Punya nama “cuma” satu kata sebenarnya hal yang lazim bagi orang Indonesia. kecuali pada beberapa suku yang memiliki marga, nama orang Indonesia pada umumnya tidak mengenal “forename” dan “surname” seperti orang diluar.  kalaupun ada yang namanya lebih dari satu suku kata, biasanya itu memang nama ybs sendiri. Anak saya yan bontot (sementara) namanya agak panjang: “Muhammad izzudin AlFathi”, itu melulu nama dia, tidak bawa-bawa nama orang tuanya. Karena itu saya agak sedikit kerepotan kalau mengisi form yang ada “forename” dan “surname”nya gitu. Untuk menyiasatinya saya suka menuliskan nama saya “T. Taufikurahman”, maka jadilah beberapa orang menyebut saya “mister T” hehe (nget film seri The A Team khan🙂

Dalam dunia tulis menulis, beberapa mengenal saya dengan nama TAURA. Nama itu muncul dalam diskusi di ISNET (Islamic network), sebuah mailing-list karyasiswa muslim di mancanegara yang muncul sekitar tahun 1990, diawal-awal mulainya dunia internet. Sebetulnya nama itu muncul by mistake ketika kami sedang diskusi kitab-kitab suci, diantaranya Taurat, entah mengapa diakhir tulisan, saya menulis nama saya dengan kata “Taura”, jadilah sejak itu kata tersebut saya pakai di mailing list tersebut, terutama ketika mengirim puisi-puisi. Tahun 2003 kalau tidak salah, seorang teman menawarkan untuk menerbitkan kumpulan puisi saya itu, dan terbit dengan judul “Panggilan kemenangan” dengan penyair: TAURA. InsyaAllah akan saya potingkan beberapa puisi dari kumpulanpuisi saya tersebut di blog ini nanti.