Selepas kuliah di gedung Arsitektur pagi tadi, saya cek lagi ternyata pohon pinus (Pinus mercusii) masih tegak berdiri disisi koridor pejalan kaki atau pergola yang menghubungkan  kampus dari jl Ganseha ke arah gedung FSRD, mungkin sekitar 7 tegakan, tidak dihitung persis. kehadiran pohon pinus tersebut kemungkinan besar luput dari pandangan pejalan kaki karena tertutup pergola. Saya terpikir sebaiknya ditanam bambu-bambu diantara pinus tersebut yang akan memberikan aksen khas dan lebih tampak karena daun-daunnya muncul sejak dari dekat permukaan tanah, kendati pohonnya nanti telah tumbuh besar. Anakan bambu akan terus bermunculan sehingga kehadiran tanaman itu akan terlihat jelas dari pandangan orang yang berjkalan dibawah pergola. Alternatif lain selain bambu mungkin perdu berbunga seperti kemuning atau Rhododendron (dengan bunganya yang berwarna merah).

Pada lahan segitiga ditikungan depan gedung FSRD juga masih berdiri beberapa tegakan Sonokeling, ada yang sudah besar dengan batang menjorok. Membatasi lapangan rumput aula timur yang tersisa ada beberapa tegakan tembusu (Fragraea fragrans) yang masih setinggi sekitar 1,5 meter. Beberapa tegakan tembusu yang cukup rapat saat ini membatasi pandangan dari lapangan rumput ke arah parkiran motor. Tetapi nanti ketika tembusu membesar, kesan penghalangan visual itu akan hilang.

Sepanjang pinggir lapangan aula timur dan lapangan aula barat  yang berbatasan dengan jalan disampig kedua aula tersebut, tumbuh perdu anyangan yang dipangkas secara rutin sehingga percabangannya tidak tumbuh ekstensif yang bisa menghalangi jalan.

Oo ya di kuliah tadi saya juga mengomentari pohon mahoni yang persis tumbuh didepan pintu masuk gedung Arsitektur. Saya tadi menyinggung bahwa dinding penahan yang mengelilingi bagian bawah pohon tersebut retak, kemungkinannya boleh jadi karena ada desakan akar mahoni, walaupun lazimnya desakan akar mahoni tidak sekuat beringain atau flamboyan, atau kemungkinan lain memang semen-nya yang kurang bagus. Saya sendiri curiga kemungkinan ada desakan akibat pergerakan akar pohon mahoni , perlahan tapi pasti akan merusak tembok pembatas tersebut.