Ramadhan hari kedua saya ke kampus, walaupun hari ini tidak ada kuliah, pertama rapat dengan teman-teman di Kalam Salman hingga dzuhur, kedua dengan ketua prodi terkait dengan penulisan skripsi dan seminar mahasiswa. Keluar dari kampus jam setengah empat, niatnya mau ngejar ke BNI di Tamansari, eh ternyata Ramadhan ini mereka tutup jam 3 sore, akhirnya cukup transakasi lewat ATM.  Sampai di rumah sekitar jam 16.30, menunggu maghrib dengan anak-anak. Lepas buka dan shalat maghrib saya harus ngejar shalat Isya dan taraweh di Dayeuh Kolot, masjid Syamsul Ulum ITTelkom, kebetulan giliran saya ceramah taraweh. Alhamdulillah, perjalanan lancar, sehingga kurang dari setengah jam saya sudah sampai di masjid, kalau siang atau sore hari tidak kurang dari satu jam untuk sampai ke tempat tersebut. 

Masjid Syamsul Ulum cukup besar, saya kira bisa menampung sekitar 500 jama’ah, bisa jadi lebih. Yang jelas shalat taraweh tadi masjid cukup penuh hingga ke belakang dan ke balkon.  Panitia meminta saya berbicara denan tema “Ramadhan menjadi pemacu perbuatan baik”. Saya berbicara tidak lebih dari 20 menit tentang pentingnya kita memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk memperbaiki kualitas keimanan dan ketaqwaan kita, disertai dengan amal shaleh, amal yang bernuansa sosial. Rasuluillah mengingatkan kita untuk memberi makan para shaimin saat berbuka, walaupun hanya dengan seteguk air. Rasulullah saw juga mencontohkan, ketika datang Ramadhan, tidak seorang pengemis pun datang kepada beliau, kecuali mereka pergi dengan membawa sesuatu dari Rasululllah. Di bulan Ramadhan, Rasulullah yang sangat dermawan itu menjadi sangat-sangat dermawan lagi.

Pulang dari masjid, kami mampir di tukang bakso “Kabayan” Cikutra, pesen tujuh bungkus bakso untuk dimakan di rumah… alhamdulillah nikmaat🙂