Mendapatkan peluang melanjutkan studi S2 di ITB dengan diberi beasiswa dan ditawari sebagai dosen tentu merupakan sebuah karunia Allah Swt yang besar bagi saya, karena itu kesempatan tersebut tidak saya sia-siakan. Sempat 3 bulan istirahat dari aktivitas akademik setelah lulus S1 di bulan Juni 1985, kemudian saya mulai kuliah lagi sebagai mahasiswa S2 di bulan September 1985.

Selain biaya sekolah gratis, saya mendapat uang saku bulanan lebih kurang 150 ribu rupiah🙂 itu jumlah yang lumayan sebagai bujangan saat itu, tetapi kalau dengan keluarga jelas kurang. Syukurnya setahun kemudian saya termasuk yang beruntung lagi karena mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan persiapan studi di luar negeri dengan dana dari projek Center Grant PAU (Pusat Antar Universitas) ITB, dan ada tambahan beasiswa selama lebih kurang sembilan bulan ikut kursus bahasa Inggris untuk persiapan studi S3.

Tanggal 10 Agustus 1986, saya memberanikan diri menikah ! Saat itu usia saya belum genap 25 tahun. Isteri saya Nurani Esti Lestari adalah alumni jurusan Gizi dan Sumberdaya Keluarga IPB. Saat itu isteri saya bekerja di Akademi Gizi di Semarang, dan beliau sendiri memang kelahiran Semarang. Jadi setelah menikah saya kemudian harus bolak-balik Bandung-Semarang, lebih kurang selama setengah tahun, sampai akhirnya saya memboyong isteri untuk tinggal di Bandung, sehingga otomatis beliau harus meninggalkan pekerjaannya.

Diakhir masa studi S2 saya, selain disibukkan dengan penelitian dan penyusunan tesis, sayapun harus mengurus persiapan keberangkatan ke luar negeri. Saya sudah dijadwalkan untuk berangkat ke Inggris akhir Agustus 1987. Alhamdulillah tesis beres, sidang kecil dan sidang besar S2 selesai. Akhirnya pada tanggal yang telah ditentukan sayapun berangkat ke Inggris untuk melanjutkan studi S3 di University College of Swansea (University of Wales), kendati saya harus meninggalkan isteri yang saat itu sedang hamil anak pertama kami dengan usia kandungan 7 bulan…. berat meninggalkannya dalam keadaan seperti, tetapi itu pilihan yang kami tempuh dan menjadi takdir Allah Swt.