jaca1.jpg  Bulan November 2007 lalu saya berkesempatan jalan-jalan ke kota Perth, Australia, menghadiri konferensi  yang diselenggarakan oleh the Ecological Society of Australia. Begitu menjejakkan kaki di luar bandara, sambutan yang saya terima adalah dari lalat-lalat yang banyak berterbangan di musim panas. Ya, ketika di Eropa dan Amerika musim winter, Australia sedang musim panas. Disepanjang perjalanan di kota Perth, saya tertarik dengan pohon yang banyak ditanam di pekarangan rumah penduduk, bunganya ungu, indah sekali, dan pohonnya umumnya sudah cukup tinggi-tinggi sekitar 10 meteran keatas. Pohon ini lazimnya tidak ditanam di pinggir jalan, tetapi di pekarangan rumah penduduk, tampaknya karena mahkota pohon ini cukup luas membentang dan boleh jadi akan menghalangi lalu lintas di jalan bila ditanam di pinggir jalan. Tetapi kehadiran banyak tumbuhan ini tak tertutupi karena sangat dominan dan warna ungunya sangat mencolok. Pohon ini dikenal dengan nama Jacaranda.

 Nama Jacaranda sebenarnya cukup familiar ditelinga saya, ini bukan karena ada kata “randa”nya (yang artinya ‘janda’ dalam bahasa sunda), tetapi rasanya pernah baca atau pernah dengar waktu kuliah dulu. Kehadiran pohon-pohon Jacaranda di kota Perth pada musim panas membuat kota menjadi semarak dengan warna ungu, membuat indah kota yang memang sudah tertata dengan rapih. Tentu saja selain Jacaranda, kita akan mendapati banyak tunbuhan lainnya ditanam dipinggir jalan, di pekarangan rumah, taman, lapangan, bahkan di pusat perbelanjaan dan perkantoran. Yang menarik tumbuhan yang ditanam bukan hanya pohon yang besar dan tinggi seperti Jacaranda, Eucalyptus, Melaleuca, tetapi juga perdu, herba, bahkan semak belukar !  Mungkin aneh ditelinga kita mendengar semak belukar ditanam orang di kota, tetapi itulah Perth, mungkin juga di kota lain di Australia, semak belukar mereka punya keunikan tersendiri. Tumbuhan jelas merupakan komponen yang sangat penting dalam arsitektur lansekap. Dengan daunnya yang hijau, bunganya yang warna warni, beberapa bahkan mengeluarkan keharuman, tumbuhan selain fungsi utamanya sebagai satu-satunya produsen di muka bumi, karena chlorofilnya tumbuhan mampu mengubah energi sinar matahari menjadi  energi kimia yang penting bagi kehidupan: karbohidrat, tumbuhan merupakan bagian penting dari kehidupan kita.  Bayangkan kalau anda berjalan di trotoar seperti di jalan Sudirman di Bandung yang miskin dengan tumbuhan tepi jalan… ah betapa gersangnya, betapa tidak nyamannya, padahal katanya Bandung adalah kota kembang, Paris van Java.

Berbagai tipe tumbuhan

Tumbuhan adalah istilah yang umum untuk menyebut organisma atau makhluk hidup yang berklorofil dan termasuk dalam kingdom plantae tersebut. Tumbuhan dapat tumbuh secara alamiah atau liar sehingga disebut tumbuhan liar, beberapa diantaranya termasuk kedalam kelompok tumbuhan gulma (weed) atau tumbuhan pengganggu. Alang-alang atau jenis rumput umumnya dikategorikan sebagai gulma, karena tumbuhan tersebut mengganggu tumbuhan lain yang ditanam orang. Tumbuhan yang ditanam ini disebut “tanaman”. Kita mengenal tanaman pangan atau tanaman pertanian, perkebunan, tanaman hias (bukan tumbuhan hias), dsb.    Secara umum, tumbuhan memiliki bentuk hidup (life form atau habitus) yang secara umum dapat dikelompokkan kedalam: pohon, perdu, herba, dan epifit. Pohon dan perdu adalah tumbuhan yang batangnya berkayu, sedangkan herba dan epifit tidak berkayu. Pohon dibedakan dari perdu berdasarkan ketinggian cabang pertama pada tumbuhan. Jika tumbuhan memiliki percabangan dekat dengan permukaan tanah (kurang dari 1 m) tumuhan tersebut disebut perdu, sedangkan bila percabanganya pada saat tumbuhan tersebut dewasa, dimulai pada ketinggian  lebih dari 1 m dikategorikan sebagai pohon. Herba dan epifit tidak memiliki batang yang berkayu. Pisang yang seringkali kita sebut “pohon” pisang sebenarnya tidak termasuk dalam kategori pohon, karena batang tumbuhan pisang tidak berkayu.

About these ads