Anda mesti pernah merasakan sakit kan, siapa sih yang tidak pernah sakit sepanjang hidupnya ? Hewan unta di gurun pasir aja yang terkenal tangguh mesti juga pernah sakit.  Tingkat keparahan sakit kita bisa bervariasi, dari flu yang hanya beberapa hari, walaupun kadang flu bisa berlangsung beberapa pekan, sakit gigi, diare, maag, tifus, DB, hingga yang mungkin bisa dikategorikan parah dan butuh perawatan selama beberapa bulan. Saya alhamdulillah belum pernah dirawat dalam waktu yang lama, pernah sih dirawat beberapa hari di RS ketika terkena infeksi saluran pencernaan dan atau diare. Anggota keluarga saya, terutama anak-anak juga pernah dirawat karena DB. Anak saya yang ketiga pernah terkena stephen johnson syndrome, cukup parah, selama dua pekan di RS. Alhamdulillah saya dan keluarga diberi kesembuhan oleh Allah Swt. Allah yang menurunkan penyakit, Allah yang memberi penyembuhan.

Saat sakit itu yang tidak boleh kita lupa adalah tentu saja berikhtiar mencari penyembuhan dengan cara yang terbaik dan dibenarkan agama, dan berdo’a kepada Allah ta’ala untuk mendapatkan kesembuhan. Dalam menghadapi sakit, ketika ikhtiar sudah kita lakukan dan do’a terus kita panjatkan, kita perlu menenangkan hati dengan bersabar menerima penyakit yang kita derita tersebut. Sakit adalah salah satu bentuk ujan yang Allah Swt untuk melihat tingkat kesabaran dan keimanan kita.  Sering kita dengar orang yang tidak sabar dengan penyakit akut yang dideritanya, lalu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, na’udzubillahi mindzalik.  Dalam sakit ada kafarat untuk penghapusan dosa, ini manakala kita menghadapi sakit yang menyambangi kita itu dengan kesabaran, mengembalikan semua urusan kepada Allah Swt, Zat Yang Maha Menyembuhkan.

Anda tentu ingat bagaima kisah nabi Ayub as yang diuji oleh Allah Swt dengan sakit yang cukup lama, bertahun-tahun, hingga bahkan isterinya tidak sabar untuk menunggui beliau. tetapi nabi Ayub terus bersabar dengan terus berikhtiar mengobati penyakitnya dan berdo’a untuk mendapatkan kesembuhan. Do’a minta kesembuhan seorang nabi Ayub as ternyata tidak serta merta dikabulkan Allah Swt, perlu waktu bertahun-tahun hingga kemudian Allah swt mengembalikan kesehatan nabi Ayub as, dan mengembalikan kebahagiaan keluarganya seperti semula. Sakit memang menjadi ujian kesabaran bagi seorang manusia mulia dan sabar yang bernama Ayub as.  

Ujian kesabaran sering kali terkait dengan lama waktu ketika seseroang terkena penyakit atau tertimpa suatu musibah. Kita perlu menyadari bahwa penyakit perlu waktu penyembuhan yang bervariasi, dari yang hanya beberapa hari atau beberapa pekan, hingga ada yang perlu waktu beberapa bulan, bahkan beberapa tahun… karena itu yang terbaik bagi kita adalah bersabarlah, dan ketahuilah bahwa berlalunya waktu merupakan bagian dari proses penyembuhan. Kesembuhan yang sempurna kadang perlu waktu yang tidak sebentar.

Semoga Allah Swt memberi kesembuhan pada anda yang saat ini sedang sakit. Amien.