If Indonesia is a wealth and prosperous country, having many holidays probably will do no harm to the people and the development of the country. But realizing that Indonesia is a country that can be categorized as developing country (not to say a poor country), I think we have to consider the fact that in our country there are too many public holidays !
These public holidays mostly related to religious events. In Moslem calender, beside having iedul fitri and Iedul adha, we also have “maulid” and “isra mi’raj” of the prophet (pbuh). Commemorating the prophet birthday and event of Isra mi’raj is fine, the thing is that is it necessary in commemorating those events that it has to be public holidays ? I don’t think that’s important to make them as public holidays. The same case in christianity, it’s okay that we have public holiday at christmass day, but other events such as the death of Isa (pbuh) and good friday… does it need to be commemorated in public holidays ?
Beside those religious related events, some ordinary days can also become holidays if they are being “kejepit” between two holidays, we call it “harpitnas’ (hari kejepit nasional). Those adds more public holidays in the country. I am afraid that too many holidays will do no good to the progress of development in Indonesia. What do you think ?

7 comments
Comments feed for this article
Mei 20, 2008 pada 1:00 am
Libur lagi … « Oemar Bakrie
[...] Taufikurahman menulis tentang terlalu banyaknya libur nasional di blog-nya. Saya nggak kebayang dengan banyaknya libur nasional sekarang bagaimana dengan KBRI [...]
Mei 22, 2008 pada 12:41 pm
Albaz
kalau boleh tau, kalau diluar negeri seperti apa ya, pak? apa ndak seperti itu juga?
Mei 24, 2008 pada 1:25 am
Ricky
Mungkin ga pak, banyaknya libur itu dikarenakan Tahun ini merupakan Tahun Visit Indonesia Year 2008.
Mungkin bagi kalangan Pengusaha itu akan sangat merugikan, namun bagi kalangan pariwisata malah menguntungkan.
Juni 11, 2008 pada 2:27 am
Aidey (ID)
do you need holiday in indonesia ? visited http://www.bali-bromo-ijen-adventures.com site today !
mungkin “harkitnas” suatu moment yang di tunggu2 bagi kebanyakan orang indonesia…!
Juni 11, 2008 pada 3:55 am
andri
makanya, dibandingkan indonesia, di negara orang, negara kita lebih dikenal BALI, BAnyak LIbur maksudnya. Coba kalau sentralnya BANDUNG, Banyak Duit hasil Tarung. maksudnya rakyatnya sejahtera (banyak duit) karena berani diadu produktifitasnya dibandingkan bangsa lain. sehingga kita punya produk unggulan, sehingga exportnya besar, sehingga duit mengalir dari bangsa lain. ujungnya adalah SDM kita lebih besar manfaatnya dibandingkan bangsa lain. bukankah Rasulullah juga sampaikan, bahwa manusia yang paling baik adalah yang paling banyak manfaatnya…
Juni 19, 2008 pada 1:50 am
Hilda Purnamasari
I think the holidays were good for our tourism …didn’t it?
Juni 19, 2008 pada 9:53 am
error2succes
masalahnya, apa pantes masyarakat indonesia dengan kinerja jaya gini, malah asik-asik berlibur? baca juga http://error2succes.wordpress.com