklum 5 orang anak, empat perempuan dan satu laki-laki, sering kali kami nyanyi bersama lagu apa saja… dari lagu anak-anak, nasyid sampai lagu pop, yang jelas tidak ada yang suka dangdut atau rock n roll. Kadang-kadang tanpa komando masing-masing menyanyi sendiri-sendiri… nah kalau sudah begini biasanya ada yang teriak untuk menyatukan lagu🙂 Kalau sudah kelelahan semua akan tertidur, tinggal sopir yang “manyun” sendiri ditemani radio atau tape, tapi kalau sang sopir sudah lelah juga, saya parkir didekat masjid atau pom bensin, lalu join the club…. tidur di dalam mobil.

Perjalanan panjang tentu membutuhkan kesiapan kendaraan, so before leaving Bandung,  make sure that your car or minibus ready to use, gak bakal nyusahin di perjalanan. dan ini artinya harus dibawa ke bengkel dulu: tune up, ganti oli, cek rem, kanvas dsb. Selain itu perbekalan makanan, minuman baiknya disiapkan sebelum berangkat, walaupun berhenti di rumah makan atau belanja di jalan juga punya nilai fun tersendiri, but we can not do that every time and any time khan, karena akan sangat costly dan tidak tentu karena harus cari-cari rumah makan yang pas menu dan harganya dengan kantong kita.

So, have a nice and save mudik ya…