Mungkin ! InsyaAllah, sangat mungkin. Mengapa tidak ?

Pendidikan gratis yang dimaksud adalah untuk pendidikan dasar dan menengah, minimal untuk anak-anak SD dan SMP (paket Wajar 9 tahun). Darimana dananya ? Sebagian besar tentu APBD. Alokasi dana untuk APBD yang saat ini masih sekitar 13 %  (?) harus ditingkatkan MINIMAL menjadi 20 %, dan itu tidak termasuk gaji atau honor untuk guru-guru. Sekolah gratis harus disediakan untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu atau berada dibawah garis kemiskinan. Tidak boleh ada anak-anak yang pada jam-jam sekolah, berkeliaran minta-minta dan ngamen di jalanan, dan mereka tidak bersekolah karena orang tuanya tidak mampu, dan lalu dimanfaatkan oleh orang tuanya untuk meminta-minta (sejauh ini saya tidak melihat ada upaya dari Pemkot Bandung untuk menangani anak-anak yang berkeliaran di jam-jam sekolah, bahkan mereka juga berkeliaran bisa sepanjang hari dan pada sebagian malam masih dijumpai minta-minta dan ngamen di jalanan. Lalu, apa saja yang diurus oleh Pemkot bandung selama ini ya ?)

Dana tambahan untuk pendidikan gratis juga bisa diperolah kalau Pemkot bisa melibatkan lembaga-lembaga Ziswaf seperti Rumah Zakat (DSUQ), PKPU, Dompet Du’afa, Dompet Umat, Rumah Amal Salman ITB, dll.  Dana tambahan lain juga bisa diperoleh dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan-perusahaan yang ada di Bandung dan para aghniya (orang-orang berada) yang punya kelebihan dana.

Itu kalau Pemkotnya punya kemauan, inisiatif dan berpihak pada rakyat kecil. ..