Saya lahir di Bekasi, Jawa Barat, 13 September 1961. Bapak saya H.A. Zaini Arief memang asli keturunan Bekasi. Saya memanggil beliau “Apa” , sebagaimana anak-anak di budaya sunda menyebut bapaknya. Ibu saya Hj. Neneng Maryam, asli dari Karawarang. Saudara-saudara dari pihak Apa (yakni Uwa, mang, bibi  dan sepupu-sepupu saya) umumnya tinggal di Bekasi, sedang saudara dari pihak ibu umumnya tinggal di Karawang.  

Nama panggilan saya di keluarga: “Pipik”, adik-adik saya menyebut saya “Aa Pipik”,  “Aa” adalah sebutan lazim di budaya sunda untuk kakak.  Beberapa teman  memanggil saya dengan panggilan “Opik”.   Saya anak tertua dari lima bersaudara, adik-adik saya: Cecep Fathurahman (sekarang guru di SMPN2 Bekasi dan kepala SMA Al Wathoniyah milik ibu), Tuti Fauziah (mengurus TK dan MI AlWathoniyah), Iis Mulyati (guru Madrasah Aliyah), dan Iin Zaenal Muttaqien (pegawai Pemda Kota Bekasi).

Sekolah SD sd SMA saya jalani di Bekasi bersama orang tua tentunya dan empat orang adik saya. Kami lima bersaudara, saya yang tertua. Sewaktu SD, selain sekolah di SD pada pagi hari (SDN Teladan Bekasi Pasar), siangnya saya juga sekolah di madrasah ibtidai’yah (Al Fatah, Tugu, Bekasi). Lulus dari SD, saya melanjutkan ke SMPN Bekasi, waktu itu satu-satunya SMP Negeri di Bekasi (sekarang jadi SMPN I). Lulus dari SMP saya melanjutkan ke SMAN Bekasi, yang saat itu juga satu-satunya SMA Negeri di Bekasi, sekarang namanya jadi SMA Negeri I Bekasi.

Ketika kecil saya dengan teman-teman di kampung menghabiskan siang hari sepulang sekolah dan madrasah dengan bermain ke sawah, mandi/berenang di sungai, main perang-perangan dengan pedang, main dompu dengan batu, main temprak, kelereng, gasing, petak umpet, dan sore harinya ngaji di surau. Ketika kelas 4 SD saya pernah juara 2 di musabaqoh tilawatil qur’an di SD saya. Seingat saya itulah lomba yang pertama kali saya ikuti dan saya dapat hadiah ! Saya juga pernah menjadi juara 1 lomba baca puisi/sajak madrasah2 ibtida’iyah se Bekasi (dalam rangka peringatan maulid nabi). Di SMP kelas 3 saya pernah menjadi juara 1 lomba menulis karangan memperingati hari Kartini. hadiahnya sebuah pulpen tinta cair. Sayang pulpen tersebut sekali waktu direbut seorang preman di pasar ketika saya pulang sekolah :(  

Ketika di SMA, saya pernah menjadi juara 1 lomba pidato, juara 2 musabaqoh tilawatil Qur’an dan juara 3 lomba azan se SMA… borongan :) Di SMA awalnya saya aktif sebagai seksi rohani OSIS, juga aktif di Pramuka sebagai penegak. Saya juga terpilih menjadi ketua OSIS. Saya pernah mewakili Bekasi dalam ajang pelajar teladan Jawa Barat, sayangnya cuma dapat urutan ke lima, tapi luamayan lah dapat hadiah dan beasiswa dari PR dan Bumi Putera, jumlahnya tidak ingat berapa… yang jelas dari hadiah itu salah satunya saya membeli jam tangan otomatis yang terus mendampingi saya bahkan sampai saya menyelesaikan S3 di Inggris. Jam itu terus setia mendampingi saya :)  saat ini jam itu juga masih saya simpan sebagai kenangan (dan masih jalan lagi…).