Dimungkinkannya calon perorangan atau independen untuk berlaga di pilkada kota Bandung yang akan digelar 10 Agustus 2008 yang akan datang, tampaknya memberikan sebuah euforia bagi masyarakat yang berminat untuk ikut berlaga dalam pilkada tersebut tanpa harus menggunakan “perahu” Partai.

Tadi pagi saya baca di koran, jumlah calon perorangan yang telah mengambil formulir sebanyak 28 pasang ! Saya duga, jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah lagi hingga bisa jadi diatas 30 pasang calon. Saya ingat tahun 2004 pada saat pendaftaran bakal calon Walikota/wakil walikota Bandung, yang mendaftar ke KPUD sekitar 70-an orang, jadi ya… sekarangpun kira-kira jumlah pasangan yang berminat maju lebih kurang 35 pasang, termasuk calon dari partai.

Bagaimana kalau semua calon independen tersebut ternyata bisa memenuhi persyaratan mengumpulkan tanda tangan dukungan dan fc KTP para pendukungnya sebanyak 3 % dari total populasi Bandung yang 2,4 juta jiwa, yakni sekitar 60-70 ribu dukungan ? Itu tentunya sebuah jumlah yang lumayan banyak euy… Bila hal tersebut terjadi, wah heboh juga ya, pilkada pertama di Indonesia yang mengikut sertakan calon perorangan diiikuti oleh sebanyak 35 pasang calon… “gubrak” ! Sejauh ini sih baru ada satu pasang yang sudah meng-claim sudah mengantongi 70 ribu pendukung… hebat euy.

Jika jumlah calonnya buanyak (more than sekedar ‘banyak’), kebayang kertas suara yang akan dibuat akan buegitu luebar dan puanjang (remember: luebar x puanjang = luuuuas !) seperti pemilu partai yang lalu dan mugkin juga yang akan datang…. kasihannya aki-aki jeung nini-nini nu bakal ripuh ngalipet kertas suara di bilik nu leutik saukuran kandang itik atawa kikirik atawa jangkrik :)  halah…. capek dech !

Harapan warga Bandung saya kira, peserta pilkada 10 Agustus yang akan datang paling banyak diikuti yah..  sekitar 5 orang lah seperti yang terakhir di pilkada Sumut yang lalu. Maksimal barangkali 10 pasang. Tapi bagaimana ya kalau ternyata memang sejumlah 30-an pasang calon perorangan itu layak.. yah apa boleh buat barangkali, kecuali kalau ada verifikasi lebih lanjut oleh KPUD atau oleh Forum Calon Perorangan yang akan bikin konvensi lagi diantara mereka sendiri ? Akh, rasanya yang terakhir itu kecil kemungkinanya, lha wong mereka sebelumnya kan sudah bikin semacam pemilihan dari beberapa kandidat sehingga muncul satu pasang calon yang diusung bersama, tapi siapa yang bisa melarang kalau calon-calon lain akhirnya bermunculan juga ?