Jum’at kemaren saya ikutan jum’atan di masjid dekat jl. mangga. Saya terheran-heran, khatibnya mengkritik fatwa MUI tentang golput, seakan fatwa tersebut dibuat sama sekali tanpa landasan agama, padahal jelas bahwa fatwa MUI tersebut merupakan hasil keputusan dari berkumpulnya para ulama dan organisasi keagamaan di negeri ini, jadi itu bukan fatwa main-main ! Lebih lanjut saya mendapat kesan bahwa khatib mengarahkan audiens bahwa menjadi golput itu merupakan pilihan yang wajar saja.
Yang lebih membuat saya geleng kepala adalah alasan yang dikemukakan khatib tersebut: kalau golput diharamkan, maka anak-anak akil baligh yg belum berhak memilih akan berdosa karena tidak memilih, begitu juga anggota TNI yang tidak boleh milih akan berdosa dan karena itu masuk neraka. Saya tidak habis pikir… dalil yang seperti itu kok dikemukakan di forum khutbah Jum’at yang mulia. Siapapun tahu, fatwa MUI itu hanya mengenai mereka yang punya hak pilih, bukan mereka yang tidak mempunyai hak pilih secara hukum ! Jelas sang khatib, saya gak tahu siapa namanya karena agak telat datang, menurut saya telah memprovokasi umat agar menjadi golput.
Selain itu, dari diskusi dengan beberapa rekan semalam, saya mendapat informasi bahwa ternyata upaya seperti ini dilakukan dibeberapa tempat dengan menggunakan forum pengajian ibu-ibu. Ada seorang ibu yang sebetulnya dia bukan pembicara tetapi memaksa untuk berbicara dan dia bicara menantang fatwa golput dan menganjurkan ibu-ibu yang lain agar golput. Teman saya di Bekasi bilang bahkan disana ada yang menyebarkan issu bahwa kalau saat pemilu nanti umat Islam ikutan memilih, itu menunjukkan jahil murokab, artinya: goblok abis. Walah nekat benar tuduhannya ! Tuduhan yang seperti itu layaknya berbalik buat si penuduh itu sendiri.
Saya curiga bahwa upaya cukup gencar menentang fatwa MUI tentang golput ini, yang disampaikan oleh kelompok tertentu di forum pengajian bahkan khutbah jum’at, kendati dibungkus dengan dalil-dalil agama, sebenarnya merupakan sebuah konspirasi yang dilakukan oleh mereka yang menginginkan suara partai-partai Islam atau yang berbasis umat Islam dalam pemilu yang akan datang jeblok ! Jelas hal tersebut juga menunjukkan bahwa mereka tidak suka dengan munculnya umat Islam berperan dalam pemerintahan. Mereka telah menjadi corong pihak-pihak yang tidak menginginkan umat Islam memiliki kiprah politik yang lebih baik di negeri ini dimasa yang akan datang. Mereka sangat boleh jadi dibiayai oleh pihak luar yang menginginkan hancurnya sendi-sendi politik umat Islam di negeri ini, di negeri yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam. Pola seperti itu biasa dilakukan oleh kolonialis dulu seperti Snouck Horgronje yang menggunakan dalil-dalil AlQur’an dan Hadits untuk melemahkan jihad umat Islam di Aceh. Inggris juga pernah mengunakannya di India dengan mendukung munculnya sebuah aliran yang mengesampingkan semangat jihad umat Islam.
Wahai umat Islam di Indonesia, waspadalah dan jangan dengarkan ocehan para provokator itu, kendati mereka menggunakan dalil-dalil dari AlQur’an dan hadits. Jika mereka bukan orang “jahil murokab”, mereka tidak lain adalah kaki tangan alias cucunguk kolonialis yang anti Islam, yang memperbodoh umat Islam, dan tampaknya senang serta mendapat banyak keuntungan bila umat Islam bodoh dan buta, terutama dalam hal politik . Mereka senang bila yang berkuasa terus di negeri ini adalah orang-orang yang jauh komitmennya dari nilai-nilai Islam, yang akan menguras habis harta kekayaan tanah air ini untuk kepentingan sendiri atau golongan/kelompok mereka, bukan untuk kepentingan rakyat, apalagi umat Islam. Cukuplah sudah pembodohan terhadap umat ini, enough is enough !

27 comments
Comments feed for this article
Maret 16, 2009 pada 7:28 am
adi isa
ada nggak di alquran, soal, ini?
maksud saya, soal hak pilih?
emang MUI itu sapa om?
nabi atau apa neh?
saya cuma orang islam biasa.
Maret 16, 2009 pada 10:10 am
denz
yup hampir dimana-mana banyak orang yang menggembar-gemborkan untuk menentang fatwa tersebut. Kalau kita search “fatwa haram golput” di google, hampir sebagian menentang fatwa tersebut
@adi isa
MUI itu kumpulan ulama indonesia yang memiliki kemampuan untuk berijtihad atau mengambil kesimpulan hukum dari al-quran, hadits, dan atsar para sahabat. Baik hukum itu berupa persoalan yang telah secara jelas ada di dalam alquran/al hadits ataupun persoalan kontemporer yg hukumnya tidak secara eksplisit textual ada di alquran/hadits (maka disebut ijtihad).
Para (ratusan) Ulama yang duduk di MUI dan mengeluarkan fatwa adalah orang orang yang kompetent dibidangnya (title nya aja Doktor,Lc,etc) . Yg memiliki wawasan yang luas akan ilmu-ilmu al quran dan hadits. Sudah selayaknya kita, apalagi yang hanya orang islam biasa, dengan legowo menyerahkan ketentuan hukum (apalagi hukum agama) kepada ahlinya.
Kalo kita menolak hukum hanya karena secara eksplisit hukum terhadap suatu persoalan tersebut tidak ada di alquran, dan menolak hasil penarikan hukum para ulama, maka anda akan bingung ketika shalat. Karena ketentuan dan tatacara shalat tidak ada di dalam al quran ! tetapi adanya di dalam al-hadits.
Sedangkan contoh hukum yang ditarik melalui ijtihad karena secara tekstual tidak ada di al-quran dan hadits:
- Hukum minum minuman beralkohol (bir)
- hukum bunga bang
- hukum rokok
- dll
wallahualam
Maret 16, 2009 pada 12:44 pm
bayu
@ adi isa
terus aja kampanyein golput…
tapi anda harus siap saat si yohanes, imanuel, or carles yang duduk di atas pemerintahan indonesia…
kalo saya sih ga siap..
jadi gak mau golput..
insya Alah saya percaya masih ada orang2 yang berjuang untukNya di Indonesia ini…
Maret 17, 2009 pada 4:17 am
adi isa
@denz
oh, hanya manusia biasa, bukan nabi kan?
terimakasih…
sejatinya, saya nggak akan golput,
cuman heran aja, koq, pake fatwa2 haram segala…
kayak daging babi aja…
@bayu
sapa yang kampanyein golput?
saya pilih SBY koq,…
sap lagi tuh, si johanes?
sipembabtis? maksud loe? hehehehe
insyaallah, saya akan memilih koq,…
bukan karena MUI…blesszzzzzzzzzzzzz
‘
Maret 17, 2009 pada 5:01 am
denz
@ adi isa
, yg hasil ijtihadnya mendapat 2 pahala jika benar dan 1 pahala jika salah.
hehe… yup cuma manusia biasa
Fatwa itu kan baru muncul jika ada pertanyaan. Maka tugas ulama adalah memberikan ketentuan hukumnya. Dulu yg memberikan fatwa adalah Nabi, setelah nabi tidak ada kemudian diteruskan oleh para sahabat, kemudian tabiit tabiin, dan sekarang estafet untuk memberikan fatwa ada pada pundak para ulama, karena kata nabi, Ulama adalah pewaris para nabi.
Dan sebagai muslim yang baik adalah kewajiban kita untuk menghormati fatwa Ulama, tidak melecahkan bahkan melawannya tanpa ilmu seolah olah kita lebih pintar dari mereka.
Sebenarnya kalau anda lihat klausul atau point-point hasil sidang MUI, tidak ada satupun yang menyatakan bahwa GOLPUT itu haram. Berikut ini adalah 5 point yg saya maksudkan:
1. Pemilihan Umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa.
2. Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan immamah (kepemimpinan) dan imarah (pengaturan) dalam kehidupan bersama.
3. Imamah dan imarah dalam Islam menghajatkan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama agar terwujudnya kemaslahatan dalam masyarakat.
4. Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam “hukumnya adalah wajib”.
5. Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu) atau tidak memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram.
disini, yg diharamkan adalah jika ada pemimpin yang memenuhi kriteria pemimpin ideal dan kita tidak memilihnya atau jika kita tidak memiliki pemimpin sama sekali.
wallahualam
Maret 17, 2009 pada 2:49 pm
taufikurahman
Terima kasih buat Adi Isa, Denz, Bayu atas komentar yang anda berikan atas tulisan saya tersebut. Media massa juga sangat berperan dalam menggiring opini publik untuk menyatakan bahwa fatwa MUI tersebut layak/patut ditentang.
Saya kira sudah saatnya umat Islam Indonesia menghargai otoritas lembaga seperti MUI yang sejak jaman alm. HAMKA dahulu telah berperan penting dalam membimbing umat. Ada masa dijaman ordaru memang dimana MUI, bahkan hampir semua lembaga keagamaan dan parpol dikendalikan oleh Pemerintah. Tapi sekarang alhamdulillah lembaga-lembaga spt MUI bisa mengekspresikan jati dirinya dengan lebih baik.
Yang perlu kita khawatirkan adalah unsur-unsur anarkis yang muncul sebagai akibat dari reformasi dan demokrasi yang kebablasan, sehingga setiap orang merasa punya hak bicara, mengkritik sana-sini baik diforum terbuka seperti khutbah Jum’at itu, atau di media massa.
Maret 23, 2009 pada 10:02 am
wlan
walah2kok golput aja d permasalahin,ampe d buat fatwa sagala,apa gada kerjaan lain ya……
pilihan itu dtg dr hati nurani qt yg paling dalam.golput itu adalah suatu pilihan juga.karena golput itu tumbuh dr pemikiran bahwa tdk ada calon yg pantas utk d pilih, karena memilih itu 5 mnt utk 5 thn jd klo salah pilih ya brabe donk.jd qt hrs hormati setiap pilihan masyarakat,ga usah takut klo calon pemimpin gada yg milih,pemimpin itu dah d pilih oleh Tuhan jd ga usah kawatir klo ga naik…..
kalo Agama d kaitkan k politik kayaknya ga wajar ya,coz agama itu suci, luhur, tp klo d kaitkan k politik yg busuk kayaknya kurang pantes deh, tp klo intisari ajaran d bawa ke politik baru itu luar biasa,saluuuuuut gue..jd biarkan lah kaedah itu berjalan sesuai dgn fungsinya,klo agama, ya itu hubungan kita dgn yg d atas ga usah d bawa2 k politik,tp klo agama d jadikan dasar utk memimpin,membawa amanah rakyat itu br jempolllllll.
jd pilihlah sesuai hati nurani,jgn pilih partai yg berkedok aja ato bertameng d balik suatu komunitas2 tertentu….
terbukalah pikiran kalian,indonesia ini adlh negara plural yg penuh dgn keragaman jgn munafik,kita ga hidup sendiri d Indonesia,hormati yg lain,jgn sok fanatik yg gak penting lageee…..
Maret 23, 2009 pada 10:08 am
wlan
once again…..
jika bikin fatwa itu yg wajar,katanya berpendidikan tinggi,kok pikirannya masih sempit ya….
semisal: fatwa haram merokok. cb kaji lbh dalam lg,apabila skr indonesia gada yg merokok,trus perusahaan rokok ga bs beroprasi lalu bangkrut,apa mau MUI memperkerjakan tenaga kerja hasil PHK perusahaan rokok??
mau makan apa nanti klo hal itu sampe kejadian,buat fatwa yg rasional aja deh,hal2 seperti itu ga perlu d fatwakan,mubaziiiiiir lagee.lbh baik buat fatwa ttg merokok d tempat umum.kan lbh relevan,rugi donk gelar tinggi2 tp ngeluarin pemikiran yg sempit……
fatwa jgn terlalu fanatik donk…….
terbukalah pikiran kita…..jgn d doktrin oleh org2 yg ga ngerti agama sendiri,yg hanya haus akan fanatik sempit yg berlebihan.
Maret 24, 2009 pada 9:58 am
salam revolusi
kalo tulisan di atas di tujukan ke Gusdur, saya setuju, ustadz! ^+^
Maret 24, 2009 pada 10:16 am
rika
fatwa itu dibuat kan atas dasar yang jelas, dan para ulama kita pasti tahu,mereka tidak akan sembarangan mengeluarkan fatwa yang terkait dengan manusia umum, jadi mari kita hargai keputusan mereka..
gak usah terlalu heboh memojokkan fatwa itu, coba saja bayangkan sebagian warga muslim Indonesia golput, bayang kan saja sapa yang akan jadi pemimpin kita nantinya..
kalo sudah terpilih, baru beraksi disuruh milih gak mau..
Maret 24, 2009 pada 10:57 am
Assyakilla
Bagaimanapun golput itu haram.
Yaa Qta pilih saja yg terbaik diantara yg jelek-jelek.
Toh, di dunia ini tak ada sesuatu yg sempurna
Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah.
Setuju tidak…?!!
Maret 26, 2009 pada 1:51 pm
Ali Mustofa
Golput haram ? itu menyangkut hak asasi manusia. Kalo orang mau golput itu urusan mereka. Pasti mereka punya alasan kenapa milih golput. Sebelum ini semua orang berbondong – bondong ke TPS untuk ikut pesta demokrasi tapi apa yang di dapet. malah milih koruptor dan orang – orang yang punya ambisi besar untuk kesenangan dirinya sendiri dan golongannya.
Kalo sekarang orang nggak mau milih orang2 seperti itu ya itu haknya jangan MUI ikut2 maksa orang untuk tidak golput dengan fatwanya.
Sebaiknya MUI bikin fatwa kalo para elit politik melakukan korupsi fatwanya hukum mati itu baru pass ya nggak….
Maret 28, 2009 pada 5:20 am
dir88gun
assalamu alaikum wr. wb.
Permisi, saya mau numpang posting (^_^)
http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/
sudah saatnya kita ganti sistem, semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…
Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)
wassalamu alaikum wr. wb.
April 17, 2009 pada 9:12 am
Frida Lidwina
Download Software AL-QUR’AN Pro Ver. 3.0
Al-Qur’an lengkap 30 juz ( 114 Surat + teks & terjemahan (Arab/English/Indonesia))
Tafsir Quran Lengkap, Penunjuk waktu sholat, 21 bahasa terjemahan Al-Quran, Al-Qur’an Audio with Voice of Shaikh Sudaish (Imam Mecca).
Download Gratis Sekarang . Link Download http://www.ziddu.com/download/3082887/Al-QuranProVer.3.0.exe.html
April 19, 2009 pada 9:48 am
hanif
yeee
ada yg ngebawa2 HAM pula, kayak sudah sempurna aja jadi manusia teh, sudah jago ngomong tentang kebebasan? sudah lupa yang diatas??
kalo kalian golput ya ga usah kritik sama pemerintah, ga usah marah2 sama pemerintah, ga usah SOK jadi pembela rakyat ketika rakyat ditindas sama pemerintah, apa hak kalian?? golput siiihhhh
kecian deh loe
April 24, 2009 pada 9:55 am
Abu Nafisah
Ini yang menjadi masalah utama Khutbah jum’at isinya politik ada yang mengajak golput, ada yang mengajak pada partainya wong masjid buat ibadah jadi buat kampanye jadinya saling tuduh menuduh yang bukan-bukan eh bapak malah menambahkan mengenai mereka yang golput sebagai antek kolonialis? jadi rame, sabar ya pak, sangka baik aja pak aman
April 29, 2009 pada 4:02 pm
Ibnuadila
Pemilu adalah salah satu instrumen dari demokrasi yang nota bene demokrasi itu sendiri tidak ada dalam islam dan hanya merupakan konsep yang berasal dari orang-orang kafir yang kemudian dipakai dihampir semua negara yang berpenduduk muslim di dunia. Perlu antum ketahui bahwa ulama ulama kontemporer yang bermanhaj salaf telah menerangkan tentang hukum haram demokrasi berikut pemilu tersebut. Salah satu alasannya karena dalam pemilu semua suara manusia sama, hal yang menyelisihi islam itu sendiri, bagaimana mungkin suara-suara orang kafir sama dengan seorang muslim, suara perempuan sama dengan laki-laki, suara pelaku dosa besar besar sama dengan seorang mukmin. Dan masih banyak perkara-perkara yang lain yang menyelisihi al-Qur’an dan sunnah. Untuk lebih jelas silakan baca di buku Menggugat Demokrasi dan Pemilu Karya Syaikh Muhammad al-Imam seorang ulama besar Ahlusunnah yang bermukim di Timur tengah.
Mei 4, 2009 pada 7:08 am
Abu Fauzan
MUI memang perlu ditinjau kredibilitasnya.
Sedikit dari mereka (atau tidak ada?) yg hafal Al-Qur’an, dan paham serta mengamalkan syari’at Islam dalam kehidupan mereka sehari2 dan juga keluarga mereka.
Contoh sederhana : Sholat 5 waktu di masjid adalah wajib bagi laki2, dan memakai jilbab yg syar’i bagi anak2 dan istri mereka. (Nabi SAW tidak pernah sholat wajib 5 waktu di rumah)
Mereka juga tidak paham kaidah utsul fikih, dalam menghimpun dan mendudukkan dalil2 yg ada. Sehingga dalil yg umum bisa mereka balik untuk mematahkan dalil yg khusus dan spesifik serta terperinci.
Mereka nggak paham manhaj talaqqi, dan metode ilmiah lainnya yg disusun dan diamalkan oleh para ulama terdahulu dalam mengambil kesimpulan dan mengeluarkan fatwa.
Mereka mengutak atik dalil lalu menjadikan hati nurani dan akal mereka sebagai pemutus perkara.
Akal dan Hati nurani = Hawa Nafsu
Seorang ulama akan lebih berpegang pada wahyu daripada hati nurani dan akalnya. Beda dengan MUI
Rendahnya kredibilitas mereka dalam ilmu syar’i membuat fatwa2nya kadang terlihat “memalukan”.
Contohnya : Mereka berfatwa “bunga bank haram”
Ya akhi…, dari zaman Nabi SAW yg namanya bunga bank/riba itu sudah jelas haram. Tidak perlu difatwakan lagi. Sudah sangat bayyin. Jelas dan terang benderang.
Ini sama saja artinya anda berfatwa : sholat 5waktu itu wajib hukumnya.
Sebuah fatwa yg sia2. Lalu apa sebelum ada fatwa tsb berarti bunga bank halal? atau sholat 5 waktu tidak wajib?
Lihat bagaimana ulama2 yg kredibel berfatwa tentang bank :
- dibolehkan menyimpan uang di bank, asal tidak memakan bunganya
- bunga bank tidak boleh dipakai untuk membangun masjid dsb.
- bunga bank boleh dipakai untuk membangun WC umum, Got, Selokan, Jalan, jembatan.
- boleh menggunakan jasa bank untuk transfer dan pembayaran.
Contoh lain :
- Mereka bingung apakah kepiting hidup di dua alam atau tidak.
Padahal dalil yg mengatakan haramnya binatang yg hidup di dua alam adalah hadist yg dhoif. Hadist yg tidak bisa dipakai samasekali. Rejected.
kodok haram = karena ada hadist larangan membunuh kodok. Bukan karena hidup di 2 alam.
Otomatis kita tidak mungkin bisa memakan binatang yg tidak bisa kita bunuh. Apa iya mau dimakan hidup2? toh sampe perut mati juga.
Contoh lagi :
- merokok haram bagi ibu hamil dan anak2 yg belum baligh.
karena ibu hamil yg merokok mendzolimi bayinya?
- lalu kenapa anak2 yg belum baligh juga haram?
bukannya mereka justru belum berdosa ?
Lalu apakah kalo mendzolimi dan membahayakan diri sendiri itu dibolehkan? sehingga orang yg “tidak hamil” boleh merokok?
Apakah membakar uang untuk merusak organ tubuh, mengotori udara bagi non-perokok, lalu membuang puntung dan abu sembarangan itu halal?
Aneh memang , dan memang sudah sangat langkanya orang “alim” itu di Indonesia. Sehingga manusia meminta fatwa pada orang2 jahil, dan berfatwalah si jahil. Maka fatwanya sesat dan menyesatkan.
Shodaqo Rosululloh SAW yg telah bersabda tentang orang2 jahil yg berfatwa tanpa ilmu di akhir zaman, karena takut kekuasaan diambil oleh orang2 kafir.
Tapi mereka tidak takut kalo fatwa2nya menghalalkan apa2 yg Alloh SWT haramkan. Menghalalkan yg haram adalah perbuatan syirik besar, dan seolah mengangkat diri sebagai Tuhan, sang penentu halal haram.
Semoga Alloh mengampuni kita semua dan mengampuni mereka yg ada di MUI. Saya berkhusnudzon bahwa kekhilafan mereka hanya disebabkan karena “tidak tahu” atau “belum tahu”.
wallohu’alam
Mei 4, 2009 pada 9:01 am
Abu Fauzan
Hanif :
Kami tidak pernah marah2 pada pemerintah apalagi berdemo dan memberontak. Itu bukan manhaj/cara kami. Itu bukan cara Islam.
Dan tidak selamanya/semuanya yg dari pemerintah itu salah.
Nabi SAW mengajarkan menasehati penguasa dengan 4 mata. Bukan teriak2 dan hujat di jalanan.
Menggulingkan penguasa hanya dibolehkan bila nampak kekafiran yg nyata pada dirinya (meninggalkan sholat 5 waktu)
Dan kami juga bukan pembela rakyat, sebab tidak selamanya rakyat itu berada diatas kebenaran.
Kami berada diatas ilmu, dan berpegang pada Al-Haq. Bukan asal bicara.
Kami pembela kebenaran dan dan menggigitnya dengan gigi2 geraham.
Mas Taufik :
- Saya setuju dengan anda, kalo mengkritik MUI ya datang ke MUI dong , bukan bicara di mimbar2 jum’at. Salah sasaran.
Tapi kalo ingin mendakwahi ummat bahwa fatwa MUI itu tidak berdasar samasekali dalam Islam, ya sah2 saja. Selama caranya baik.
- Giliran MUI cocok dan sejalan dengan anda, anda mendukung.
begitukah? Semoga tidak.
- Misal MUI mewajibkan anda sebagai laki2 baligh untuk sholat 5 waktu di masjid berjamaah. Apakah anda masih bersama2 MUI?
- Apakah anda sudah tahu hukum bermukim di negeri kafir?
Janganlah kita mengambil apa yg kita sukai dan membuang apa yg kita tidak sukai dalam agama ini.
Contoh kecil aja : Nabi mengancam orang yg menjulurkan pakaiannya dibawah mata kaki, dan memerintahkan umatnya memanjangkan janggut.
Anda ta’at?
Nabi juga melarang kita mengambil gaya hidup dan sistem hidup orang2 kafir, contohnya ya demokrasi ini. Anda justru menirunya dengan bangga.
Nabi SAW melarang kita meminta jabatan. Caleg dan cal2 yg lain malah minta jabatan.
Islam tidak menyamaratakan pendapat dari orang berilmu dengan orang bodoh. Lalu demokrasi menyamakan antara suara Ulama dengan suara orang yg gak sholat dan orang2 fasik.
Nabi melarang menjual belikan modal, surat hutang, asuransi, jual beli kredit dengan 2 harga, dsb.
Anda taat?
Al-Qur’an memuji minoritas dan mencela mayoritas, bagaimana dengan demokrasi?
Demokrasi menjunjung azas mayoritas. Bagaimana bila mayoritas menghendaki kebatilan. Misalnya mayoritas ingin menghalalkan perjudian di bursa efek, mengharamkan poligami, menghalalkan nikah homoseks, dsb. Anda setuju?
Kebenaran selalu bersama sedikit manusia. Dan kebenaran itu sering dianggap tidak masuk akal dan tidak sesuai hati nurani.
Mari kita bercermin…
denz :
Argumen yg dibawakan MUI itu sangat umum sekali dan bisa ditafsirkan kemana saja. Tidak layak disebut ijtihad.
Setiap dalil punya sasaran yg dituju. YG diperintah (Wajib) untuk memilih pemimpin adalah ULAMA, bukan seluruh rakyat. Keliru membawa dalil ini ke seluruh rakyat.
Rakyat jelas nggak bisa bedakan mana orang baik atau orang buruk. Tapi ULAMA bisa. Maka untuk memilih pemimpin adalah kewajiban mereka.
Mereka yg paling tahu mana yg terbaik. Bahkan mereka bisa memilih 1 diantara 2 yg sama baiknya. Atau memilih 1 diantara 2 yg buruk.
Dasar pengharamannya juga 5 butir “pendapat” MUI, bukan dalil dari Al-qur’an dan Hadist.
Yg jelas tidak ada pemilu dan demokrasi yg diajarkan Nabi SAW. Tidak ada kampanye, tidak ada partai, parlemen dsb.
Kalo anda berpendapat demokrasi itu baik, maka anda sengaja atau tidak anda telah menuduh Nabi SAW tidak baik atau ada kekurangan dalam mengajarkan sistem tatanegara.
Kalo anda menyanjung ajaran plato dan aristoteles, maka anda telah merendahkan ajaran Nabi SAW. Sebab ajaran keduanya bertolak belakang.
Yg satu berpegang pada kebenaran, yg lain berpegang pada suara terbanyak.
Pendapat bahwa suara rakyat = suara Tuhan, adalah batil dan sesat.
Sebab terkadang mayoritas rakyat adalah orang2 fasik, contohnya kaum nabi Nuh.
Pendapat ini juga tidak berdasar dalil, hanya hawa nafsu.
Apalagi mayoritas orang Islam di Indonesia masih suka meninggalkan sholat. Apa suara rakyat yg seperti ini pasti benar dan diridhoi Tuhan?
Mari kita belajar Al-Qur’an dan Hadist, belajar manhaj dsb. Agar kita bisa meniti jalan yg lurus, diantara jalan2 menyimpang yg bertebaran di kiri kanan kita.
Mei 7, 2009 pada 9:36 am
Ibnu Adila
Assalamu’alaikum.
Buat pemilik blog ini dan semua pengunjung agar lebih hati-hati, anda semua telah disusupi oleh orang yang sengaja menyebarkan Bible dengan nama sofware Alqur’an. Ana pernah nyoba download dari link di atas dengan pengunjung bernama Frida Lidwina dan setelah diinstal di computer ternyata bukan Al-Qur’an tapi Bible.
Mohon untuk mendelete segera demi kemaslahatan pengunjung.
Mei 25, 2009 pada 2:54 am
ray
maaf agak telat, untuk pilpres ok lah mui “bekotek” tapi untuk caleg itu namanya MUI Egois.. mentang2 ada oknum pimpinan MUI yg nyaleg ya? itu namanya munafik mas..
maaf, sy punya sample. untk DPR pusat ma tk 1 sy gak ikut, alasan jauh dr dulu sy dah IQRA’… kita pilih salah satu partai dengan alasan MUNGKIN bisa dipercaya dr pada milih tokoh si anu yg partainy ga membela ISLAM, tp kenyataan nya ANJING2 poltik tu ber koalisi dengan partai yang tidak islami.
jadi apa jaminan nya dari MUI CALEG itu bisa membela ISLAM?? padahal sewaktu mereka kampanye mereka Menjual Ayat2 suci… tp setelah mereka tepilih mereka harus tunduk dengan kebijakan partai, PARTAI SETAN pula lg.
jadi mereka yg di fatwa kan mui tak lebih sama dengan pelacur, dengan melacurkan ayat2 suci..
maaf, cukuplah ulama berspekulasi, kalo boleh merenung mas,
kita boleh liat, seradikal dulu kah umat islam sekarang? kita boleh survei,
brapa byk siswa yang sekolah dipesantren dengan umum?
knapa? pendidikan kita ada yg salah, zaman terus berubah, itu menandakan manusia mulai sadar, mereka telahir krana allah, dan allah punya rencana besar disetiap insan,
semua ini hanya proses.. jadi jgn pernah mengekang pembelajaran bagi setiap insan. biarkan mengalir, karna disitulah kita harus IQRA’
bukan digua hira’ atau di TPA..
kalopun SIKAFIR YG MEMIMPIN, MUNGKIN DENGAN BEGITU KITA HARUS INSTROPEKSI DIRI BAGAIMANAMENYATUKAN UMAT ISLAM YG TERPECAH BELAH OLEH EGO NYA SANG ULAMA DAM UMARROH..
WALLAHUALAM…
Mei 25, 2009 pada 5:58 pm
tora
waaahhhh……yang biqin MUI ga tau diri cuma satu hal aja :
1. MUI bisa meng-influence seluruh elemen masyarakat indonesia dalam sekali pengeluaran statement. sedang tidak smua elemen msyarakt ngerti porsi dan arti dari produk “fatwa” itu sendiri….nah klo yang ngerti kaya kita2, kan tau bahwa “fatwa” adalah himbauan ( ya, namanya juga himbauan tul ga, bole diikuti bole enggak ), tapi bagi mereka yang awam “fatwa” itu adalah “wajib diikuti”…ini dia yang parah…mereka yang awam kan biasanya langsung “judging” tanpa mikir 1stngah X, eh salah tanpa mikir 2 kali ^_^.weleh weleh…ahkan sampai ada yg saling menyakiti gara2 keluarnya fatwa MUI…..walhasil deh…malah menurut gw “fatwa” banyak sisi negatifnya juga deh.
jadi klo fatwa ada sisi negatifnya ( napak tilas alesan Ulama ttg facebook ), berati bukan nggak mungkin kan “fatwa” itu sendiri,termasuk kategori haram? ^_^…ya nggak coy
Mei 26, 2009 pada 1:57 am
nakadjo
Yup ! orang-orang sekarang pada “pinter-pinter” ya…? Apalagi anak remajanya, wah…huebaaat….tidak seperti dahulu (kata orang2 tua lho !) Anak remaja (muda) sekarang kalau mendengar, melihat sesuatu ibadah (ajaran agama islam) yang “menurut” mereka “aneh-aneh” maka pertanyaannya sudah bisa diduga : EMANGNYA ADA DI AL QUR’AN atau HADITS…? Atau…”EMANGNYA DIA ITU APAAN…?” lalu pertanyaan merekapun dijawab pula oleh mereka sendiri : ‘KALAU DIA MASIH SAMA DENGAN SAYA, BUAT APA IKUTIN DIA…!” Wah..wah..wah….huebaaat…..ya…? Untung saja tidak ada yang “usil” pada mereka (anak remaja tadi), kalau ada yang usil maka perkataan yang bisa diduga adalah : “EMANG (ILMU) KALIAN SUDAH SAMPAI MANA SIH, SAMPAI2 PARA ULAMA, DIKRITIKIN HABIS2AN OLEH KALIAN SEHINGGA KALIAN TIDAK MAU PERCAYA LAGI PADA MEREKA (ULAMA), DAN TIDAK MAU DENGER LAGI UCAPAN (FATWANYA) ULAMA….? Wah..wah..wah…pasti panjang nih “buntutnya”…….
Mei 26, 2009 pada 2:07 am
nakadjo
Yup ! orang-orang sekarang pada “pinter-pinter” ya…? Apalagi anak remajanya, wah…huebaaat….tidak seperti dahulu (kata orang2 tua lho !) Anak remaja (muda) sekarang kalau mendengar, melihat sesuatu ibadah (ajaran agama islam) yang “menurut” mereka “aneh-aneh” maka pertanyaannya sudah bisa diduga : EMANGNYA ADA DI AL QUR’AN atau HADITS…? Atau…”EMANGNYA DIA ITU APAAN…?” lalu pertanyaan merekapun dijawab pula oleh mereka sendiri :”KALAU TIDAK ADA DI AL QUR’AN DAN HADITS, BUAT APA DIPAKE (IKUTIN) atau merekapun juga akan menjawab seperti ini : ‘KALAU DIA MASIH SAMA DENGAN SAYA, BUAT APA IKUTIN DIA…!” Wah..wah..wah….huebaaat…..ya…? Untung saja tidak ada yang “usil” pada mereka (anak remaja tadi), kalau ada yang usil maka perkataan yang bisa diduga adalah : “EMANG (ILMU) KALIAN SUDAH SAMPAI MANA SIH, SAMPAI2 PARA ULAMA, DIKRITIKIN HABIS2AN OLEH KALIAN SEHINGGA KALIAN TIDAK MAU PERCAYA LAGI PADA MEREKA (ULAMA), DAN TIDAK MAU DENGER LAGI UCAPAN (FATWANYA) ULAMA….? Wah..wah..wah…pasti panjang nih “buntutnya”…….
Mei 26, 2009 pada 2:40 am
rudi
Ass, makanya pakai hukum syari’at islam. kan sudah jelas membuat hukum selain hukum ALLAH Di dalam Al qur’an di katakan Kafir…Munafik…Fasik…jadi pemerintahan skrg ini jelas-jelas menentang ALLAH. manusia sbnrnya sudah di takar Oleh ALLAh supaya menggunakan Hukum ALLAH, bukan Undang-undang Buatan manusia ( DPR ). kalau tidak ya…begini…bnyk komen yg tdk berlandas dan merujuk pada Qur’an dan hadits. ingat sdraku seIman dan seAqidah, jng sampai anda semua dikatakan manusia Munafik. krn yang munafik itu kelak akan bnyak masuk neraka..Ingat Hadits riwayat : Rasullallah pingsan saat Jibril mengatakan bahwa umat Muhammad Bnyk Yg masuk neraka. Allahuakbar…Jngn gentar MUI…Syetan itu memang sangat nyata.
Mei 27, 2009 pada 7:16 am
akang wae
Godaan buat yang mengaku ulama
Episode Ulama
Akulah Iblis….Akulah sang pembangkang….
Mau tahu caranya Aku menggoda para Ulama…?
Begini caranya….
Aku akan mempelajari karakter masing masing orang itu
Aku ikuti mereka semenjak belajar …alif…ba…ta..dst.
Aku profile sehingga Aku mengerti betul apa dipikiran mereka
Semakin hapalan mereka banyak , semakin banyak pula kubisikan rasa bangga
Semakin fasih dan pandai mereka , kupuji-puji terus mereka sampai merasa hebat
Aku mendorong mereka untuk terus memperdalam ilmu dalam rangka mengalahkan ulama lain
Aku memberi mereka semangat untuk lebih menonjol dari ulama lain
Aku memberinya ide agar selalu berbeda dari ulama lain “biar umat jadi suka”
Aku bisikan juga : “ Kalau umat suka maka kamu akan laku , dan laku berarti duit “
Aku tak pernah bosan berbisik : “ Kamu hebat…kamu hebat… “ kalau perlu sehari 1000 kali
Semakin lama muncul dari alam bawah sadar-nya bahwa mereka itu hebat dan beda
Setelah rasa itu muncul , Aku akan tahu dan senang sekali , karena selanjutnya menjadi mudah
Aku akan bisikan : “ Promosikan dirimu melalui TV , Radio , dan semua media massa , agar umat semakin tahu siapa kamu , semakin terkenal itu semakin baik , agar semua ajaran-mu didengar dan diikuti ,sehingga kamu memiliki pengaruh yang kuat di masyarakat . Kamu akan semakin dihormati , disegani bahkan ditakuti . Apa yang kamu ucapkan adalah hukum bagi mereka . Kamu akan jadi acuan kebenaran bagi mereka , sehingga kamu akan semakin mudah mengatur mereka . Kamu juga akan semakin mahal kalau mereka mengundang , dan mereka akan dengan sukarela mengeluarkan harta untuk mengundangmu dengan rasa bangga . Hidupmu akan semakin enak…semakin enak…”
Selanjutnya Aku bisikan : “ Lihat ulama lain , mereka tidak seperti kamu , ilmu mereka biasa-biasa saja tidak seperti kamu , kamu lebih pintar , lebih cerdas , lebih fasih dari segi bahasa , punya ciri khas , punya karakter dan kharisma , dan umat akan semakin fanatik , kamu akan memiliki massa yang sangat banyak , dan itu adalah kekuatan yang besar “
Aku akan melihat anak – ku semakin besar , anak-ku yang paling diandalkan yaitu “EGO”
Aku akan bersorak ketika mereka mulai memandang rendah ulama lain
Aku akan berjingkrak ketika mereka mulai mempersalahkan ulama lain
Aku akan riang ketika mereka membuat seolah-olah ulama lain itu jelek dan tidak bermutu
Aku akan berjoged ketika mereka kalau di kritik menjadi marah
Aku akan berteriak kegirangan ketika mereka mulai “menuruti syahwat” lalu akan Aku bantu mereka dengan membisikan pembenaran – pembenaran ketika menambah istri , kemudian kututup nalar dan kesadaran mereka agar tidak menyadari bagaimana terzalimi nya istri dan anak
Aku akan berpesta kemenangan ketika mereka mulai berani mengeluarkan “fatwa – fatwa bodoh”
Huaha..ha..ha…haaaa…..!!! sengaja ini Aku beritahu kalian Hai manusia….
Aku tidak takut gagal , karena sistem manusia selalu mendukung program kami
Aku tidak takut gagal , karena manusia lebih mementingkan pelajaran lain daripada agama
Aku tidak takut gagal , karena manusia lebih mementingkan kesenangan daripada ibadah
Aku tidak takut gagal…tidak takut gagal…tidak takut gagal….
Mei 27, 2009 pada 7:25 am
akang wae
godaan buat mengaku ulama 2
Masih ingat aku….?
Akulah Iblis ….Akulah Sang Pembangkang….!
Kulanjutkan soal godaan pada para Ulama
Sering Kubisikan : “ Hai kau yang pintar….surga itu enak….surga itu
enaaakkkkk….ayo perkuat ibadah mu biar kamu masuk surga….perdalam
shalatmu biar pahalamu banyak terus kamu masuk surga , perbanyaklah di mesjid
habiskan waktumu di mesjid , jangan lakukan apapun , shalatlah , zikirlah , puasa lah agar kamu jadi ahli surga…ahli surga…ahli surgaaaaaa…..!!!! “
He..he..he… terlihat seperti bagus yaa…?!
Padahal dengan cara itu aku bisa belokan seseorang untuk beribadah “karena surga” Bukan “karena allah lagi” , mereka akan lupa tentang “Lillahita’ala” , karena dasar aqidah adalah “Karena allah” , bukan karena ciptaan allah , mereka akan lupakan dasar ibadah
Mereka akan menjadi tidak ikhlas dalam beribadah , akan terjadi proses “untung dan rugi” pada Allah SWT , dan aku akan senang sekali , itu adalah sifatku ….he..he..he…..
mereka akan terus diam di mesjid dan melupakan hal lain selain ibadah ritual maka
aku akan senang sekali karena mereka akan menjadi manusia manusia yang tiada aksi malas bergerak dan berusaha membantu masyarakat dengan action dan akhirnya akan membentuk mereka hanya pandai bicara tanpa pandai berbuat dan memberikan solusi yang baik dengan contoh …he..he..hee…meraka hanya akan menjadi tukang omong pandai alias No Action Talk Only….bisanya nyuruh nyuruh sabar tanpa memberikan terobosan terobosan , kalau kepepet mereka akan bilang “ Saya Bukan Ahlinya “ , tapi ingin selalu di dengar dan ingin selalu exis tanpa ada usaha untuk menambah “kemampuan dan keahlian” ….he..he..he….itu gue banget…!!!
Lalu dengan sifat yang sudah terbentuk itu , mereka akan ajak-ajak umat juga biar seperti mereka
Sampai berani mengatakan bahwa aliran lain itu sesat dan salah , aliranku lah yang benar
Aku bisikan juga : “ Dengan ibadah kamu sekarang , kamu sepertinya sudah ada jaminan masuk surga , rubahlah penampilanmu agar beda dengan orang lain , pakailah pakaian yang menunjukan kamu itu lebih taat , lebih menguasai agama daripada mereka-mereka itu , kamu nggak usak mikir apa-apa lagi… nggak usah mikir apa-apa….nggak usah mikir apa-apa….terjemahan tersurat mu sudah bagus sekali… ayo katakan apabila ada yang menterjemahkan ayat tidak sesuai dengan terjemahan mu adalah orang yang sesat dan bodoh , katakanlah pada mereka bahwa al qur’an jangan diilmiah-ilmiahkan , al qur’an imani saja tanpa bertanya apapun , nurut saja nggak usah mikir apapun ….”
Tahu nggak kalau aku sering bisiki itu pada mereka sehari 100 kali…..?!
Mereka akan menjadi orang yang malas berpikir , dan malas berpikir lebih jauh tentang ayat-ayat Allah SWT yang penuh dengan makna tersirat daripada makna tersurat nya , pikiran mereka akan tertutup untuk berpikir lebih jauh , dan akan mengajak umatnya untuk seperti mereka , dan akibatnya umat akan menjadi ….mundur …mundur…dan makin mundur….asyikkk kan….?!
Nggak percaya….?! ….lihat saja buktinya sekarang , aku sukses kan….!!! Umat menjadi malas-malas
apalagi disuruh mikir…waaahhh…sepertinya itu suatu hal yang amat sangat berat sekali….
Umat hanya bisa menjadi plagiator-plagiator alias tukang tiru , karena para ilmuwan alias Ulama nya mengajarkan pola yang keliru , dan itu akan terus berkembang … waahhh…senang sekali aku…..!!!
Mereka akan menggunakan atribut dan pakaian yang beda , karena ingin terlihat mereka Ulama
Mereka akan bersikap berwibawa dan agung agar orang menghargai juga segan
Mereka akan mulai melaksanakan sunah-sunah yang gampang kecuali berpikir
Mereka akan selalu ingin didengar daripada mendengar
Mereka akan selalu ingin dihargai daripada menghargai
Huaa…ha…ha…ha…. Lihatlah ….betapa banyaknya kesuksesan ku…. Nggak percaya…?! ..lihat saja sendiri di masyarakat , aku yang menang kan….?!
Aku tidak takut gagal….aku tidak takut gagal…aku tidak takut gagall……!!!!
Karena manusia selalu mengutamakan nafsu-nafsu nya , bahkan berani mengatur Allah SWT ,
Sok tahu pada Allah SWT , merasa lebih mengetahui dirinya dari pada Allah SWT….
Setelah pada tahap itu , aku tidak perlu goda mereka lagi…..
Mereka sudah lulus menjadi anak buahku tanpa mereka sadari
Dan mereka akan mengembangkan sendiri kemampuan nya tanpa kubisiki lagi
Karena manusia lebih sempurna dari pada Aku , jadi …he..he… bisa lebih jahat dari-ku