Pohon di taman

Negara-negara maju sangat memperhatikan kehadiran taman hijau atau lahan terbuka hijau di kota mereka. Di Perth sebagai contoh kita akan menjumpai banyak sekali taman-taman kota. Menariknya, beberapa taman kota dilengkapi dengan fasilitas barbeque, tinggal memutar knop untuk mengeluarkan gas. Di Universitas tempat saya belajar dulu, di Swansea, Wales, UK, Universitas berada pada lahan yang berdekatan dengan taman kota yang mereka namakan Singleton Park. Ini sebuah taman rumput yang luas dengan pohon-pohon ditepinya.  Taman yang terkenal di London, Hyde Park, yang biasa dipakai untuk konser musik atau demo, merupakan taman kota yang sangat luas, kalau konser puluhan ribu orang bisa masuk ke Hyde Park, tidak masalah.

Kembali ke soal pohon di taman. Sebuah lahan terbuka hijau seperti lapangan rumput yang luas, biasanya perlu dibatasi bagian luarnya dengan pepohonan yang tinggi besar dan rimbun. Dalam desain pusat kota di kota-kota di Jawa, ada alun-alun yang biasanya ditanam pohon beringin atau kihujan. Lebih baik lagi sebetulnya kalau pohon yang ditanam tidak hanya satu-dua batang, tetapi membentuk green belt yang memagari taman.

Di lapangan aula barat dan aula timur ITB, pohon mahoni (Swietenia mahogani) ditanam cukup rapat dipinggiran yang berbatasan dengan jalan Ganeha, menjadi peneduh untuk mobil dan motor yang di parkir. Pada daerah sebelah selatannya yang berbatasan dengan aula timur dan barat, ditanam perdu anyang-anyang (Elaeocarpus) yang buahnya kecil berwarna biru. Ditengah-tengah ada beberapa tegakan pohon jati (Tectona grandis) yang beranjak dewasa.

Sebetulnya saya merasa bahwa penanaman pohon jati di lapangan aula barat dan aula timur ini kurang cocok, apalagi dengan jarak yang jarang diantara tegakan yang satu dengan yang lainnya. Jati bagusnya ditanam dalam perkebunan dengan kerapatan yang cukup rapat, mungkin jaraknya tidak lebih dari 3 meter antar tegakan.

Sebetulnya sebelum itu ada pohon Sonokeling (Dalbergia sp) yang  ditanam baik di aula barat maupun aula timur, tetapi tampaknya sebagian sudah tua dan keropos sehingga ditebang. Perubahan desain taman tempo hari dengan menimbun pada beberapa bagian untuk menciptakan contour, dan pembuatan parkir mobil dan motor di dalam area lapangan aula barata dan aula timur telah memangkas sebagian besar pohon Sonokeling. Beberapa tegakan masih tersisa di sudut dekat gedung FSRD di lapangan aula timur dan dekat parkiran motor di lapangan aula barat.