Hari ini mulai kampanye Pilkada Jabar euy. Tiga pasang calon yang masing-masing menggunakan singkatan 1.  DA’I (Dani Setiawan-Iwan Sulanjana), 2. AMAN (Agum Gumelar- Nu’man) dan 3. HADE (A. Heryawan-Dede Yusuf) bertarung memperebutkan jabar 1-2.  Karena itu, begitu keluar rumah di Bojong Koneng-Cikutra-Pahlawan-Katamso, sudah dipenuhi spanduk, poster dan striker para calon. Rame lah pokokna mah. Pagi ini jam 9 kelihatannya akan ada kampanye bersama di Gasibu, tadi pagi saya lewat depan gedung sate, sudah ada persiapan para petugas kepolisian untuk berjaga-jaga mengamankan jalannya kampanye.

Semalam ngobrol-ngobrol dengan beberapa rekan, dosen dan pensiunan dosen ITB, kebetulan kami bertemu disebuah acara diskusi, kami sepakat memprediksi kelihatannya pertarungan akan cukup sengit. ketika ditanya prediksi saya, saya bilang ke rekan saya itu mungkin hasilnya akan seperti pilkada kota Tasikmalaya beberapa waktu lalu yang juga diikuti oleh tiga pasang calon, dan masing-masing mendapat suara diatas 30-an persen, sangat ketat ! Distribusinya mungkin akan seperti ini kira-kira: di daerah Pantura dan jabar selatan pedalaman kelihatannya Da’i kuat, bersaing ketat dengan Aman, tetapi di kota-kota, HADE akan lebih berjaya. Kekuatan Da’i dan Aman di kabupaten-kabupaten saya duga bukan karena figur, tetapi karena mesin politik Golkar-cs vs PDIP-cs. Itu dengan asumsi mesin politik mereka jalan. Kedua partai itu memiliki basis yang cukup kuat di jabar, dan pada Pemilu 2004 lalu suara mereka bersaing ketat. Kendati demikian, teman saya yang pensiunan dosen ITB dan senang dengan analisis politik mengatakan bahwa persaingan di Jabar bukan persaingan ideologis, karena baik Golkar, PDIP, PKS, P3, Demokrat, PAN dan partai-pertai kecil lainnya di Jabar tidak mempermasalahnya ideologis, ini beda dengan kasus di Jatim dan Jateng yang sarat dengan muatan ideologis, katanya.

Kalau dasarnya adalah hitung-hitungan popularitas figur, dari enam sosok itu, yang paling menonjol, tidak syak lagi adalah DEDE YUSUF. Seorang teman memberi tahu hasil sebuah survey di Ciamis tentang kepopuleran tokoh para cagub dan cawagub ini, hasilnya untuk Dede Yusuf mencengangkan: 98 % masyarakat Ciamis mengenal Dede Yusuf, jauh diatas kandidat lainnya ! Jadi jika berlandaskan pada popularitas figur, maka yang bakal menang tampaknya HADE. Teman saya bilang, Pilkada di Jabar kali ini spesial, karena pertarungan para bintang, alias PERANG BINTANG. Di Tim Da’i ada (jenderal) bintang: Iwan Sulanjana, di tim Aman ada juga (jenderal) bintang: Agum, dan di tim Hade ada BINTANG FILM Dede Yusuf🙂

Kita berharap, kampanye dan pilkada di jabar akan berlangsung dengan AMAN, apalagi dengan keikutsertaan secara aktif para DA’I, sehingga membawa JABAR leuwih HADE pada lima tahun kedepan. Jadi, siapapun yang menang, mudah-mudahan membawa kondisi masyarakat jabar jadi leuwih HADE  ya🙂

Kitu wae, ieu mah ngan obrolan ringan, pengantar sarapan pagi. Selamat beraktivitas, ber-UTS-ria buat para mahasiswa, dan juga Dosen-nya tentu yang harus menyiapkan soal dan nati menilai jawaban mahasiswa.