Mungkin ! InsyaAllah, sangat mungkin. Mengapa tidak ?
Pendidikan gratis yang dimaksud adalah untuk pendidikan dasar dan menengah, minimal untuk anak-anak SD dan SMP (paket Wajar 9 tahun). Darimana dananya ? Sebagian besar tentu APBD. Alokasi dana untuk APBD yang saat ini masih sekitar 13 % (?) harus ditingkatkan MINIMAL menjadi 20 %, dan itu tidak termasuk gaji atau honor untuk guru-guru. Sekolah gratis harus disediakan untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu atau berada dibawah garis kemiskinan. Tidak boleh ada anak-anak yang pada jam-jam sekolah, berkeliaran minta-minta dan ngamen di jalanan, dan mereka tidak bersekolah karena orang tuanya tidak mampu, dan lalu dimanfaatkan oleh orang tuanya untuk meminta-minta (sejauh ini saya tidak melihat ada upaya dari Pemkot Bandung untuk menangani anak-anak yang berkeliaran di jam-jam sekolah, bahkan mereka juga berkeliaran bisa sepanjang hari dan pada sebagian malam masih dijumpai minta-minta dan ngamen di jalanan. Lalu, apa saja yang diurus oleh Pemkot bandung selama ini ya ?)
Dana tambahan untuk pendidikan gratis juga bisa diperolah kalau Pemkot bisa melibatkan lembaga-lembaga Ziswaf seperti Rumah Zakat (DSUQ), PKPU, Dompet Du’afa, Dompet Umat, Rumah Amal Salman ITB, dll. Dana tambahan lain juga bisa diperoleh dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan-perusahaan yang ada di Bandung dan para aghniya (orang-orang berada) yang punya kelebihan dana.
Itu kalau Pemkotnya punya kemauan, inisiatif dan berpihak pada rakyat kecil. ..

7 comments
Comments feed for this article
Mei 15, 2008 pada 9:38 am
Ardee'est Things in My Life
Om, minggu lalu saya ikut sebuah talkshow yang salahsatu narasumbernya kepsek SMA negeri di bandung. Paparan beliau senada dengan om, pendidikan gratis itu amat rasional untuk diwujudkan, dengan beberapa catatan.
Beliau memaparkan bahwa anggaran pendidikan kita memang bermasalah dalam hal efisiensi. Dari sekian milyar APBD untuk pendidikan, 65%nya adalah biaya aparatur, sedangkan alokasi untuk operasionalnya hanya 35%. Itu pun mengalami penyunatan secara sistemik dan legal.
Saya pikir jika korupsi sistemik ini bisa di berantas, insyaAllah pendidikan dan kesehatan gratis sudah didepan mata.
Mei 15, 2008 pada 12:26 pm
andygoblin
AYO LAH LIAT SITUS: Axxyc.com
(Komunitas Indo, ga perlu register)
Mei 17, 2008 pada 2:58 am
Ardee’est Thing in My Life » » Blogger Review: Taufikurahmans Park
[...] itu, pembina asrama mahasiswa PPSDMS Nurul Fikri regional Bandung ini juga memperhatikan masalah pendidikan, diantaranya biaya masuk sekolah yang kian melambung di ibukota Jawa Barat [...]
Mei 18, 2008 pada 1:15 pm
AA Arman
Betul, dana tersebut memungkinkan, apalagi kalau kita bicara hanya untuk membantu kalangan tidak mampu. Ada satu hal penting yang harus kita perhatikan berkaitan dengan bantuan untuk pendidikan (dan bantuan lainnya secara umum), yaitu TRANSPARANSI. Program apapaun, Insya Allah akan menghasilkan manfaat yang optimal jika didukung oleh transparansi.
Mei 22, 2008 pada 10:23 am
Mursyid Hasanbasri
Kalau soal mungkin maka pasti mungkin. Saya senang melihat semangat untuk selalu positif. Tapi selain mungkin perlu ada proposal yang jelas dulu terutama urusan implementasinya. Mumpung Pak taufik akan jadi calon walikota, ada bayangan soal implementasinya pak?
saya melihat ada masalah kualitas, distribusi sekolah, guru. Saya yakin jika ada proposal yang baik, banyak dukungan tidak hanya semangat tapi juga dana.
sukses selalu
Juni 10, 2008 pada 3:22 pm
rivafauziah
Sekolah GRATIS!… insya allah nantinya akan di ikuti oleh kabupaten kota jawa barat.. Semoga di Cianjur segera terbangun sekolah Gratis..! Salam Cianjur!
Juni 11, 2008 pada 4:33 am
andri
idealnya memang pendidikan itu harus mahal, mahal sekali. karena dia adalah puncak dari pemikiran manusia yang dekat dengan idealisme dan kemuliaan. karena pendidikan bisa menyelesaikan banyak permasalahan, bahkan bisa mengantisipasi datangnya permasalahan. maka banyak penelitian di dunia akademik yang dibutuhkan di lapangan nyata.
pendidikan juga puncak pengabdian dari perjuangan kita dalam pertarungan didunia ini. setelah kita menaklukan dunia ini, dan bisa mengarahkan dunia dengan idealisme kita mengabdi kepada ALLAH, maka kemudian kita mendidik generasi berikut untuk melanjutkan segala kebaikan yang sudah kita rintis. maka kemudian kita biayai semuanya itu dengan kemampuan individu kita.
disitulah letak mahalnya. dan kalau itu berat, saya berdo’a kepada ALLAH mudah-mudahan saya disanggupkan oleh-NYA dan diridhai mendapat surga-NYA karena ini.
Pak Topik, semangat terus!!!